Tidak semua penampilan akting harus bagus untuk bisa dikenang. Ada kalanya, akting yang terasa kaku, berlebihan, atau bahkan seperti salah tempat justru menjadi bagian paling menarik dari sebuah film. Dalam beberapa kasus langka, penampilan yang dianggap buruk itu malah jadi elemen yang menyatu sempurna dengan atmosfer filmnya.
Fenomena ini sering disebut sebagai “so bad it’s good” atau sesuatu yang secara teknis gagal, tapi tetap menyenangkan untuk ditonton. Dalam daftar berikut, kita akan membahas lima akting yang secara objektif mungkin tidak brilian, bahkan kadang memalukan, tetapi justru membuat filmnya terasa lebih ikonik. Siapa sangka, akting jelek bisa jadi bentuk seni tersendiri?