Comscore Tracker

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?

Akibat dari kandungan rokok yang berbahaya, nih

Seperti yang sudah kita ketahui, merokok adalah salah satu musuh bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya berdampak buruk pada tubuh secara keseluruhan, tetapi kebiasaan buruk ini juga efeknya buruk terhadap kesehatan rongga mulut. Mulai dari bau mulut, gigi berlubang, penyakit pendukung gigi yang parah, hingga menyebabkan gigi goyang dan lepas dengan sendirinya.

Gigi goyang memang bisa disebabkan oleh banyak faktor. Namun, kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab utama yang bisa membuat gigi goyang. Melalui proses yang kompleks, rokok bisa menyerang jaringan pendukung gigi hingga sistem pertahanan tubuh, sehingga kerusakan akan sangat mudah terjadi.

Penasaran bagaimana merokok bisa sampai menyebabkan kegoyangan gigi? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

1. Kandungan rokok

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?ilustrasi melinting rokok (freepik.com/wirestock)

Kandungan yang terdapat di dalam rokok mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengakibatkan kerusakan pada tubuh. Ketika merokok, asap yang diisap akan menuju rongga mulut. Zat kimia dalam asap rokok bisa berdampak buruk terhadap rongga mulut, memengaruhi kesehatan gigi dan mulut.

Berdasarkan laporan dalam Jurnal Kesehatan Gigi tahun 2016, setiap mengisap rokok terdapat 4.000 kacam unsur kimia yang masuk ke dalam mulut. Beberapa bahan yang membahayakan antara lain tar, nikotin, karbon monoksida, dan hidrogen sianida. Kandungan berbahaya inilah yang menjadi penyebab penyakit pendukung gigi atau penyakit periodontal, yang bisa mengarah pada kegoyangan gigi.

2. Mengacaukan kondisi normal di rongga mulut

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?kondisi rongga mulut perokok (brisbanesmiles.com.au/)

Kandungan rokok yang berbahaya dapat mengacaukan kondisi normal di rongga mulut, yang nantinya akan menyebabkan penurunan fungsi sistem pertahanan tubuh seseorang. 

Berdasarkan tinjauan pustaka dalam jurnal Stomatognatic tahun 2015, hal ini disebabkan karena kandungan nikotin dalam rokok akan meningkatkan cairan krevikular gingiva (GCF) hingga 300 kali lipat. Cairan ini merupakan indikator adanya inflamasi. Jadi, makin parah inflamasi, aliran dari GCF juga akan makin meningkat.

Jika kondisi normal di rongga mulut sudah kacau, maka akan terjadi vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah agar dapat menyeimbangkan keadaan abnormal ini. Jangan salah, hal ini bisa mengarah ke situasi yang lebih buruk lagi!

Baca Juga: 5 Penyebab Bibir Gelap dan Kusam Padahal Tidak Merokok

3. Menyerang sistem imun tubuh

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?ilustrasi berhenti merokok (freepik.com/freepik)

Perokok lebih rentan mengalami infeksi dibanding orang-orang yang tidak merokok. Kemungkinan terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi atau periodontitis pada perokok meningkat sampai empat kali lipat, lo!

Masih bersumber dari jurnal yang sama, disebutkan bahwa zat yang terkandung dalam rokok, terutama nikotin, akan mengganggu respons imun. Nikotin yang berada di dalam darah akan mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah pada jaringan pendukung gigi, serta menurunkan fungsi neutrofil, IgG, limfosit T, dan limfosit B yang sangat berperan dalam menyerang bakteri plak.

Ketika respons imun tubuh diserang oleh kandungan rokok, maka seseorang akan lebih gampang mengalami infeksi, seperti periodontitis. Perlu diketahui, ketika periodontitis yang dialami sudah parah, maka akan sangat mudah untuk terjadi kegoyangan gigi. Bila dibiarkan, gigi bisa tanggal dengan sendirinya. Wah, dampaknya tak main-main, ya?

4. Menyebabkan hilangnya struktur tulang pendukung gigi

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?ilustrasi periodontitis akibat merokok (brittenperio.com/)

Pada tahap ini, penyakit jaringan periodontal seperti periodontitis sudah terjadi. Hal ini merupakan akibat dari kandungan rokok yang mampu mengacaukan kondisi rongga mulut, menurunkan sistem imun tubuh, hingga meningkatkan kolonisasi bakteri patogen.

Sebuah penelitian dalam Dentika Dental Journal tahun 2013 membuktikan bahwa perokok memiliki peluang lebih besar dalam menderita penyakit periodontal, seperti kehilangan tulang alveolar hingga kehilangan gigi, jika dibandingkan yang bukan perokok. 

Apabila telah terjadi kehilangan tulang alveolar atau kehilangan tulang penyangga gigi, gigi akan mudah goyang karena tidak ada lagi yang menyangganya. 

5. Dipengaruhi oleh frekuensi dan durasi merokok

Merokok Bisa Menyebabkan Gigi Goyang, Apa Penyebabnya?ilustrasi berhenti merokok (freepik.com/freepik)

Pastinya, kegoyangan gigi yang disebabkan oleh rokok ini tidak terjadi begitu saja. Terdapat beberapa hal yang juga berpengaruh dalam menyebabkan dampak ini.

Sebuah studi dalam Padjadjaran Journal of Dentistry tahun 2019 menyebut bahwa sebagian besar perokok mengonsumsi lebih dari 15 batang rokok per hari, dan telah mengonsumsi rokok selama lebih dari 20 tahun. 

Perlu diketahui bahwa akumulasi dari nikotin akan memengaruhi status kerusakan jaringan periodontal. Status kesehatan jaringan pendukung gigi ini secara bertahap akan berprogres dari sedang hingga buruk. Pastinya, hal ini berbanding lurus dengan penambahan jumlah rokok yang diisap per hari. 

Hal ini juga berhubungan dengan durasi merokok. Makin lama nikotin dikonsumsi dan akumulasi yang banyak, maka sistem imun akan semakin ditekan. Kesehatan jaringan pendukung gigi pun akan jadi semakin buruk.

Itulah penjelasan mengenai penyebab gigi goyang akibat kebiasaan merokok. Kandungan rokok yang berbahaya memang bisa memperparah kondisi mulut hingga menyebabkan gigi goyang. Maka dari itu, bila kamu masih merokok, cobalah untuk berhenti agar kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan tubuh keseluruhan senantiasa terjaga.

Baca Juga: 7 Fakta Erosi Gigi, Gigi Aus karena Makanan dan Minuman Asam

Denty Rizqita Photo Verified Writer Denty Rizqita

Semoga tulisan-tulisannya bermanfaat, yaa!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya