Aksi Musisi Suarakan Keresahan di AMI Awards 2026, Hindia hingga IDGITAF

- AMI Awards 2026 di Jakarta menjadi ruang bagi sejumlah musisi menyuarakan kepedulian terhadap kondisi Indonesia, di hadapan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
- Andien, Hindia, Dipha Barus, dan Idgitaf menyoroti korban bencana, kebakaran hutan, lingkungan, serta perlunya restorasi dan akuntabilitas melalui pidato kemenangan.
- Perunggu dan sejumlah musisi menampilkan gestur tiga jari, sementara NPD memakai latar warna terkait gerakan lingkungan; Basboi menyinggung biaya hidup lewat permainan kata.
AMI Awards 2026 bukan hanya menjadi panggung apresiasi bagi musisi Tanah Air. Sejumlah musisi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keresahan dan kepedulian terhadap kondisi Indonesia melalui pidato kemenangan hingga penampilan mereka. Menariknya, malam puncak penghargaan yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/11/2026) itu turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Kehadiran keduanya sempat menjadi sorotan ketika kamera menampilkan reaksi mereka saat sejumlah musisi menyampaikan pesan melalui gestur tiga jari. Siapa saja yang berani menyampaikan suaranya di atas panggung?
1. Andien menyampaikan empati untuk korban bencana dan karhutla

momen Andien menang AMI Awards (youtube.com/KEMENBUD) Andien berhasil membawa pulang piala kategori Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik di AMI Awards 2026. Ia pun memilih menggunakan momentum pidatonya untuk menyampaikan pesan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat Indonesia. Ia secara khusus menyinggung hutan, korban bencana alam, anak-anak, hingga satwa dan tumbuhan yang terdampak.
“Pada malam hari ini, aku juga mau menaruh hati dan empati yang sangat-sangat besar terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Untuk hutan-hutan, untuk seluruh korban bencana alam, untuk semua anak-anak, untuk semua satwa, untuk semua tumbuhan, semoga kita menjadi manusia yang gak pernah lupa untuk berempati dan peduli. Untuk musik Indonesia!” seru Andien.
2. Penampilan NPD disorot dengan latar hijau, biru, dan merah

NPD di AMI Awards 2026 (youtube.com/amiawards) Penampilan NPD juga menarik perhatian dalam gelaran AMI Awards 2026. Grup tersebut tampil dengan latar berwarna hijau, biru, dan merah yang mencuri perhatian penonton. Visual berlatar belakang tiga blok warna ini memang sedang kerap digunakan sebagai background LED panggung musisi-musisi Indonesia.
Visual berlatar Hijau, Biru, dan Merah ini biasanya bertuliskan “For the Forest, For the Animals, For the People”. Ini menjadi bagian dari gerakan protes untuk menjaga lingkungan dan kemanusiaan diikuti tagar #IndonesiaSadar. Sebelumnya, latar ini sudah digunakan Kunto Aji, Lomba Sihir, Mahalini, hingga Pee Wee Gaskins di beberapa konser lain untuk menyuarakan protes dan meningkatkan kepedulian penonton terhadap isu lingkungan.
3. Salam tiga jari Perunggu hingga Hindia dan Dipha Barus jadi sorotan

Hindia dan Dipha Barus di AMI Awards 2026 (youtube.com/KEMENBUD) Salah satu momen yang ramai diperbincangkan terjadi ketika Perunggu memenangkan penghargaan. Usai menerima piala, para personelnya langsung mengangkat tangan dan memberikan salam tiga jari. Menariknya, kamera kemudian menyorot Fadli Zon dan Giring Ganesha yang hadir di lokasi. Keduanya lalu tampak mengobrol. Potongan momen tersebut pun ramai beredar di media sosial.
Gestur serupa juga dilakukan sejumlah musisi lain, seperti Enau, Andi Rianto, Kunto Aji, dan Isyana Sarasvati. Sementara itu, Hindia dan Dipha Barus perlahan membangun gestur tiga jari ketika menyampaikan pidato kemenangan mereka. Momen tersebut semakin disorot ketika Hindia menjelaskan makna lagu “Nafas”, kolaborasinya bersama Dipha Barus yang berhasil membawa pulang penghargaan Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik.
“Lagu ini judulnya ‘Nafas’, tentang menyambung napas, harapan, dan doa keluarga. Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas, karena alamnya dibakar. Untuk yang sulit bernapas, karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua," seru Hindia.
Setelah memberi jeda sejenak, musisi dengan nama asli Baskara Putra ini kembali mengangkat jari ketiga sambil berseru, “Dan untuk yang masih diadu domba!”
4. Idgitaf menyinggung korban banjir, longsor, dan kebakaran hutan

Idgitaf menang AMI Awards 2026 (youtube.com/KEMENBUD) Idgitaf juga menyampaikan keresahannya ketika menerima penghargaan Album Terbaik Terbaik melalui album Berusaha di Bawah Hujan yang diproduksi oleh Idgitaf Musik. Dalam pidato kemenangannya yang ketiga malam itu, ia mengaitkan hujan dengan kondisi masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, ada juga yang sedang merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lain sebagainya. Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya, mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas. Terima kasih, saya Idgitaf,” ujarnya.
5. Basboi menyindir soal biaya hidup dan gaya hidup

momen Basboi menang AMI Awards 2026 (youtube.com/KEMENBUD) Basboi juga mencuri perhatian lewat pidato singkatnya saat menerima penghargaan Album Rap/HipHop Terbaik lewat karya album Kasablanka. Tampil dengan gaya santai, ia menyampaikan kalimat yang kemudian ramai diperbincangkan. Dengan gaya khasnya, Basboi menyelipkan sindiran melalui permainan kata antara biaya hidup dan gaya hidup.
“Cuma satu yang bisa gue sampain malam ini. Biaya hidup urusan pemerintah Indonesia, tapi kalau gaya hidup urusan pemerintah Kasablanka, thank you AMI!” ucap Basboi.
Kalimat tersebut menjadi salah satu momen unik di tengah pidato-pidato musisi yang menyampaikan keresahan mereka. Cuplikan video pidatonya pun ikut viral di media sosial. Deretan momen tersebut membuat panggung AMI Awards 2026 tak hanya menjadi tempat merayakan pencapaian musik, tetapi juga ruang bagi para musisi untuk menyampaikan pesan dan pandangan mereka terhadap situasi yang terjadi di Indonesia.






















