Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini 11 Provinsi Prioritas Penanganan TBC di Indonesia

Ini 11 Provinsi Prioritas Penanganan TBC di Indonesia
ilustrasi batuk akibat tuberkulosis/TBC (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Pemerintah menetapkan 11 provinsi prioritas penanganan TBC untuk mempercepat eliminasi penyakit, berdasarkan tingginya beban kasus dan kebutuhan percepatan program pengendalian di daerah.
  • Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyebut sudah ada 5.315 desa dan kelurahan siaga TBC dari total 16.045 di wilayah prioritas sebagai strategi deteksi dini dan pendampingan pasien.
  • Pemerintah mendorong peran aktif kepala daerah hingga masyarakat serta integrasi program TBC dalam perencanaan daerah guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dan efektivitas pengendalian nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemerintah menetapkan 11 provinsi sebagai wilayah prioritas dalam penanganan tuberkulosis (TBC) guna mempercepat target eliminasi penyakit menular tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kasus TBC di sejumlah daerah yang membutuhkan intervensi lebih cepat dan terfokus.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menjelaskan, penetapan wilayah prioritas didasarkan pada beban kasus yang tinggi serta kebutuhan percepatan program pengendalian di daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan TBC secara nasional.

Adapun 11 provinsi yang menjadi fokus penanganan meliputi:

  • DKI Jakarta, Banten.
  • Jawa Barat.
  • Jawa Tengah.
  • Jawa Timur.
  • Sulawesi Selatan.
  • Sumatra Utara.
  • Nusa Tenggara Timur.
  • Sumatera Selatan.
  • DI Yogyakarta.
  • Lampung.

"Di 11 provinsi prioritas ini, kami terus mendorong percepatan program penanggulangan TBC secara terintegrasi, termasuk melalui pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC,” ujar Wiyagus dalam konferensi pers Hari TBC Sedunia 2026 pada Senin (6/4/2026) di Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk sekitar 5.315 desa dan kelurahan siaga TBC dari total 16.045 desa yang ada di wilayah prioritas tersebut. Program ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat deteksi dini sekaligus pendampingan pasien di tingkat komunitas.

Menurut Wiyagus, pendekatan berbasis wilayah menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian TBC. Penanganan penyakit ini tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga ke tingkat desa.

"Peran kepala daerah, camat, hingga kepala desa sangat penting sebagai ujung tombak dalam edukasi, skrining, dan pendampingan pasien TBC,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk mengintegrasikan program penanganan TBC ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya eliminasi TBC lebih optimal dan berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More
Apakah Bisul Bisa Menular?

Apakah Bisul Bisa Menular?

08 Apr 2026, 07:48 WIBHealth