Agustus 2025 menjadi titik genting bagi Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di ujung timur Pulau Madura itu, angka kasus campak melonjak cepat hingga ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Keterlambatan deteksi, cakupan imunisasi yang rendah, serta keraguan masyarakat terhadap vaksin membuat ribuan anak berisiko. Dalam waktu singkat, tercatat 2.996 kasus suspek dan 205 kasus terkonfirmasi.
Campak bukan sekadar penyakit dengan ruam dan demam. Campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia, dengan risiko komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis—terutama pada anak-anak yang belum divaksinasi. Tanpa perlindungan imunisasi, satu kasus dapat menular ke 12–18 orang lain dalam populasi yang rentan.
Apa yang terjadi di Sumenep ini juga terjadi beberapa negara lain, menggambarkan cakupan imunisasi yang menurun sehingga wabah mudah terjadi.
Data WHO dan UNICEF menunjukkan bahwa gangguan layanan kesehatan dan keraguan vaksin dalam beberapa tahun terakhir telah memicu peningkatan kasus campak di berbagai negara. Tantangannya sering kali bukan cuma ketersediaan vaksin, tetapi juga kepercayaan publik dan kecepatan respons sistem kesehatan.
