Comscore Tracker

Benarkah Oral Seks Bisa Menyebabkan Kanker Tenggorokan?

Ada hubungan antara oral seks dan kanker tenggorokan

Oral seks biasa digunakan sebagai foreplay yang melibatkan ciuman, jilatan, atau isapan di area genital untuk kesenangan pasangan. Namun, terkadang ada kekhawatiran akan risikonya, salah satunya bahwa oral seks bisa sebabkan kanker tenggorokan.

Yuk, ketahui bersama apakah benar oral seks bisa menyebabkan kanker tenggorokan lewat ulasan berikut ini.

1. Mengenai kanker tenggorokan

Benarkah Oral Seks Bisa Menyebabkan Kanker Tenggorokan?ilustrasi kanker tenggorokan (freepik.com/freepik)

Kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh tidak terkendali di tenggorokan. Akibatnya, itu dapat memengaruhi laring (kotak suara) dan bagian atas atau bagian bawah dari faring (tenggorokan).

Penamaan kanker selalu berdasarkan dari mana asalnya. National Cancer Insititute (NCI) mengklasifikasikan bahwa kanker tenggorokan sebagai kanker kepala dan kanker leher. Kanker di tenggorokan atau mulut menyumbang 1,8 persen dari kematian yang disebabkan oleh semua jenis kanker. 

Meski prevalensi kematiannya rendah, tetapi American Cancer Society memproyeksikan ada sekitar 12.470 kasus baru kanker tenggorokan pada tahun 2022 dengan jumlah kematian sebanyak 3.820 kasus.

Para ahli belum menemukan penyebab pasti yang memicu kanker tenggorokan. Namun, penyakit menular seksual tertentu seperti human papillomavirus (HPV) dianggap bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan. 

2. HPV dan kanker tenggorokan

Meskipun merokok dan mengonsumsi alkohol adalah faktor risiko utama untuk kanker tenggorokan, tetapi ada kemungkinan bahwa virus HPV juga menjadi faktor yang meningkatkan potensi perkembangan kanker tenggorokan. 

Berdasarkan pemaparan Medical News Today, diperkirakan sebanyak 35 persen kanker tenggorokan berkaitan dengan infeksi HPV. Namun, infeksi virus tersebut tidak secara langsung menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan, melainkan HPV dapat menyebabkan perubahan pada sel prakanker dengan cara memicu terjadinya infeksi. Materi genetik yang terinfeksi virus tersebut lalu menjadi bagian dari sel kanker, sehingga nantinya sel-sel tersebut berkembang menjadi kanker sepenuhnya. 

Lalu, bagaimana kaitan antara oral seks yang disebut-sebut bisa menyebabkan kanker tenggorokan? Nah, diketahui bahwa jenis HPV yang ditemukan pada mulut yang terinfeksi hampir semuanya ditularkan secara seksual. Jadi, oral seks kemungkinan adalah penyebab penularan HPV di areat mulut dan tenggorokan.

3. Jadi, apakah oral seks bisa sebabkan kanker tenggorokan?

Benarkah Oral Seks Bisa Menyebabkan Kanker Tenggorokan?ilustrasi seks oral atau blowjob atau fellatio (telegraph.co.uk)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine tahun 2007 menunjukkan bahwa orang yang melakukan oral seks dengan setidaknya enam pasangan berbeda memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena kanker tenggorokan.

Infeksi HPV secara oral yang dapat menyebabkan kanker juga ditemukan dalam jurnal Annals of Oncology. Disebutkan bahwa pria yang merokok dan memiliki lebih dari lima pasangan untuk melakukan oral seks sebanyak 14,9 persen lebih mungkin untuk terkena kanker tenggorokan.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa oral seks tidak secara langsung menyebabkan kanker tenggorokan. Namun, itu bisa menyebarkan virus HPV yang meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker pada mulut dan tenggorokan. 

Baca Juga: Benarkah Seks Oral Picu Infeksi Saluran Kemih? Catat Faktanya!

4. Gejala

Penularan HPV biasanya tidak memperlihatkan gejala yang jelas, sehingga sering menyebabkan keterlambatan diagnosis. Kondisi itu bisa berkembang menjadi kanker mulut atau tenggorokan tahap awal jika tanda-tanda berikut mulai terlihat:

  • Nyeri atau muncul ulkus di mulut yang tidak sembuh dalam waktu tiga minggu. 
  • Jaringan lunak mulut berubah warna.
  • Sakit saat menelan dan makanan terasa menempel di tenggorokan. 
  • Bengkak tanpa rasa sakit di amandel.
  • Sakit saat mengunyah.
  • Sakit tenggorokan atau batuk terus-menerus.
  • Mati rasa pada bibir dan mulut.
  • Pembengkakan atau benjolan di mulut.
  • Sakit telinga di satu sisi selama beberapa hari. 

Bila mengalami gejala-gejala di atas, temui dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

5. Cara mencegah penularan HPV lewat oral seks

Benarkah Oral Seks Bisa Menyebabkan Kanker Tenggorokan?ilustrasi kondom laki-laki dan kondom perempuan (unsplash.com/Reproductive Health Supplies Coalition)

Pasangan dapat menurunkan potensi penularan HPV dengan menggunakan penghalang selama melakukan oral seks. 

  • Untuk oral seks pada penis, gunakan kondom lateks yang tidak dilumuri pelumas seks. Jika alergi terhadap lateks, bisa memakai kondom plastik (poliuretan) sebagai alternatif.
  • Untuk oral seks pada vagina, gunakan pelindung gigi atau kondom khusus perempuan.

Meskipun pernyataan bahwa oral seks bisa menyebabkan kanker tenggorokan dinilai tidak tepat, tetapi oral seks meningkatkan risiko penularan HPV di area mulut. Jika infeksi HPV terlambat ditangani, ini dapat berkembang menjadi kanker mulut atau tenggorokan. Tindakan pencegahan ekstra untuk menggunakan pengaman selama oral seks sangat dianjurkan.

Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Baca Juga: 7 Kesalahan Laki-laki saat Melakukan Seks Oral, Catat!

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya