ilustrasi menstruasi (pexels.com/www.kaboompics.com)
Perubahan hormon saat menstruasi, ovulasi, atau kehamilan dapat memengaruhi aroma vagina. Konsumsi makanan tertentu, seperti bawang, kopi, serta makanan tinggi rempah, juga dapat memengaruhi bau tubuh secara keseluruhan. Selain itu, obat-obatan tertentu dan kondisi kesehatan seperti diabetes dapat berperan dalam perubahan aroma.
Perubahan ini biasanya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah faktor pemicu hilang. Jika aroma berubah disertai gejala lain, pemeriksaan medis tetap dianjurkan untuk memastikan tidak terjadi infeksi. Pemantauan kondisi tubuh menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan organ intim.
Bau vagina pada kondisi normal tidak memiliki kekuatan untuk menyebar hingga memenuhi ruangan, karena sifat molekulnya tidak mudah menguap serta sangat dipengaruhi oleh jarak dan lingkungan. Meski begitu, bau vagina bisa menyebar dan menjadi tajam, menetap, atau disertai keluhan lain. Jika sudah terjadi seperti ini, maka kamu perlu waspada. Pemahaman yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan wanita tanpa rasa cemas berlebihan, karena banyak kekhawatiran sebenarnya berasal dari mitos, bukan fakta medis. Jadi, sudahkah kamu mengenali perbedaan antara bau normal dan tanda masalah kesehatan?
Referensi:
"Vaginal Odor" Cleveland Clinic. Diakses pada Februari 2026
"What Different Vaginal Smells Mean for Your Health" Healthline. Diakses pada Februari 2026
"Vaginal Odor : Types, Causes, Diagnosis and Treatment" Narayana Health. Diakses pada Februari 2026
"Common Vaginal Odors | Women's Medical Associates of Nashville" WMA of Nashville. Diakses pada Februari 2026