Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Aktor Ini Menolak Peran Film yang Akhirnya Menang Best Picture
Heath Ledger dalam Brokeback Mountain (dok. Focus Features/Brokeback Mountain)
  • Beberapa aktor ternama seperti Jackie Chan, John Travolta, dan Paul Bettany pernah menolak peran di film yang akhirnya memenangkan Oscar Best Picture karena alasan jadwal atau keputusan pribadi.
  • Penolakan mereka justru membuka jalan bagi aktor lain seperti Michelle Yeoh, Tom Hanks, dan Colin Firth untuk tampil gemilang serta meraih penghargaan bergengsi di ajang Oscar.
  • Kisah ini menunjukkan bahwa keputusan menolak peran bisa berdampak besar pada arah karier dan bahkan mengubah sejarah perfilman dunia secara tak terduga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia film penuh dengan keputusan besar dan kadang keputusan itu baru terasa dampaknya bertahun-tahun kemudian. Tidak semua aktor bisa menebak mana proyek yang akan biasa saja dan mana yang ternyata berujung membawa pulang Oscar Best Picture. Mulai dari jadwal bentrok sampai salah perkiraan bisa membuat sebuah peran besar terlewat begitu saja.

Menariknya, beberapa film pemenang Best Picture justru hampir dibintangi oleh aktor yang berbeda dari versi final yang kita kenal sekarang. Di bawah ini ada deretan aktor besar yang pernah menolak peran di film yang akhirnya menang Best Picture Oscar. Hal ini membuat banyak penggemar bertanya-tanya, bagaimana jadinya kalau mereka bilang “iya”, ya?

1. Jackie Chan — Everything Everywhere All at Once (2022)

Jackie Chan dalam Karate Kid: Legends (dok. Sony Pictures/Karate Kid: Legends)

Jackie Chan ternyata sempat dipertimbangkan sebagai tokoh utama dalam Everything Everywhere All at Once. Versi awal naskahnya memang menempatkan karakter utama sebagai pria, bukan ibu rumah tangga seperti di film final. Duo sutradara The Daniels awalnya membayangkan Chan sebagai pusat cerita multiverse yang penuh aksi dan emosi tersebut.

Karena jadwal bertentangan, Chan tidak jadi terlibat. Justru dari situlah konsep film diubah dan karakter utama ditulis ulang menjadi perempuan, yang kemudian diperankan oleh Michelle Yeoh dan membawanya meraih Oscar. Perubahan ini juga membuka jalan bagi Ke Huy Quan untuk comeback besar. Kadang penolakan malah membuat film menemukan bentuk terbaiknya.

2. John Travolta — Forrest Gump (1994)

John Travolta dalam High Rollers (dok. Saban Films/High Rollers)

John Travolta pernah ditawari peran utama di Forrest Gump, tapi memilih proyek lain. Peran itu akhirnya jatuh ke Tom Hanks dan menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah film modern. Filmnya sendiri menyapu Oscar, termasuk Best Picture.

Travolta saat itu justru mengambil peran di Pulp Fiction yang menghidupkan kembali kariernya. Menariknya, Forrest Gump menang Best Picture dan mengalahkan Pulp Fiction di Oscar tahun itu. Meski begitu, Travolta kemudian bilang ia tidak menyesal, karena setiap pilihan membuka jalan karier yang berbeda.

3. Paul Bettany — The King’s Speech (2010)

Paul Bettany dalam Solo: A Star Wars Story (dok. Lucasfilm/Solo: A Star Wars Story)

Paul Bettany hampir memerankan Raja George VI dalam The King's Speech. Penulis skenario bahkan menulis peran itu dengan Bettany dalam bayangannya. Namun saat produksi dimulai, Bettany merasa kelelahan danuts dan memilih rehat untuk fokus pada keluarga.

Peran tersebut akhirnya dimainkan oleh Colin Firth dan berbuah Oscar Aktor Terbaik, sementara filmnya menang Best Picture. Bettany kemudian mengaku sedikit menyesal, bukan karena kehilangan piala, tapi karena tidak sempat bekerja dengan tim kreatif film tersebut. Tetap saja, keputusan hidup pribadi kadang memang lebih penting dari proyek sebesar apa pun.

4. Heath Ledger — No Country for Old Men (2007)

Heath Ledger dalam Brokeback Mountain (dok. Focus Features/Brokeback Mountain)

Heath Ledger sempat ditawari peran utama di No Country for Old Men, film thriller gelap yang kemudian menang Best Picture. Peran itu akhirnya dimainkan aktor lain setelah Ledger memilih mundur karena ingin beristirahat dari pekerjaan.

Di periode yang sama, Ledger kemudian fokus ke proyek lain yang juga legendaris, yaitu The Dark Knight, yang memberinya Oscar anumerta lewat peran Joker. Jadi, meskipun melewatkan film pemenang Best Picture, warisan aktingnya tetap sangat kuat. Pilihannya mungkin berbeda, tapi dampaknya tetap besar di dunia film.

5. Keanu Reeves — Platoon (1986)

Keanu Reeves dalam Replicas (dok. Replicas Holdings/Replicas)

Keanu Reeves pernah ditawari peran di Platoon, film perang realistis yang akhirnya menang Best Picture. Saat itu, Reeves masih sangat muda dan memutuskan untuk menolak karena tidak nyaman dengan tingkat kekerasan cerita yang diangkat.

Ironisnya, di kemudian hari Reeves justru identik dengan film aksi penuh kekerasan seperti The Matrix dan John Wick. Namun, jenis kekerasan di Platoon yang sangat realistis memang berbeda nuansa. Keputusan itu mungkin membuatnya melewatkan film Oscar, tapi tidak menghalangi statusnya sebagai ikon film aksi global.

6. Bryan Cranston — Spotlight (2015)

Bryan Cranston di The Studio (dok. Apple TV+/The Studio)

Bryan Cranston ditawari peran di Spotlight, drama investigasi yang kemudian memenangkan Best Picture. Namun, ia sudah terikat kontrak dengan proyek lain, sehingga tidak bisa bergabung karena jadwal bentrok.

Cranston akhirnya membintangi The Infiltrator yang mendapat respons cukup baik, tapi jelas tidak sebesar Spotlight secara penghargaan. Ia kemudian mengaku cukup menyesal harus melepas kesempatan itu. Meski begitu, dengan rekam jejak kuat di film dan serial, peluang peran besar lain selalu datang.

Keputusan memilih atau menolak peran memang selalu penuh risiko. Menariknya, beberapa penolakan justru membuat film berubah arah dan jadi lebih ikonik dalam versi finalnya. Dari semua kisah ini, menurut kamu, penolakan peran mana yang paling bikin penasaran hasil akhirnya kalau terjadi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team