ilustrasi vaksin Pfizer dan Moderna (wfaa.com)
Sebuah studi pada awal April 2021 oleh peneliti Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) mengungkap efektivitas vaksin COVID-19 berteknologi mRNA seperti BNT162b2 dari Pfizer-BioNTech dan mRNA-1273 dari Moderna.
Studi ini yang pertama menunjukkan manfaat vaksin mRNA untuk penerimanya, baik yang baru menerima dosis pertama atau komplet. Melibatkan 3.950 relawan, studi bertajuk HEROES-RECOVER ini mencakup data dari individu yang rentan terpapar SARS-CoV-2 seperti tenaga kesehatan, pekerja garda terdepan, dan responden COVID-19 pertama.
Hasilnya, vaksin mRNA Pfizer dan Moderna setelah dua dosis (≥14 hari setelah dosis kedua) terbukti 90 persen ampuh mencegah infeksi SARS-CoV-2 terlepas dari status gejala, sedangkan efektivitas vaksin mRNA setelah satu dosis (≥14 hari setelah dosis pertama tetapi sebelum dosis kedua) adalah 80%.
"Vaksin mRNA COVID-19 yang sudah disahkan efektif untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 dalam skenario dunia nyata. Vaksinasi COVID-19 direkomendasikan untuk semua orang yang memenuhi syarat," tandas penelitian tersebut.