Prof. Aru menjelaskan bahwa mekanisme kanker akibat rokok dapat dilihat bahwa asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk arsenik, benzena, dan formaldehida.
Sekitar 70 di antaranya bersifat karsinogenik dan dapat merusak gen dalam sel tubuh, sehingga berakibat pada kerusakan DNA. Selain itu, gen yang rusak menyebabkan sel berkembang secara tidak normal dan membentuk tumor kanker.
Perlu diperhatikan juga bahwa tar dari rokok mengendap di paru-paru, menyebabkan kanker paru-paru dan menyebarkan zat beracun ke seluruh tubuh melalui darah.
Ada beberapa jenis kanker yang terkait dengan rokok, di antaranya:
Kanker paru-paru.
Kanker mulut dan tenggorokan (laring, orofaring).
Kanker kerongkongan.
Kanker kandung kemih.
Kanker pankreas.
Kanker ginjal.
Kanker serviks (leher rahim).
Beberapa jenis kanker darah (leukemia).
Selain kanker, rokok juga telah dikaitkan dengan berbagai penyakit lainnya, seperti:
Penyakit paru obstruktif kronis.
Penyakit jantung.
Stroke.
Asma.
Gangguan reproduksi pada perempuan.
Bayi prematur dan berat badan lahir rendah.
Diabetes.
Kebutaan, katarak, dan degenerasi makula terkait usia.