Muhadkly Acho (Instagram.com/muhadkly)
Saat yakin file itu tidak bisa kembali, Acho sempat menangis di pelukan sang istri. Berkat kata-kata afirmasi dari sang istri, Acho mulai menulis lagi narasi dan dialog yang masih ia ingat.
"Saya pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan. Sambil menjalani syuting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro," jelasnya yang masih merutuki diri sendiri.
Di saat yang sama, anak Acho dirawat di rumah sakit. Karena di pagi hari harus menjaga sang buah hati, Acho baru bisa menulis di malam hari sampai sahur. Sempat mau menyerah, tapi selama 3 hari menulis di rumah sakit, idenya justru mengalir deras.
"Rasanya mau nyerah. Tapi Tuhan berkata lain. Ternyata, di tiga malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu," tulis Acho menjelaskan asal mula salah satu adegan ikonik di Agak Laen: Menyala Pantiku!
Usaha tidak mengkhianati hasil, Acho berhasil menyelesaikan draft pertama di malam takbiran. Saat draft pertama benar-benar selesai, Acho menangis sendirian di tengah malam.