Jakarta, IDN Times - Penampilan rumahsakit di District Stage Synchronize Festival 2026 pada Jumat (16/10/2026) malam sukses menghidupkan suasana lewat lagu-lagu andalan mereka. Tak hanya membuat penonton bernyanyi bersama, penampilan band ini juga diwarnai aksi crowd surfing yang menambah energi di tengah kerumunan yang padat.
Sebelumnya, saya sendiri sudah berada di area District Stage sejak pukul 17.30 WIB. Saat itu, sejumlah penonton terlihat menanti penampilan rumahsakit. Seiring waktu, satu per satu penonton pun terus berdatangan hingga area yang semula tampak lengang mulai dipadati penonton. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, ruang kosong di depan panggung semakin sulit ditemukan. Wah, mantap!
Sebelum rumahsakit naik ke atas panggung, ada hal lain yang cukup mencuri perhatian saya, yakni visual panggung yang menyuarakan keresahan. Dari kejauhan, artwork yang ditampilkan tampak segar dengan ilustrasi yang terkesan gemas. Namun, ketika dilihat lebih dekat, tulisan-tulisannya justru menyimpan pesan yang cukup nyelekit.
Beberapa di antaranya berbunyi, “Aku Strong, Aku WNI”, “Apa Kabar?”, hingga “Rakyat Pusing, Pejabat Flexing”. Kalimat-kalimat tersebut terasa dekat dengan keresahan yang kerap diperbincangkan masyarakat.
Tak hanya itu, ada pula pesan dukungan untuk Palestina, seperti “Keep Smiling Support Palestine”, lengkap dengan gambar semangka yang identik dengan simbol solidaritas terhadap Palestina. Perpaduan visual yang menarik dan pesan sosial tersebut membuat area panggung ini terasa memiliki cerita tersendiri, bahkan sebelum pertunjukan dimulai.
Tepat pukul 18.15 WIB, rumahsakit akhirnya naik ke atas panggung. Mereka langsung membuka penampilan dengan lagu “Hilang”, yang disambut nyanyian penonton dan gerakan tubuh mengikuti irama. Suasana pun perlahan semakin hidup.
“Selamat malam, Pasien! Apa kabar?” sapa Arief sang vokalis kepada para penonton.
Para Pasien, fans rumahsakit pun menyambut heboh dan tampak tak sabar untuk menikmati rangkaian lagu berikutnya. Bahkan, energi penonton terasa semakin meningkat ketika rumahsakit melanjutkan penampilan dengan membawakan “Anomali”. Di lagu ini, beberapa penonton mulai melakukan crowd surfing dan membuat suasana di tengah kerumunan semakin berenergi.
Keseruan berlanjut lewat “Panasea”, lagu yang belakangan ramai digunakan di TikTok. Penonton kembali larut dalam penampilan rumahsakit dengan bernyanyi bersama.
Memasuki lagu “Sandiwara Semu”, aksi crowd surfing kembali terlihat di tengah kerumunan. Namun, di tengah antusiasme tersebut, sempat terjadi keributan kecil akibat penonton yang bersenggolan. Meski suasana sempat terasa kurang kondusif, penampilan rumahsakit terus berlanjut dan keseruan di area panggung kembali terasa.
Setelah membakar energi penonton untuk seru-seruan bersama, rumahsakit pun menutup penampilan mereka dengan membawakan lagu “Kuning” yang ikonik. Oh ya, melalui layar LED di sisi kiri dan kanan panggung yang menampilkan kondisi area penonton, terlihat District Stage dipadati penonton hingga penuh alias full house.
