Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Tips Mudik Lebaran bagi Pasien Diabetes, Planning adalah Kunci
ilustrasi persiapan mudik Lebaran dan traveling untuk pasien diabetes (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Perjalanan jauh dapat memengaruhi kadar gula darah, pola makan, dan jadwal obat pada pasien diabetes.

  • Persiapan seperti membawa obat, alat cek gula darah, dan makanan sehat sangat penting selama perjalanan.

  • Aktivitas ringan, hidrasi yang cukup, dan pengaturan waktu makan membantu menjaga kadar gula tetap stabil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mudik Lebaran merupakan tradisi di Tanah Air, perjalanan panjang untuk berkumpul dengan keluarga sering melibatkan perubahan rutinitas, mulai dari jadwal makan hingga waktu istirahat.

Bagi orang yang hidup dengan diabetes, perubahan ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Perjalanan jauh, keterbatasan akses makanan sehat, serta kelelahan dapat memengaruhi kontrol gula darah.

Manajemen diabetes sangat bergantung pada keseimbangan antara pola makan, aktivitas fisik, obat, dan pemantauan kadar gula darah. Ketika rutinitas berubah selama perjalanan, keseimbangan ini dapat terganggu. Karena itu, persiapan yang baik menjadi kunci agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman bagi pasien diabetes.

1. Periksa kesehatan sebelum berangkat

Sebelum melakukan perjalanan jauh, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Dokter dapat membantu memastikan kadar gula darah berada dalam kondisi stabil serta memberikan saran terkait penyesuaian obat selama perjalanan mudik.

Konsultasi sebelum perjalanan penting terutama jika perjalanan berlangsung lama atau melibatkan perubahan jadwal makan dan tidur. Langkah ini juga memberi kesempatan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang perlu diperhatikan selama perjalanan.

2. Bawa obat dan persediaan yang cukup

ilustrasi perangkat medis dan obat untuk diabetes (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Pasien diabetes sebaiknya selalu membawa obat dan perlengkapan medis dalam jumlah yang cukup. Beberapa perlengkapan yang penting antara lain:

  • Obat diabetes atau insulin.

  • Alat cek gula darah.

  • Strip tes.

  • Jarum insulin jika diperlukan.

Bawalah obat dalam tas pribadi, bukan disimpan di bagasi, untuk menghindari risiko kehilangan atau kerusakan.

Membawa persediaan tambahan juga penting jika terjadi keterlambatan perjalanan.

3. Jangan lewatkan waktu makan

Perjalanan jauh sering membuat jadwal makan menjadi tidak teratur. Padahal bagi pasien diabetes, menjaga waktu makan yang konsisten sangat penting untuk menjaga kestabilan gula darah.

Pola makan yang tidak teratur dapat meningkatkan fluktuasi kadar glukosa dalam darah. Jika perjalanan berlangsung lama, usahakan tetap makan dalam interval yang teratur dan tidak menunda makan terlalu lama.

4. Pilih camilan yang lebih sehat

Potret penumpang Kereta Cepat Whoosh yang hendak menaiki kereta. (dok. KCIC)

Selama perjalanan, pilihan makanan sering terbatas pada makanan cepat saji atau camilan tinggi gula. Untuk menghindari lonjakan gula darah, pasien diabetes sebaiknya membawa camilan sendiri.

Beberapa pilihan camilan yang relatif lebih aman antara lain:

  • Kacang tanpa tambahan gula.

  • Buah segar.

  • Yoghurt tanpa gula tambahan.

  • Biskuit gandum.

Pola makan seimbang yang rendah gula tambahan sangat penting dalam pengelolaan diabetes.

5. Tetap aktif selama perjalanan mudik

Duduk terlalu lama dapat memengaruhi sirkulasi darah dan sensitivitas insulin. Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk bergerak setiap beberapa jam, misalnya dengan berjalan sebentar saat berhenti di rest area.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ringan secara berkala dapat membantu meningkatkan kontrol glukosa darah pada orang dengan diabetes. Aktivitas sederhana ini juga membantu mengurangi risiko pembekuan darah selama perjalanan panjang.

6. Minum air yang cukup

ilustrasi botol tumbler berisi air (pexels.com/cottonbro studio)

Dehidrasi dapat memperburuk kontrol gula darah. Ketika tubuh kekurangan cairan, konsentrasi glukosa dalam darah dapat meningkat.

Hidrasi yang cukup merupakan bagian penting dari manajemen diabetes. Karena itu, penting untuk tetap minum air secara teratur selama perjalanan, terutama jika cuaca panas.

7. Pantau kadar gula darah secara berkala

Perjalanan jauh dapat memicu perubahan kadar gula darah akibat stres, kelelahan, atau perubahan pola makan. Karena itu, pemantauan gula darah secara berkala sangat dianjurkan.

Pemantauan rutin membantu pasien memahami bagaimana aktivitas, makanan, dan perjalanan memengaruhi kadar glukosa mereka. Dengan mengetahui perubahan ini lebih awal, pasien dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kadar gula tetap stabil.

8. Siapkan makanan atau minuman untuk hipoglikemia

ilustrasi camilan yang dibawa saat mudik (freepik.com/freepik)

Hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah dapat terjadi jika seseorang terlambat makan atau menggunakan obat diabetes tertentu. Jadi, pasien diabetes disarankan selalu membawa sumber gula cepat serap, seperti:

  • Tablet glukosa.

  • Jus buah.

  • Permen atau gula.

Penanganan hipoglikemia yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Memiliki persiapan ini dapat memberikan rasa aman selama perjalanan.

Mudik Lebaran tetap dapat dilakukan dengan aman oleh pasien diabetes selama ada persiapan yang matang. Perjalanan jauh memang dapat mengganggu rutinitas sehari-hari, tetapi risiko itu bisa diminimalkan dengan perencanaan yang baik.

Membawa obat yang cukup, menjaga pola makan, tetap aktif selama perjalanan, serta memantau kadar gula darah secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan. Dengan begitu, pasien diabetes dapat menikmati perjalanan mudik dan berkumpul dengan keluarga dengan sehat dan aman.

Referensi

International Diabetes Federation. "IDF Diabetes Atlas." Diakses Maret 2026.

American Diabetes Association. “Standards of Medical Care in Diabetes.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Traveling with Diabetes.” Diakses Maret 2026.

Roxana Paola Gómez-Ruiz et al., “Meal Frequency Strategies for the Management of Type 2 Diabetes Subjects: A Systematic Review,” PLoS ONE 19, no. 2 (February 29, 2024): e0298531, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0298531.

World Health Organization. “Diabetes.” Diakses Maret 2026.

Jennifer T. Gale et al., “Breaking up Evening Sitting With Resistance Activity Improves Postprandial Glycemic Response: A Randomized Crossover Study,” Medicine & Science in Sports & Exercise 55, no. 8 (March 10, 2023): 1471–80, https://doi.org/10.1249/mss.0000000000003166.

Bernard M. F. M. Duvivier et al., “Benefits of Substituting Sitting With Standing and Walking in Free-Living Conditions for Cardiometabolic Risk Markers, Cognition and Mood in Overweight Adults,” Frontiers in Physiology 8 (June 8, 2017): 353, https://doi.org/10.3389/fphys.2017.00353.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Managing Diabetes.” Diakses Maret 2026.

Elizabeth R. Seaquist et al., “Hypoglycemia and Diabetes: A Report of a Workgroup of the American Diabetes Association and the Endocrine Society,” The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 98, no. 5 (April 16, 2013): 1845–59, https://doi.org/10.1210/jc.2012-4127.

Editorial Team