ilustrasi pasien berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/pressfoto)
Jika serangan sering terjadi, pengobatan medis dari dokter mungkin diperlukan, seperti:
Untuk pasien dengan gout berulang, penting untuk mendapatkan terapi jangka panjang. Jangan menghentikan atau memulai obat tanpa konsultasi dokter.
Untuk mengelola kadar asam urat setelah Lebaran, kamu perlu menyesuaikan pola makan dan gaya hidup. Langkah sederhana seperti minum cukup air, mengurangi makanan tinggi purin, dan menjaga aktivitas fisik dapat memberikan dampak besar. Dengan pendekatan yang konsisten, risiko serangan gout bisa diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Referensi
Choi, Hyon K., Karen Atkinson, Elizabeth W. Karlson, Walter Willett, and Gary Curhan. “Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men.” New England Journal of Medicine 350, no. 11 (March 10, 2004): 1093–1103. https://doi.org/10.1056/nejmoa035700.
National Kidney Foundation. “Uric Acid Stones.” Diakses Maret 2026.
Hyon K. Choi, Walter Willett, and Gary Curhan, “Fructose-Rich Beverages and Risk of Gout in Women,” JAMA 304, no. 20 (November 10, 2010): 2270, https://doi.org/10.1001/jama.2010.1638.
Pascal Richette et al., “Weight Loss, Xanthine Oxidase, and Serum Urate Levels: A Prospective Longitudinal Study of Obese Patients,” Arthritis Care & Research 68, no. 7 (November 25, 2015): 1036–42, https://doi.org/10.1002/acr.22798.
John D. FitzGerald et al., “2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout,” Arthritis Care & Research 72, no. 6 (May 11, 2020): 744–60, https://doi.org/10.1002/acr.24180.
Tivya Kulasegaran and Nicola Dalbeth, “Dietary Management of Gout: What Is the Evidence?,” The American Journal of Medicine 130, no. 1 (December 14, 2016): e37, https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2016.08.045.