Berhenti merokok adalah pencapaian besar, tetapi godaan sering kali datang setelahnya. Banyak mantan perokok mulai bertanya-tanya, “Apakah boleh sesekali merokok setelah berhenti?”
Sekilas, satu batang rokok mungkin terasa sepele. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputusan “cuma satu kali” ini justru membawa risiko "kambuh" yang sangat tinggi. Begitu nikotin kembali masuk ke tubuh, peluang untuk kembali merokok dengan jumlah yang sama seperti sebelum berhenti menjadi jauh lebih besar.
Risiko ini makin meningkat ketika mantan perokok berada di lingkungan yang dipenuhi perokok aktif, baik saat berkumpul dengan teman, di tempat kerja, maupun di rumah. Paparan sosial semacam ini terbukti memicu keinginan merokok yang kuat, terutama karena rasa rindu terhadap nikotin bisa muncul tiba-tiba dan intens. Sayangnya, situasi seperti ini tidak selalu mudah dihindari.
Yang perlu dipahami, kecanduan nikotin bukan sesuatu yang bisa “dikendalikan” hanya dengan niat. Begitu tubuh kembali merasakan nikotin, mekanisme kecanduan bisa aktif lagi.
