Testosteron adalah hormon seks yang secara alami diproduksi di testis pria. Namun, sejumlah kecil hormon ini juga diproduksi di ovarium perempuan sistem adrenal.
Injeksi atau suntik hormon testosteron bisa digunakan pada anak laki-laki dan pria dewasa untuk mengobati kondisi yang disebabkan oleh kekurangan hormon ini, seperti pubertas atau pertumbuhan yang tertunda.
Suntik testosteron hanya direkomendasikan untuk pria dengan kondisi medis seperti kelainan genetik, masalah dengan struktur otak tertentu (hipotalamus dan hipofisis), atau kemoterapi sebelumnya.
Perempuan juga bisa mendapatkan suntik testosteron untuk mengobati beberapa jenis kanker payudara yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis), mengutip dari laman Drugs.com.
Suntik hormon testosteron juga digunakan "off-label" (obat di luar indikasi yang tertera dalam label atau di luar persetujuan oleh lembaga izin edar, seperti BPOM) untuk kondisi disforia gender.
Injeksi testosteron tidak boleh digunakan untuk meningkatkan kinerja atletik atau untuk mengobati penuaan yang normal pada pria.