ilustrasi sirup (vecteezy.com/Cindhy Ade)
Masalah utama bukan hanya pada jumlah dalam satu gelas, tetapi pada seberapa sering sirup dikonsumsi dalam sehari. Minum sedikit tetapi berulang kali tetap berpotensi meningkatkan total asupan gula secara signifikan. Banyak orang tidak menyadari hal ini karena merasa hanya minum dalam jumlah kecil setiap kali. Padahal jika dijumlahkan, hasilnya bisa jauh lebih besar dari perkiraan.
Membatasi frekuensi minum adalah langkah yang lebih realistis dibandingkan dengan melarang diri sepenuhnya. Misalnya, cukup satu hingga dua kali dalam sehari, lalu selebihnya beralih ke air putih atau minuman tanpa gula. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati suasana Lebaran tanpa harus khawatir berlebihan. Kontrol sederhana ini membantu menjaga kondisi tubuh tetap nyaman hingga hari perayaan selesai.
Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan, selama konsumsi sirup dilakukan dengan cara yang lebih bijak. Tips aman konsumsi sirup saat Lebaran yang bisa kamu lakukan adalah mengatur porsi, waktu minum, hingga frekuensinya. Dengan langkah kecil yang konsisten, tubuh tetap terasa ringan meski banyak hidangan manis tersaji. Jadi, masih ingin minum sirup tanpa kontrol atau mulai lebih sadar dari sekarang?
Referensi:
"Tips to Stay Healthy During Eid" Kemkes. Diakses pada Maret 2026
"UGM Expert Warns Against Excessive Sugary Foods When Breaking the Fast" UGM. Diakses pada Maret 2026
"Nine tips for a healthy Eid ul-Fitr" Diabetes Australia. Diakses pada Maret 2026