Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Karakter Aang Lebih Dewasa di Avatar: The Last Airbender 2

Alasan Karakter Aang Lebih Dewasa di Avatar: The Last Airbender 2
perbandingan Aang di Avatar: The Last Airbender Season 1 dan Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)
Share Article

Saat Netflix merilis teaser perdana Avatar: The Last Airbender Season 2, kita sempat dibuat kaget dengan penampilan terbaru Aang yang kini sudah terlihat jauh lebih dewasa. Sempat ada yang mengira ganti aktor, tapi bisa dipastikan kalau yang memerankannya masih Gordon Cormier seperti di musim sebelumnya.

Baru-baru ini eksekutif produser musim kedua, Jabbar Raisani, sempat membagikan cerita di balik layar dari produksi besar live-action Avatar: The Last Airbender. Ia juga menceritakan soal penampilan Aang yang terlihat lebih dewasa pada musim kedua ini. Kenapa, ya?

1. Syuting season 2 dilakukan tiga tahun setelah musim pertama

Empat karakter utama Avatar: The Last Airbender berdiri di tepi tebing berbatu dengan latar pegunungan dan langit mendung.
still cut Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Salah satu hal yang jadi alasan utamanya adalah karena waktu berjalan terus, dan tim Avatar: The Last Airbender memiliki jeda waktu yang cukup lama antara mengakhiri syuting musim pertama dan memulai syuting season kedua. Jabbar mengungkapkan kalau syuting musim kedua itu dilakukan tiga tahun setelah waktu syuting film pertama.

Untuk mengakali usia para cast yang didominasi oleh para remaja dewasa yang terus bertumbuh, tim Avatar gak pakai CGI untuk membuat Gormier terlihat imut-imut lagi. Mereka kemudian memutuskan untuk menyisipkan time jump atau lompatan waktu yang tidak diceritakan di musim kedua. Sehingga, latar ceritanya akan ada di beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun setelah ending di musim pertama.

"(Pada musim pertama) tingginya (Gordon Cormier) hanya sampai perutku dan sekarang dia lebih tinggi dariku. Kami tidak menjelaskan berapa bulan tepatnya (time jump) setelah peristiwa di akhir musim 1," kata Jabbar Raisani saat mengenang pertemuan pertama kali dengan Gordon Cormier beberapa tahun lalu.

2. Apa saja yang terjadi selama time jump berlangsung?

Seorang biksu muda berkepala plontos dengan panah biru di kepalanya mengenakan jubah oranye dan kuning di tengah keramaian.
still cut Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Jabbar juga sempat menceritakan sekilas tentang peristiwa yang terjadi selama time jump di musim kedua. Meski gak detail, namun ia menjelaskan kalau ada banyak kejadian penting salah satunya adalah soal kemampuan pengendalian air Katara dan Aang yang semakin mahir.

"Banyak di antaranya (peristiwa penting dalam time jump) yang terjadi di antara musim, bahkan bisa terjadi di antara episode juga," kata Jabbar membahas singkat soal peristiwa time jump.

3. Time jump juga dipakai untuk skip bagian cerita yang susah diwujudkan dalam format live-action

Empat karakter dari serial Avatar: The Last Airbender Season 2 duduk di ruang bergaya tradisional dengan pencahayaan hangat dan dekorasi oriental.
still cut Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Salah satu tantangan terberat bagi produksi live-action adalah mewujudkan fantasi-fantasi cerita dari versi originalnya menjadi tampak lebih nyata. Tantangan ini juga tentu dialami oleh tim Avatar: The Last Airbender.

Oleh karena itu, mereka juga memanfaatkan time jump untuk mengakali beberapa bagian cerita di animasi aslinya, yang sulit diwujudkan ke layar live-action. Menurut Jabbar, strategi ini juga bikin mereka jadi lebih hemat waktu dan juga sumber daya.

"Ada begitu banyak petualangan dalam serial animasi yang tidak bisa kami masukkan ke dalam serial ini," ujarnya.

Setelah menyimak penjelasan produser eksekutif Avatar: The Last Airbender Season 2, jadi lebih maklum soal perubahan wajah karakter Aang yang di musim ini jadi lebih dewasa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More

Siapa Musuh Utama Dante dalam Devil May Cry Season 3? Ini Prediksinya

04 Jun 2026, 17:24 WIBHype