Respiratory syncytial virus (RSV) selama ini lebih dikenal sebagai penyebab infeksi saluran napas berat pada bayi dan anak kecil. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa virus ini juga membawa dampak serius bagi orang dewasa, khususnya lansia dan mereka dengan penyakit kronis. Sebuah studi besar dalam jurnal JAMA Network Open menemukan bahwa rawat inap akibat RSV pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan jantung dan paru hingga enam bulan setelah infeksi.
Penelitian ini dipimpin oleh tim peneliti yang melibatkan afiliasi industri vaksin RSV, dan menggunakan desain self-controlled case series (SCCS)—metode yang membandingkan risiko kejadian kesehatan pada individu yang sama di periode waktu berbeda. Data diambil dari Optum Market Clarity Dataset, mencakup periode Januari 2017 hingga Maret 2024, dengan total 11.887 pasien dewasa yang pernah dirawat inap karena RSV dan mengalami setidaknya satu kejadian kardiopulmoner.
Rata-rata usia peserta adalah 69,4 tahun, dan lebih dari 60 persen adalah perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa RSV bukan sekadar flu berat pada usia lanjut, melainkan infeksi yang dapat memicu rangkaian masalah kesehatan lanjutan, bahkan setelah pasien boleh pulang dari rumah sakit.
