Salah satu keunggulan dari tes ini adalah skalabilitasnya. Dengan biaya perangkat sekitar $180 dan kartu tes sekitar $4, teknologi ini lebih terjangkau dibanding tes molekuler konvensional. Ini membuka peluang bagi klinik kecil dan daerah terpencil untuk mengakses diagnosis TBC yang lebih akurat.
Menurut rekomendasi terbaru dari WHO pada 2026, penggunaan swab lidah dan tes dekat pasien (near point-of-care) diharapkan dapat memperluas cakupan deteksi TBC secara global. Pendekatan ini juga memungkinkan tenaga kesehatan melakukan skrining langsung di komunitas, tanpa harus bergantung pada fasilitas besar.
Meski demikian, ada beberapa keterbatasan. Sensitivitas menurun pada pasien dengan jumlah bakteri rendah, dan versi saat ini belum mampu mendeteksi resistansi obat, padahal ini menjadi tantangan besar dalam pengendalian TBC. Akan tetapi, sebagai langkah awal, teknologi ini menawarkan solusi untuk menutup kesenjangan diagnosis TBC yang ada selama ini.
Tes TBC yang menggantikan dahak dengan swab lidah membawa harapan nantinya makin banyak kasus TBC dapat terdeteksi lebih awal. Karena dalam penyakit seperti TBC, waktu pun merupakan faktor yang menentukan peluang hidup.
Referensi
"No sputum needed: Easy-to-use TB test shows accuracy in 7-country analysis." CIDRAP. Diakses Mei 2026.
Neil W. Schluger, “The Acid-Fast Bacilli Smear: Hail and Farewell,” American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine 199, no. 6 (October 12, 2018): 691–92, https://doi.org/10.1164/rccm.201809-1772ed.
"Automated Real-Time Nucleic Acid Amplification Technology for Rapid and Simultaneous Detection of Tuberculosis and Rifampicin Resistance: Xpert MTB/RIF Assay for the Diagnosis of Pulmonary and Extrapulmonary TB in Adults and Children." (2013). World Health Organization (WHO).
Seda Yerlikaya et al., “Pulmonary Tuberculosis Detection With MiniDock MTB Using Swab Samples,” New England Journal of Medicine 394, no. 17 (April 29, 2026): 1710–22, https://doi.org/10.1056/nejmoa2509761.
"WHO recommends near point-of-care tests, tongue swabs, and sputum pooling for TB diagnosis." WHO. Diakses Mei 2026.