Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi haid tidak teratur (freepik.com/wayhomestudio)
ilustrasi haid tidak teratur (freepik.com/wayhomestudio)

Haid yang tak teratur sering kali menyebabkan kecemasan, terutama bagi perempuan yang baru pertama kali berhubungan seks. Banyak perempuan muda bertanya-tanya, apakah ini normal, berbahaya, atau pertanda sesuatu yang serius. Kenapa haid tidak teratur setelah pertama kali berhubungan jadi hal yang perlu diperhatikan?

Peristiwa ini sangat erat dengan perubahan siklus menstruasi dan masalah kesehatan reproduksi dan bisa menyebabkan rasa panik. Nah, untuk menghindari terjebak dalam legenda atau ketakutan yang berlebihan, sangat penting untuk memahaminya. Yuk, pelajari ini secara menyeluruh, serta variabel yang mungkin memengaruhinya.

1. Apakah normal jika haid jadi berantakan setelah pertama kali berhubungan seks?

Illustrasi sakit perut saat haid. pexels.com/Andrea Piacquadio

Banyak perempuan muda terkejut ketika siklus haid mereka tiba-tiba berubah setelah berhubungan intim untuk pertama kalinya. Kamu mungkin bingung apakah perubahan ini disebabkan oleh aktivitas seksual atau karena alasan lain yang lebih serius. Perlu diketahui bahwa siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur karena tubuh perempuan sangat sensitif terhadap perubahan fisik dan emosional.

Namun, tak semua perubahan ini harus menjadi perhatian. Haid datang lebih cepat, lebih lambat, atau jumlah darah yang keluar berbeda dapat disebabkan oleh stres, kelelahan, atau bahkan perubahan dalam pola tidur. Jadi, jika haidmu tidak teratur saat pertama kali berhubungan seks, itu bisa jadi normal. Namun, penting untuk memperhatikan pola tubuh kamu ke depannya.

2. Faktor psikologis yang sering menjadi pemicu

ilustrasi nyeri haid (pexels.com/Polina Zimmerman)

Setelah pertama kali berhubungan, banyak perempuan mengalami kecemasan atau bahkan ketakutan. Perasaan ini dapat sangat memengaruhi bagaimana hormon tubuh bekerja. Hipotalamus, bagian otak yang mengatur siklus menstruasi, dapat dipengaruhi oleh stres emosional. Stres emosional dapat menyebabkan haid datang lebih awal, lebih lama, atau bahkan terlambat.

Selain itu, kondisi ini juga dapat diperburuk oleh rasa bersalah, kekhawatiran hamil, atau ketakutan ketahuan orang lain. Pikiran yang selalu cemas dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi, meskipun kamu mungkin tak menyadarinya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mental, terutama setelah hubungan intim pertama, ya.

3. Perubahan yang terjadi pada tubuh kamu juga berpengaruh pada siklus haid

ilustrasi perempuan nyeri haid (unplash.com/Getty Images)

Selain alasan psikologis, perubahan fisik juga dapat menyebabkan haid yang tak teratur. Tubuh mengalami reaksi baru saat melakukan hubungan seksual, yang melibatkan organ reproduksi. Jika aktivitas ini tidak dilakukan dengan nyaman, itu dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, perubahan hormon, dan bahkan trauma pada dinding vagina.

Namun, kondisi ini dapat mempengaruhi siklus haid, meskipun biasanya berlangsung singkat. Selain itu, penggunaan kontrasepsi setelah hubungan seksual dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi, lho. Hal ini wajar dan biasanya akan kembali normal setelah beberapa bulan. Namun, penting untuk mengingat perubahan tubuhmu, ya.

4. Gaya hidup yang berubah setelah berhubungan

ilustrasi suami istri (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah pertama kali berhubungan, mungkin tanpa sadar gaya hidupmu ikut berubah. Misalnya, pola tidur yang tidak teratur, aktivitas fisik yang kurang, atau bahkan stres tambahan karena banyak hal baru dalam hidupmu. Semua itu bisa memengaruhi hormon yang mengatur menstruasi, nih.

Kurang tidur, kebiasaan makan tak teratur, hingga konsumsi kafein berlebihan juga bisa membuat siklus haidmu kacau, lho. Jadi, penting banget untuk menjaga pola hidup sehat agar tubuhmu tetap seimbang.

5. Kemungkinan kondisi medis yang perlu diwaspadai

ilustrasi nyeri di perut (pexels.com/Sora Shimazaki)

Kalau haid tak teratur berlangsung lebih dari tiga bulan, ini saatnya kamu lebih waspada. Kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau masalah hormonal lain bisa menjadi penyebab. Tanda lain yang perlu diperhatikan misalnya nyeri hebat, perdarahan sangat banyak, atau munculnya gejala lain seperti jerawat parah dan rambut rontok.

Selain itu, jangan lupakan kemungkinan kehamilan, lho. Jika kamu melakukan hubungan tanpa kontrasepsi, terlambat haid bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Tes kehamilan bisa membantu memastikan kondisi ini sebelum kamu panik terlalu jauh.

6. Efek penggunaan kontrasepsi

ilustrasi pil KB (pexels.com/Marta Branco)

Kamu mungkin mengalami gangguan siklus haid jika menggunakan kontrasepsi langsung setelah menikah, terutama kontrasepsi hormonal. Pil KB, suntik KB, atau bahkan kontrasepsi darurat dapat mengubah pola menstruasi.

Efeknya bisa berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari kehilangan haid yang lebih sedikit atau lebih banyak hingga kehilangan haid sama sekali. Meskipun kondisi ini biasanya tidak berbahaya, penting untuk diingat agar tidak kaget.

Sekarang kamu tahu bahwa setidaknya ada enam alasan kenapa haid tidak teratur setelah pertama kali berhubungan seksual. Meski tidak semua perubahan ini berbahaya, penting untuk selalu mengawasi tubuhmu, lho. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter jika ketidakteraturan bertahan lama atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu.

Referensi

“Menstrual cycle: What’s normal, what’s not.” Mayo Clinic. Diakses Agustus 2025.

“Is it normal for periods to stop after sex?” Ubie Health. Diakses Agustus 2025.

“Can having sex delay your period?” Verywell Health. Diakses Agustus 2025.

“Irregular periods after marriage: What to know.” Healthline. Diakses Agustus 2025.

“Abnormal uterine bleeding: FAQ.” ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists). Diakses Agustus 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team