Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Botol vaksin COVID-19 mRNA-1273 atau Spikevax, produksi Moderna.
Botol vaksin COVID-19 mRNA-1273 atau Spikevax, produksi Moderna. (IDN Times/Alfonsus Adi Putra)

Intinya sih...

  • Vaksin COVID-19 Moderna terbaru efektif menurunkan risiko rawat inap hingga sekitar 53 persen.

  • Perlindungan paling terasa pada lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

  • Vaksin tahunan memberi perlindungan tambahan, meski efektivitas bisa menurun seiring waktu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebuah studi observasional berskala besar di Amerika Serikat (AS) memberi gambaran terbaru tentang efektivitas vaksin COVID-19 Moderna pada musim 2024–2025. Data menunjukkan bahwa vaksin versi terbaru ini tetap memberikan perlindungan yang bermakna, terutama dalam mencegah kondisi COVID-19 yang cukup berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Penelitian ini menganalisis klaim layanan kesehatan dan rekam medis elektronik dari hampir 600 ribu orang dewasa. Hasilnya, vaksin Moderna yang diperbarui, yang dirancang untuk menargetkan varian Omicron KP.2, terbukti 39 persen efektif dalam mencegah COVID-19 yang memerlukan penanganan medis, dan sekitar 53 persen efektif dalam mencegah rawat inap.

Angka ini mungkin tidak terdengar sempurna, tetapi dalam konteks penyakit yang terus bermutasi, perlindungan setingkat ini bisa menjadi pembeda antara sakit ringan dan kondisi yang mengancam nyawa.

Perlindungan nyata bagi kelompok berisiko

Mayoritas peserta studi berusia rata-rata 63 tahun, dan sekitar 70 persen di antaranya memiliki penyakit penyerta seperti asma, diabetes, kanker, atau penyakit paru kronis. Kelompok ini dikenal paling rentan mengalami COVID-19 berat.

Menariknya, perlindungan vaksin terlihat konsisten di berbagai subkelompok—termasuk lansia dan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Bahkan setelah masa tindak lanjut diperpanjang hingga sekitar empat bulan, efektivitas vaksin dalam mencegah rawat inap masih bertahan di kisaran 45 persen.

Temuan ini memperkuat pesan lama yang masih relevan, bahwa vaksin bukan sekadar soal mencegah infeksi, tetapi tentang mengurangi dampak terburuk ketika tubuh terpapar virus penyebab COVID-19.

Kenapa vaksin COVID-19 tahunan masih penting?

ilustrasi vaksin COVID-19 Moderna (unsplash.com/Ian Hutchinson)

Lebih dari 70 persen peserta penelitian ternyata sudah menerima vaksin Moderna musim sebelumnya. Ini memberi petunjuk penting bahwa vaksin COVID-19 bekerja secara bertahap—setiap dosis tahunan menambah lapisan perlindungan, bukan menggantikannya.

Para peneliti mengakui keterbatasan studi ini karena bersifat observasional. Ada kemungkinan orang yang divaksinasi memang lebih peduli pada kesehatan atau lebih mudah mengakses layanan medis. Namun, berbagai metode analisis digunakan untuk meminimalkan bias tersebut.

Kesimpulan akhirnya cukup tegas, bahwa vaksin COVID-19 Moderna 2024–2025 memberikan perlindungan tambahan dan nyata terhadap rawat inap dan penyakit COVID-19 yang memerlukan penanganan medis. Di tengah menurunnya minat vaksinasi, temuan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dibangun dari vaksin tahunan, terutama akan sangat bermanfaat bagi lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Referensi

Nevena Vicic et al., “Evaluating the Effectiveness of 2024–2025 Seasonal mRNA-1273 Vaccination Against COVID-19-Related Hospitalizations and Medically Attended COVID-19 Among Adults Aged ≥ 18 Years in the United States: An Observational Matched Cohort Study,” Infectious Diseases and Therapy, January 10, 2026, https://doi.org/10.1007/s40121-025-01292-2.

Editorial Team