Kisah Acha Septriasa Berjuang Dirikan Rumah Produksi Pasca Cerai

- Acha Septriasa mendirikan rumah produksi Avarta Media di tengah proses perceraiannya, sebagai langkah membangun bisnis berkelanjutan demi masa depan anaknya.
- Terjun sebagai produser membuat Acha menyadari pekerjaan di balik layar jauh lebih kompleks, melibatkan pengelolaan anggaran besar dan negosiasi dengan berbagai pihak.
- Pengalaman baru ini membuat Acha semakin menghargai kerja keras tim produksi yang menyiapkan segala kebutuhan syuting dari nol.
Jakarta, IDN Times - Acha Septriasa dikenal sebagai aktris yang sudah malang melintang di industri perfilman Indonesia. Kali ini, ia mulai mengambil bagian di balik layar. Bukan tanpa alasan, keputusan besar ini ternyata diambil Acha di tengah gejolak kehidupan pribadinya yang cukup berat.
Lewat perusahaan kreatif yang ia bangun, Acha ingin membuktikan dirinya mampu bangkit dan menciptakan masa depan yang lebih stabil bagi buah hatinya. Penasaran bagaimana jatuh bangun Acha saat harus mengurus perintilan produksi film? Simak ulasannya berikut ini yuk.
1. Acha Septriasa dirikan Avarta Media saat di menjalani proses perceraian

Acha Septriasa mengungkap bahwa ide untuk mendirikan rumah produksi Avarta Media muncul saat dirinya sedang berada dalam proses perpisahan dari mantan suami. Di momen sulit tersebut, ia bertekad untuk memiliki bisnis yang lebih menjamin keberlangsungan hidup anaknya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jadwal syuting sebagai aktris.
"Setelah aku di Qodrat, tuh sebenarnya aku kan lagi ada dalam proses yang perpisahan. Aku udah janji ke diri aku sendiri, 'Waduh ini aku harus jagain anak aku segala macam, kalau bisa aku harus juga bisa menjalani bisnis yang yang lebih sustainable,'" ungkap Acha saat ditemui di kantor IDN pada Senin (25/5/2026).
Avarta Media adalah perusahaan media dan rumah produksi film di Indonesia yang didirikan oleh aktris Acha Septriasa bersama pengusaha Ardi Setiadharma dan Arya Setiadharma. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi konten sekaligus pengembangan bisnis melalui pendanaan strategis.
2. Acha Septriasa merasakan energi yang lebih terkuras di balik layar

Setelah benar-benar terjun menjadi produser, Acha baru menyadari kalau pekerjaan di balik layar ternyata jauh lebih kompleks dan melelahkan dibandingkan berakting. Ia kini harus berhadapan dengan berbagai urusan korporat, mulai dari mengelola anggaran yang besar hingga negosiasi kontrak dengan banyak pihak terkait.
"Kalau aku di belakang layar tuh lebih ribet ya sebenarnya. Lebih capek sebenarnya, karena dealing sama stakeholder gitu-gitu kan, pengalokasian dananya, terus habis itu kontrak. Kita juga nyari talent, nyari lokasi, nyari tim, ya. Lebih kayak ngurusin hal-hal yang corporate gitu," ungkapnya mengenai kesibukan barunya.
3. Acha Septriasa jadi lebih menghargai usaha tim produksi

Pengalaman mengurus produksi dari nol membuat sudut pandang Acha terhadap kru film berubah drastis. Jika dulu ia fokus berakting, sekarang Acha paham betul betapa panjangnya persiapan yang harus dilalui tim produksi hanya untuk menyediakan fasilitas sederhana di lokasi syuting.
"Kalau di depan layar, ya kan aku tahunya pas reading aja, udah tiba-tiba ada gitu kan. Terus giliran syuting, udah tiba-tiba ada tenda lokasi aja. Aku gak tahu ya prosesnya tuh ternyata harus melalui hal-hal tersebut biar ada fasilitas seperti itu. Jadi aku lebih menghargai aja," ujar Acha.
Ia melanjutkan sambil bersemangat, "Untuk syuting di sini aja tuh visanya tuh mesti gimana, license-nya apa, mesti nulis surat ke kepolisian, kayak gitu-gitu. Aku kan jadi tahu tuh. Jadi ya gila, itu prosesnya panjang banget ternyata."
Kini Avarta Media pun akan merilis sejumlah slate baru yang akan mereka rilis. Sukses terus untuk karier barunya, Acha!



















