Penjara kerap luput dari perhatian dalam diskusi kesehatan masyarakat, padahal temuan terbaru menunjukkan beban infeksi menular seksual (IMS) bakteri di lingkungan ini secara konsisten masih tinggi.
Sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis terhadap lebih dari 200 studi melaporkan prevalensi klamidia, gonore, dan sifilis yang “tetap tinggi” di penjara di berbagai belahan dunia.
Studi yang dipimpin peneliti dari McGill University ini menganalisis data dari 206 penelitian yang mencakup sekitar 1,4 juta orang yang dipenjara di 43 negara. Sebagian besar studi berasal dari Amerika Utara serta Amerika Tengah dan Selatan, dan mayoritas dilakukan di negara berpendapatan tinggi dan menengah. Populasi yang diteliti mencakup remaja usia 10–19 tahun hingga orang dewasa.
Para penulis menggarisbawahi bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama mengategorikan orang yang berada di penjara dan lingkungan tertutup lainnya sebagai kelompok kunci dalam respons global terhadap IMS dan infeksi yang ditularkan melalui darah. Namun, bukti sebelumnya sering kali terfragmentasi dan sulit digeneralisasi. Tinjauan besar ini membantu menutup celah tersebut dengan gambaran yang lebih menyeluruh.
