Diagnosis tuberkulosis (TBC atau TB) selama ini bergantung pada satu hal yang tidak selalu mudah didapat, yaitu dahak. Bagi sebagian orang—anak-anak, lansia, atau pasien dengan kondisi tertentu—mengeluarkan dahak bisa sulit. Dalam kondisi ini, keterbatasan sistem diagnostik mulai terlihat, bahkan sebelum pengobatan dimulai.
Di tengah kebutuhan akan deteksi TBC yang lebih cepat dan inklusif, pendekatan baru mulai mengubah cara kita memahami diagnosis TBC. Bukan hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga bagaimana tes TBC bisa lebih dekat dengan pasien, yang artinya lebih praktis, lebih cepat, dan lebih mungkin dilakukan di berbagai kondisi.
