Jangan khawatir, sebab komposisi BQ.1.1 mirip dengan BA.5. Secara teori, seharusnya vaksin booster bivalen (yang diformulasi khusus guna melawan varian Omicron) masih efektif untuk melindungi kita dari varian BQ.1.1.
Pfizer mengumumkan bahwa tujuh hari setelah pemberian suntikan booster bivalen, terjadi peningkatan respons antibodi penetral Omicron BA.4 dan BA.5. Artinya, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin akan tetap mengenali varian yang beredar saat ini.
Andy mengatakan bahwa vaksin booster yang diperbarui merupakan senjata terbaik yang tersedia untuk melawan COVID-19. Vaksin tidak hanya mengurangi risiko infeksi, tetapi juga mencegah rawat inap dan kematian.
Namun, kita tetap perlu waspada. Beberapa ahli, salah satunya dari Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington, memprediksi peningkatan kasus COVID-19, yang akan mencapai puncaknya pada akhir Desember 2022 atau awal Januari 2023.