- Nyeri atau kram di kaki.
- Pembengkakan pada betis.
- Kulit terasa hangat atau kemerahan.
Risiko Kesehatan saat Mudik Naik Bus atau Kereta

Transportasi umum seperti bus dan kereta meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan, terutama saat perjalanan panjang dan kondisi padat.
Duduk terlalu lama selama perjalanan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis/DVT), terutama pada orang dengan faktor risiko tertentu.
Dehidrasi, kelelahan, dan gangguan pencernaan juga sering terjadi selama perjalanan jarak jauh.
Bus dan kereta adalah pililhan transportasi mudik banyak orang. Sepanjang perjalanan, orang-orang duduk berdekatan, berbagi ruang terbatas selama berjam-jam, bahkan hingga semalaman. Situasi ini membuat perjalanan terasa hangat dan penuh cerita, tetapi juga membawa sejumlah risiko kesehatan yang sering tidak disadari.
Mobilitas tinggi, ruang tertutup, serta waktu perjalanan yang panjang dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama jika kamu tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat.
Perjalanan jarak jauh dengan transportasi umum dapat meningkatkan risiko tertentu, mulai dari penularan penyakit hingga gangguan sirkulasi darah akibat duduk terlalu lama. Memahami risiko ini membantu kamu sebagai pemudik mengambil langkah pencegahan yang tepat agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
1. Penularan penyakit pernapasan
Salah satu risiko kesehatan yang paling sering terjadi selama perjalanan mudik dengan transportasi umum adalah penularan penyakit pernapasan.
Bus dan kereta sering kali menjadi ruang tertutup dengan banyak orang di dalamnya. Ketika seseorang batuk atau bersin, droplet yang mengandung virus atau bakteri dapat menyebar ke orang lain di sekitarnya.
Penyakit pernapasan seperti influenza, COVID-19, dan campak dapat menyebar melalui droplet dan aerosol di ruang tertutup, terutama jika ventilasi terbatas.
Selain itu, kepadatan penumpang dan durasi perjalanan juga dapat meningkatkan kemungkinan penularan penyakit pernapasan di transportasi umum.
2. Risiko deep vein thrombosis (DVT)

Duduk dalam waktu lama selama perjalanan jarak jauh dapat memengaruhi aliran darah di kaki. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko deep vein thrombosis (DVT), yaitu pembentukan bekuan darah di pembuluh darah dalam.
Perjalanan lebih dari empat jam dapat meningkatkan risiko DVT, terutama pada orang dengan faktor risiko seperti obesitas, kehamilan, usia lanjut, atau riwayat gangguan pembekuan darah.
Studi besar menemukan bahwa risiko pembekuan darah meningkat pada perjalanan panjang karena kurangnya pergerakan otot kaki yang membantu sirkulasi darah.
Gejala DVT dapat meliputi:
Walaupun jarang terjadi, tetapi kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi emboli paru, yaitu ketika bekuan darah berpindah ke paru-paru.
3. Dehidrasi
Perjalanan panjang sering membuat orang lupa minum air. Beberapa orang bahkan sengaja mengurangi minum agar tidak perlu sering ke toilet selama perjalanan.
Padahal, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga fungsi fisiologis, termasuk sirkulasi darah, suhu tubuh, dan fungsi organ.
Dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, pusing, dan penurunan konsentrasi. Kondisi ini bisa membuat perjalanan terasa lebih melelahkan dari seharusnya.
4. Gangguan pencernaan

Perubahan pola makan selama perjalanan juga dapat memicu masalah pencernaan.
Makanan cepat saji di terminal atau stasiun sering kali tinggi lemak, garam, dan gula. Selain itu, jadwal makan yang tidak teratur dapat memicu gangguan seperti:
- Perut kembung.
- Sembelit.
- Diare.
- Asam lambung meningkat.
Perubahan pola makan dan stres selama perjalanan dapat memengaruhi motilitas usus dan memicu gangguan pencernaan sementara.
5. Nyeri otot dan punggung
Duduk lama dengan posisi yang tidak ergonomis dapat menyebabkan nyeri punggung, leher, dan bahu.
Penelitian menunjukkan, duduk dalam waktu lama tanpa dukungan punggung yang baik dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang bagian bawah.
Kondisi ini sering terjadi pada perjalanan panjang dengan kursi yang sempit atau ruang kaki yang terbatas.
Cara mengurangi risiko kesehatan saat perjalanan

Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan selama perjalanan dengan bus atau kereta:
- Bangun dan bergerak setiap 1–2 jam jika memungkinkan.
- Minum air secara teratur untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan masker di ruang padat untuk mengurangi risiko infeksi.
- Cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.
- Lakukan peregangan kaki ringan saat duduk.
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menjaga sirkulasi darah dan mengurangi risiko gangguan kesehatan selama perjalanan.
Perjalanan mudik dengan bus atau kereta menawarkan kenyamanan dan kemudahan. Namun, perjalanan panjang dalam ruang terbatas juga membawa sejumlah risiko kesehatan, mulai dari penularan penyakit pernapasan hingga gangguan sirkulasi darah akibat duduk terlalu lama. Menjaga kebersihan tangan, tetap aktif bergerak, serta memastikan tubuh terhidrasi dengan baik, perjalanan mudik dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman.
Referensi
World Health Organization. “Public Health Advice for Mass Gatherings and Travel.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Respiratory Virus Transmission.” Diakses Maret 2026.
Joy Troko et al., “Is Public Transport a Risk Factor for Acute Respiratory Infection?,” BMC Infectious Diseases 11, no. 1 (January 14, 2011): 16, https://doi.org/10.1186/1471-2334-11-16.
World Health Organization. "WHO Research into Global Hazards of Travel (WRIGHT Project): Final Report of Phase I." Diakses Maret 2026.
Cannegieter, Suzanne C, Carine J. M Doggen, Hans C Van Houwelingen, and Frits R Rosendaal. “Travel-Related Venous Thrombosis: Results From a Large Population-Based Case Control Study (MEGA Study).” PLoS Medicine 3, no. 8 (August 16, 2006): e307. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0030307.
European Food Safety Authority. “Dietary Reference Values for Water.” Diakses Maret 2026.
Dominic Butler, Ramona McLoughlin, and Gerard T. Flaherty, “Travel‐related Gastrointestinal Diseases: Assessment and Management,” Public Health Challenges 1, no. 4 (November 2, 2022): e30, https://doi.org/10.1002/puh2.30.
Margarita Vergara and Álvaro Page, “Relationship Between Comfort and Back Posture and Mobility in Sitting-posture,” Applied Ergonomics 33, no. 1 (January 1, 2002): 1–8, https://doi.org/10.1016/s0003-6870(01)00056-4.
![[QUIZ] Detoks Media Sosial, Kamu Perlu 1 Hari, 1 Minggu, atau 1 Bulan?](https://image.idntimes.com/post/20260108/fpkdl_3bd58e8e-a2d0-4996-85f9-dce3924b9c70.jpg)















![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok CrossFit atau HYROX? Tes Sekarang!](https://image.idntimes.com/post/20251217/1000005207_e2b3719c-9ff4-4462-9e88-b9845a2f868d.jpg)

