ilustrasi smartwatch (unsplash.com/April Laugh)
Diet kini tak lagi berdiri sendiri, banyak hal yang bisa mendukungnya. Smartwatch, aplikasi nutrisi berbasis akal imitasi (AI), dan perangkat kesehatan rumahan membantu orang memahami dampak pola makannya secara real time.
Teknologi ini membantu membaca tren tidur, stres, aktivitas fisik, hingga respons fisiologis terhadap makanan tertentu. Diet menjadi bagian dari ekosistem kesehatan personal.
Pendekatan ini juga mengurangi beban mental diet, karena keputusan makan didukung data, bukan rasa bersalah atau mitos.
Dalam praktik medis, integrasi data ini membuka peluang intervensi nutrisi yang lebih presisi dan preventif.
Diet sehat makin ke sini makin menjauhi pola ekstrem/ketat, seragam, dan penuh pantangan. Tujuan utamanya adalah personalisasi, keberlanjutan, dan kesehatan metabolik jangka panjang, bukan hasil instan. Pola makan sehat esensinya adalah kolaborasi antara tubuh, sains, dan gaya hidup. Teknologi dan riset medis membantu membuat proses ini lebih rasional dan manusiawi.
Jika resolusi sehat kamu berkali-kali gagal, pola makan di atas mungkin bisa kamu coba. Akan lebih personal lagi jika kamu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, sehingga kamu tahu pola makan seperti apa yang paling cocok buat kamu.
Referensi
David Zeevi et al., “Personalized Nutrition by Prediction of Glycemic Responses,” Cell 163, no. 5 (November 1, 2015): 1079–94, https://doi.org/10.1016/j.cell.2015.11.001.
Sarah E. Berry et al., “Human Postprandial Responses to Food and Potential for Precision Nutrition,” Nature Medicine 26, no. 6 (June 1, 2020): 964–73, https://doi.org/10.1038/s41591-020-0934-0.
Patrick J Stover and Janet C King, “More Nutrition Precision, Better Decisions for the Health of Our Nation,” Journal of Nutrition 150, no. 12 (August 25, 2020): 3058–60, https://doi.org/10.1093/jn/nxaa280.
Scott M. Grundy et al., “Diagnosis and Management of the Metabolic Syndrome,” Circulation 112, no. 17 (September 13, 2005): 2735–52, https://doi.org/10.1161/circulationaha.105.169404.
Rachel P. Wildman et al., “The Obese Without Cardiometabolic Risk Factor Clustering and the Normal Weight With Cardiometabolic Risk Factor Clustering,” Archives of Internal Medicine 168, no. 15 (August 11, 2008): 1617, https://doi.org/10.1001/archinte.168.15.1617.
"Biomarkers predict weight loss, suggest personalized diets." Stanford Medicine. Diakses Desember 2025.
Panda, Satchidananda. "The Circadian Code." New York: Rodale Books, 2018.
Chaix, Amandine, et al. “Time-Restricted Eating to Prevent and Manage Chronic Metabolic Diseases.” Annual Review of Nutrition 39 (2019): 291–315.
https://doi.org/10.1146/annurev-nutr-082018-124320.
Valdes, Ana M., et al. “Role of the Gut Microbiota in Nutrition and Health.” BMJ 361 (2018): k2179.
https://doi.org/10.1136/bmj.k2179
Sonnenburg, Erica D., and Justin L. Sonnenburg. The Good Gut. New York: Penguin Press, 2015.
“The Microbiome and Diet.” Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Desember 2025.
Calder, Philip C., et al. “Dietary Factors and Low-Grade Inflammation.” British Journal of Nutrition 106, no. S3 (2011): S5–S78.
https://doi.org/10.1017/S0007114511005460.
Galland, Leo. “Diet and Inflammation.” Nutrition in Clinical Practice 25, no. 6 (2010): 634–640.
https://doi.org/10.1177/0884533610385703.
“Foods That Fight Inflammation.” Harvard Health Publishing. Diakses Desember 2025.
Piwek, Lukasz, et al. “The Rise of Consumer Health Wearables.” PLOS Medicine 13, no. 2 (2016): e1001953.
https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001953.
Steinhubl, Steven R., et al. “Digital Medicine and Consumer Wearables.” NPJ Digital Medicine 1 (2018): 32.
https://doi.org/10.1038/s41746-018-0020-1.
Topol, Eric. "Deep Medicine: How Artificial Intelligence Can Make Healthcare Human Again." New York: Basic Books, 2019.