Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Mencegah Mabuk Perjalanan Darat saat Mudik, Persiapkan Dirimu
ilustrasi mabuk perjalanan (freepik.com/freepik)
  • Mabuk perjalanan terjadi karena otak menerima sinyal gerakan yang saling bertentangan dari mata dan telinga bagian dalam.

  • Posisi duduk, pola makan sebelum perjalanan, dan fokus pandangan dapat memengaruhi risiko mabuk perjalanan.

  • Beberapa strategi seperti memilih kursi stabil, menghirup udara segar, dan konsumsi jahe dapat membantu mencegah gejala.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan darat saat mudik sering berarti duduk berjam-jam di mobil, bus, atau kendaraan lain. Perjalanan panjang ini bisa terasa tidak nyaman karena memicu mabuk perjalanan pada beberapa orang. Kamu termasuk?

Mabuk perjalanan biasanya ditandai dengan gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah. Kalau mengalaminya, tentu perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru terasa menyebalkan.

Memahami penyebabnya dapat membantu kamu mengambil langkah pencegahan. Dengan beberapa strategi sederhana, risiko mabuk perjalanan selama mudik sebenarnya bisa diminimalkan.

Mengapa mabuk perjalanan darat bisa terjadi?

Mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi ketika otak menerima sinyal yang saling bertentangan dari sistem sensorik tubuh. Mata, telinga bagian dalam, dan reseptor gerakan di otot serta sendi bekerja bersama untuk memberi tahu otak tentang posisi tubuh.

Konflik sinyal antara mata dan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam dapat memicu respons yang menyebabkan mual dan pusing.

Sebagai contoh, saat kamu membaca di mobil yang sedang bergerak, mata melihat halaman yang tampak diam, tetapi telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan. Perbedaan sinyal inilah yang membuat otak “bingung” dan memicu gejala mabuk perjalanan.

Menurut penelitian, respons ini berkaitan dengan sistem saraf otonom yang memicu mual dan perubahan keseimbangan tubuh.

Berikut ini tips mencegah mabuk perjalanan darat saat mudik.

1. Pilih posisi duduk yang paling stabil

Posisi duduk dapat memengaruhi intensitas gerakan yang dirasakan tubuh. Duduk di bagian kendaraan yang paling stabil dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan. Contohnya:

  • Kursi depan mobil.

  • Dekat sayap pada pesawat.

  • Bagian tengah bus.

Area-area ini biasanya mengalami gerakan yang lebih kecil dibanding bagian belakang kendaraan.

2. Fokuskan pandangan ke depan

ilustrasi perjalanan mudik dengan mobil (pexels.com/SplitShire)

Menatap objek yang stabil di kejauhan, seperti jalan di depan kendaraan, dapat membantu otak menyelaraskan sinyal dari mata dan telinga bagian dalam.

Sebaliknya, membaca buku atau melihat layar ponsel saat kendaraan bergerak dapat memperburuk konflik sensorik.

Menjaga pandangan pada horizon dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan.

3. Hindari makanan berat sebelum perjalanan

Pola makan sebelum perjalanan juga dapat memengaruhi risiko mabuk perjalanan.

Makanan yang terlalu berat, berlemak, atau pedas dapat memperburuk rasa mual selama perjalanan.

Sebaliknya, makanan ringan seperti biskuit atau roti biasanya lebih mudah dicerna dan dapat membantu menjaga kenyamanan perut selama perjalanan.

4. Buka jendela untuk mendapatkan udara segar

ilustrasi membuka jendela mobil (pexels.com/Mikhail Volkov)

Udara segar dapat membantu mengurangi rasa mual.

Jika memungkinkan, buka sedikit jendela kendaraan atau gunakan ventilasi udara agar aliran udara tetap baik.

Udara segar dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan pada sebagian orang.

5. Konsumsi jahe

Jahe dikenal memiliki efek antimual alami.

Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi gejala mual pada beberapa kondisi, termasuk mabuk perjalanan.

Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Teh jahe.

  • Permen jahe.

  • Suplemen jahe.

6. Istirahatkan mata dari layar

ilustrasi menikmati pemandangan saat perjalanan mudik (unsplash.com/Eldar Nazarov)

Menggunakan ponsel atau membaca dalam waktu lama saat kendaraan bergerak dapat memperparah mabuk perjalanan.

Memberi waktu istirahat pada mata dan memfokuskan pandangan ke luar kendaraan dapat membantu mengurangi konflik sensorik yang memicu gejala.

7. Gunakan obat jika diperlukan

Jika kamu sering mengalami mabuk perjalanan, dokter dapat merekomendasikan obat tertentu seperti dimenhydrinate atau meclizine. Obatan ini bekerja dengan memengaruhi sistem keseimbangan dan pusat mual di otak. Namun, obat sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dokter atau label penggunaan.

Mabuk perjalanan cukup umum terjadi saat perjalanan darat, termasuk selama mudik yang sering melibatkan perjalanan panjang. Namun, dengan beberapa langkah sederhana, risiko mabuk perjalanan dapat dikurangi. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik bisa terasa jauh lebih nyaman dan menyenangkan.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “Balance Disorders.” Diakses Maret 2026.

Cleveland Clinic. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

E Ernst and M H Pittler, “Efficacy of Ginger for Nausea and Vomiting: A Systematic Review of Randomized Clinical Trials,” British Journal of Anaesthesia 84, no. 3 (March 1, 2000): 367–71, https://doi.org/10.1093/oxfordjournals.bja.a013442.

Golding, John F. “Motion Sickness Susceptibility.” Autonomic Neuroscience 129, no. 1–2 (August 25, 2006): 67–76. https://doi.org/10.1016/j.autneu.2006.07.019.

U.S. Food and Drug Administration. “Over-the-Counter Medicines for Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

Editorial Team