ilustrasi suplemen vitamin (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
Vitamin C dan D masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda dalam peranannya mendukung sistem kekebalan tubuh. Keduanya saling terkait satu sama lain meski tidak berada dalam jalur kerja yang sama. Jadi, tidak ada yang lebih baik antara vitamin C dan D dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, keduanya saling bersinergi dan berjalan beriringan.
Laman Verywell Health menjelaskan, vitamin D membantu fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan dan menurunkan risiko terkena infeksi tertentu, terutama pada orang yang memiliki kadar vitamin D rendah. Vitamin C mendukung aktivitas sel imun dan dapat mengurangi gejala dan durasi sakit. Jadi, alih-alih membandingkan, kedua vitamin tersebut akan lebih efektif jika dikonsumsi secara teratur untuk memenuhi kebutuhannya.
Vitamin D bekerja bertahap dari waktu ke waktu. Jadi, menjaga kadarnya secara cukup sepanjang tahun sangat penting. Sementara itu, vitamin C dapat memberi bantuan saat sedang sakit, akan tetapi vitamin ini akan bekerja lebih baik jika dikonsumsi secara teratur daripada menunggu gejala muncul.
Vitamin C dan D, keduanya dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan baik. Tidak ada yang lebih baik di antaranya, karena vitamin C dan D bekerja beriringan satu sama lain dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Referensi
“Citanjn C vs. D: Which Shoukd You Take for Immune Support?”. Verywell Health. Diakses Maret 2026.
“Vitamin D vs. C: Which Is Better dor Immunity?”. Health. Diakses Maret 2026.
“Myths and Truth about Vitamin C”. Harvard Health Publishing. Diakses Maret 2026.
“The impact of vitamin D, vitamin C, and zinc supplements on immune status among Jordanian adults during COVID-19: cross-sectional study findings”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.
“Vitamin D and The Immune System”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.