Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Tips Mencegah Asam Lambung Naik saat Lebaran, biar Gak Tersiksa!
ilustrasi makan bersama saat Lebaran (freepik.com/rawpixel.com)
  • Pola makan dan porsi jadi faktor utama pemicu asam lambung naik.

  • Jenis makanan khas Lebaran (berlemak, pedas) bisa memperparah gejala.

  • Kebiasaan setelah makan, seperti langsung rebahan, meningkatkan risiko.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebaran erat dengan hidangan yang kaya akan rasa namun bersantan, berlemak, dan sering kali disantap dalam porsi besar. Saat kumpul Lebaran, kontrol terhadap pola makan sering melonggar. Bagi sebagian orang, ini bukan cuma kekenyangan, tetapi juga risiko asam lambung naik.

Kondisi ini, dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD), terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn). Meski umum terjadi, tetapi gejala ini bisa sangat mengganggu. Agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa khawatir kambuh, ini strategi yang bisa kamu terapkan.

1. Hindari makan dalam porsi besar sekaligus

Makan dalam jumlah besar membuat lambung teregang dan meningkatkan tekanan, sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

Porsi besar merupakan salah satu pemicu utama refluks asam.

2. Makan perlahan, jangan terburu-buru

Makan cepat membuat udara ikut tertelan dan meningkatkan tekanan di lambung. Selain itu, tubuh tidak sempat mengenali rasa kenyang.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan cepat berkaitan dengan peningkatan risiko GERD.

3. Batasi makanan tinggi lemak dan santan

ilustrasi ketupat, sayur pepaya muda, semur tahu, telur pindang, opor ayam, acar ketimun, dan rendang (commons.wikimedia.org/Midori)

Makanan berlemak tinggi, seperti opor dan rendang, dapat memperlambat pengosongan lambung dan melemahkan katup esofagus bagian bawah.

Kandungan lemak yang tinggi merupakan salah satu pemicu utama refluks asam.

4. Waspadai makanan pedas dan asam

Sambal, acar, dan makanan asam bisa mengiritasi lapisan kerongkongan dan memperparah gejala.

Meski tidak selalu menyebabkan GERD, tetapi jenis makanan ini sering memperburuk keluhan pada orang yang sensitif.

5. Jangan langsung rebahan setelah makan

Berbaring setelah makan membuat gravitasi tidak lagi membantu menahan asam di lambung. Kamu disarankan untuk memberi jeda setidaknya 2–3 jam sebelum berbaring.

6. Jangan mengenakan pakaian yang ketat

ilustrasi celana ketat (freepik.com/freepik)

Tekanan pada perut, misalnya dari celana ketat atau sabuk, dapat mendorong asam lambung naik. Hal ini sering kali tidak disadari, padahal efeknya cukup signifikan, terutama setelah makan besar.

7. Batasi minuman berkafein dan bersoda

Kopi, teh, dan minuman bersoda dapat meningkatkan produksi asam lambung atau memicu relaksasi katup esofagus. Minuman ini termasuk pemicu umum refluks asam.

8. Tetap aktif setelah makan

Duduk diam terlalu lama bisa memperlambat pencernaan. Aktivitas ringan membantu pergerakan makanan dalam saluran cerna.

Cukup dengan jalan santai 10–15 menit dapat membantu mengurangi risiko refluks.

9. Kenali dan hindari pemicu pribadi

Setiap orang bisa memiliki pemicu berbeda, seperti cokelat, gorengan, atau minuman tertentu.

Pendekatan personal ini penting karena GERD tidak selalu dipicu oleh makanan yang sama pada setiap individu.

10. Kelola stres selama Lebaran

ilustrasi perempuan mengalami stres (pexels.com/Mikhail Nilov)

Stres dapat memperburuk gejala GERD dengan memengaruhi sensitivitas saluran cerna dan produksi asam.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis berperan dalam memperparah gejala refluks.

Kabar baiknya, asam lambung naik saat Lebaran bisa dicegah. Sebagian besar pemicunya berasal dari kebiasaan yang bisa diubah, mulai dari porsi makan, jenis makanan, hingga aktivitas setelah makan. Dengan memahami pola tubuh dan menerapkan strategi sederhana, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran tanpa dihantui risiko asam lambung naik.

Referensi

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Acid Reflux (GER & GERD) in Adults.” Diakses Maret 2026.

Muzamil Khan et al., “Dietary Habits and Their Impact on Gastroesophageal Reflux Disease (GERD),” Cureus 16, no. 7 (July 27, 2024): e65552, https://doi.org/10.7759/cureus.65552.

American College of Gastroenterology. “Acid Reflux/GERD.” Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic. “GERD - Symptoms and Causes.” Diakses Maret 2026.

National Health Service. “Heartburn and Acid Reflux.” Diakses Maret 2026.

Nilanka Wickramasinghe et al., “The Association Between Symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease and Perceived Stress: A Countrywide Study of Sri Lanka,” PLoS ONE 18, no. 11 (November 9, 2023): e0294135, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0294135.

Editorial Team