5 Akting Buruk yang Justru Malah Membuat Filmnya Ikonik

- Jack Palance memerankan penjahat dengan gaya berlebihan di Tango & Cash, membuatnya terasa seperti bos kartun ketimbang penjahat sungguhan.
- Dakota Johnson dalam Madame Web terlihat canggung, tapi ekspresi datarnya justru menghibur secara tidak disengaja.
- Tommy Lee Jones sebagai Two-Face dalam Batman Forever tampil heboh dan berisik, mencuri perhatian dengan kegilaannya yang kontras.
Tidak semua penampilan akting harus bagus untuk bisa dikenang. Ada kalanya, akting yang terasa kaku, berlebihan, atau bahkan seperti salah tempat justru menjadi bagian paling menarik dari sebuah film. Dalam beberapa kasus langka, penampilan yang dianggap buruk itu malah jadi elemen yang menyatu sempurna dengan atmosfer filmnya.
Fenomena ini sering disebut sebagai “so bad it’s good” atau sesuatu yang secara teknis gagal, tapi tetap menyenangkan untuk ditonton. Dalam daftar berikut, kita akan membahas lima akting yang secara objektif mungkin tidak brilian, bahkan kadang memalukan, tetapi justru membuat filmnya terasa lebih ikonik. Siapa sangka, akting jelek bisa jadi bentuk seni tersendiri?
1. Jack Palance – Tango & Cash (1989)

Dalam film aksi penuh gaya khas tahun 1980-an Tango & Cash, Jack Palance memerankan sosok penjahat bernama Yves Perret, nama yang terdengar seperti karakter dari opera sabun Prancis. Penampilannya begitu teatrikal dan penuh gaya berlebihan, membuatnya lebih mirip bos kartun ketimbang penjahat sungguhan.
Dari ruangan penuh layar TV hingga bar dengan labirin tikus, semua terasa berlebihan dan lucu secara tidak sengaja. Tapi justru itulah yang membuat akting Palance begitu menyenangkan untuk ditonton. Alih-alih menjadi ancaman serius, ia jadi semacam badut kejahatan yang membuat penonton tak bisa berhenti tertawa.
Meskipun jelas bukan performa akting terbaik dalam kariernya, Palance membuat film ini lebih menghibur dengan keanehan yang dibawanya. Sangat cocok untuk film yang memang tidak berusaha terlihat realistis.
2. Dakota Johnson – Madame Web (2024)

Madame Web mungkin adalah salah satu film superhero paling kacau dalam beberapa tahun terakhir. Dakota Johnson sebagai tokoh utamanya tidak terlihat benar-benar hadir secara emosional. Bahkan dirinya sendiri mengakui bahwa proyek ini salah pilih dan ia tidak akan mengulanginya.
Wajah bingung dan ekspresi datar Johnson sepanjang film justru menjadi salah satu hal yang menghibur secara tidak disengaja. Namun di balik akting yang terasa canggung itu, ada momen-momen lucu yang membuat penampilannya jadi menarik.
Salah satu adegan saat dia mencoba merayap di dinding lalu tergelincir pelan-pelan jadi viral bukan karena keren, tapi karena absurd. Mungkin ini bukan niat awalnya, tapi Dakota Johnson berhasil memberikan tontonan yang menghibur, meski bukan dengan cara yang diharapkan studio film.
3. Tommy Lee Jones – Batman Forever (1995)

Tommy Lee Jones dikenal sebagai aktor serius, tapi dalam Batman Forever, ia berubah total jadi karakter berisik dan heboh sebagai Two-Face. Alih-alih tampil menyeramkan seperti di komik, ia justru jadi badut penuh tawa dan teriakan, mungkin karena ingin menyaingi kegilaan Jim Carrey sebagai Riddler. Hasilnya adalah salah satu penampilan paling tidak terduga dalam kariernya.
Meski secara teknis bisa dibilang aktingnya buruk, Jones justru mencuri perhatian dengan kegilaan yang kontras dengan citranya selama ini. Penonton mungkin bingung, tapi juga tak bisa berhenti menonton. Dalam film yang memang penuh warna dan eksentrik, akting "salah arah" ini malah jadi bagian dari daya tariknya.
4. Mark Wahlberg – The Departed (2006)

Mark Wahlberg mendapat nominasi Oscar atas perannya sebagai polisi galak dan penuh kata-kata kasar di The Departed. Padahal kalau dilihat ulang, karakter Dignam terasa lebih seperti karikatur ketimbang sosok nyata. Ia selalu marah, penuh umpatan, dan tampak seperti orang yang tak pernah belajar mengendalikan emosi.
Namun justru karena itulah dia jadi sangat memorable. Dignam tampil sebagai sosok yang jelas-jelas kasar tapi jujur. Penonton bisa menyukai kejujurannya, meskipun ia sering kali terdengar seperti pria mabuk yang terjebak dalam rapat kantor. Walau aktingnya tampak berlebihan, ia jadi elemen penyegar dalam film berat ini.
5. Saffron Burrows – Deep Blue Sea (1999)

Sebagai ilmuwan dalam film hiu super pintar Deep Blue Sea, Saffron Burrows seharusnya tampil meyakinkan dan penuh urgensi. Sayangnya, ekspresinya datar dan reaksinya terhadap bahaya sangat lambat, seolah ia baru saja bangun tidur. Bukannya terlihat jenius, ia malah seperti orang yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
Tapi justru karena itulah aktingnya terasa cocok. Ia mewakili keputusan bodoh yang memicu semua kekacauan dengan wajah tanpa rasa bersalah. Penampilannya yang "tak hidup" seakan menjelaskan ini ilmuwan yang benar-benar tidak tahu apa-apa, dan karena itu seluruh bencana ini jadi masuk akal. Dalam film yang memang berlebihan dan absurd, akting datarnya justru pas di tempat.
Terkadang, akting yang buruk bukan berarti gagal total. Dalam konteks yang tepat, justru performa seperti ini bisa jadi elemen ikonik yang membuat filmnya dikenang. Apakah kamu punya film favorit dengan akting buruk yang justru bikin kamu ketagihan nonton ulang?