Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Tahun Voice of Baceprot: Belajar Musik dari Nol - Go Internasional
potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Voice of Baceprot telah berkarya 12 tahun sejak dibentuk pada 2014 di madrasah Garut. Berawal dari 15 anggota, formasi menyusut akibat penolakan orangtua dan lingkungan.
  • Marsya, Widi, dan Sitti belajar musik dari nol saat berusia 14 tahun. Guru BK mereka, Abah Ersa, mengenalkan drum, bass, serta gitar elektrik.
  • VoB rutin mengunggah video latihan hingga menarik perhatian internasional, termasuk gitaris Rage Against the Machine pada 2017. Mereka mengajak anak muda berani bereksplorasi dan belajar dari proses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jauh sebelum unjuk gigi di berbagai panggung musik dunia, Voice of Baceprot (VoB) memulai perjalanan mereka dari sebuah madrasah di Garut, Jawa Barat. Gak terasa, kini band yang beranggotakan Marsya, Widi, dan Sitti tersebut telah memasuki usia 12 tahun berkarya.

Marsya, vokalis sekaligus gitaris VoB, mengungkapkan bahwa 12 tahun perjalanan mereka tak lepas dari berbagai dinamika. Di awal karier, VoB bahkan harus kehilangan satu per satu anggotanya. Dari yang awalnya beranggotakan 15 orang, perlahan jumlah personel menyusut karena menghadapi penolakan dari orangtua hingga lingkungan sekitar.

Sementara itu, Sitti, drummer VoB mengenang bagaimana perjalanan mereka bermula jauh sebelum dikenal hingga ke panggung internasional. Ia menceritakan bahwa mereka gak serta-merta mahir bermusik. Mereka justru belajar dari nol, mulai dari mengenal alat musik hingga perlahan menemukan karakter musik yang akhirnya membawa VoB melangkah lebih jauh.

1. 12 tahun nge-band, Sitti ungkap kisah awal karier belajar musik dari nol bersama guru BK

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dengan nada antusias, Sitti mengungkapkan bahwa tahun ini Voice of Baceprot (VoB) telah memasuki usia 12 tahun sejak dibentuk pada 2014. Namun, perjalanan selama lebih dari satu dekade itu gak dimulai dengan mudah. Jauh sebelum dikenal hingga tampil di berbagai panggung internasional, VoB harus melewati proses panjang dan belajar bermusik dari nol.

Sitti kemudian menceritakan, saat pertama kali membentuk band, mereka baru berusia 14 tahun dan belum mengenal berbagai alat musik, kecuali gitar akustik.

“Pertama kali kita nge-band itu pas kita umur 14 tahun, di kelas 2 SMP madrasah. Jadi udah 12 tahun sampai sekarang. Bermusik tapi benar-benar dari nol. Jadi belajar alat musik dari yang kita sebenarnya gak tahu alat musik drum itu seperti apa aslinya, bass itu seperti apa aslinya itu kita gak tahu. Yang kita tahu itu cuma gitar akustik aja,” kata Siti dalam press conference di Senayan City, Jumat (2/10/2026).

Meski begitu, di tengah berbagai keterbatasan, Sitti dan personel VoB lainnya tetap bisa belajar bermusik dan perlahan mengembangkan kemampuan mereka bersama guru bimbingan konseling (BK) yang mereka panggil Abah Ersa.

“Pas di 2014 itu ketemu sama Abah Ersa. Abah Ersa itu guru konseling kita di sekolah. Nah, beliau yang ngajarin kita main alat musik dan kenalin kayak gimana sih bentuk drum, bentuk bass, dan gitar elektrik.”

2. Konsisten unggah video latihan hingga akhirnya dilirik dunia

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Marsya, vokalis VoB melanjutkan, perjalanan VoB hingga bisa tampil di berbagai panggung internasional juga berawal dari langkah-langkah sederhana. Jauh sebelum menjalani tur Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, mereka rutin mengunggah video latihan ke Facebook dan YouTube. Bahkan, saat itu mereka masih mengenakan seragam sekolah ketika merekam penampilan sepulang sekolah.

Menurutnya, dari ratusan video yang mereka unggah, salah satunya kemudian menarik perhatian luas. Video tersebut gak hanya dilihat oleh pelaku industri musik di Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian dari musisi dan industri musik internasional. Momen tersebut pun menjadi titik penting yang membuka jalan bagi VoB untuk tampil di panggung global.

“Ternyata setelah puluhan dan ratusan video yang di-upload, ada satu video yang rame. Satu video yang rame itu kemudian banyak menarik perhatian, gak cuma orang-orang industri di Indonesia tapi juga di internasional,” kata Marsya.

Video latihan mereka bahkan sukses menarik perhatian gitaris Rage Against the Machine pada 2017 hingga akhirnya mendapat undangan tampil di panggung Global Citizen Festival di Amerika Serikat.

“Sempat dihubungi gitarisnya Rage Against the Machine di 2017, itu pada awalnya kami diajak untuk manggung di Global Citizen di US,” lanjut Marsya sambil tersenyum mengenang momen awal karier mereka yang penuh perjuangan.

3. Pesan VoB untuk anak muda yang sedang meraih mimpi

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam press conference yang menjadi bagian dari rangkaian Kejar Mimpi FEST 2026, Marsya mewakili VoB turut menyampaikan pesan bagi anak muda yang sedang mengejar mimpi. Menurutnya, penting untuk berani mengeksplorasi berbagai hal dan gak takut menghadapi kesalahan maupun kegagalan dalam prosesnya.

Pasalnya, hal itu pula yang dialami VoB. Mereka juga sempat mencoba berbagai genre musik sebelum akhirnya menemukan identitas mereka sebagai band yang memainkan musik keras.

“Yang terpenting bebasin diri aja, maksudnya harus berani eksplor. Karena sebetulnya VoB sendiri sebelum sampai di titik sekarang mainin musik heavy metal dan lain-lain, pada saat itu kita sempat mencoba berbagai macam musik. Kita sempat mainin folk, kita sempat mainin reggae, wastida, sampai dangdut kita pernah.”

Bagi VoB, proses menemukan arah tersebut pun membutuhkan keberanian untuk mencoba, melakukan evaluasi, serta saling mendengarkan. Oleh karena itu, VoB mendorong anak muda yang sedang mengejar mimpi untuk terus mengeksplorasi tanpa terlalu banyak khawatir.

Curated For You

Editorial Team

Related Article