TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Fakta Fontaines D.C., Band Punk Irlandia yang Tembus Grammy 

Penikmat musik harus tahu nih #HypeIDNTimes

Fontaines D.C. (Dok. Majalah Dork via readdork.com)

Memilih bergelut di genre punk adalah salah satu pilihan berani, mengingat banyak musisi yang mengambil jalur aman dengan mengikuti pergerakan pasar. Namun, Fontaines D.C. berhasil membuktikan bahwa keputusan mereka mengikuti kata hati tak salah. Sejak debut di tahun 2018, band yang terdiri dari lima personel ini tak hentinya menorehkan prestasi. Siapa sebenarnya mereka? 

1. Fontaines D.C. berasal dari Dublin dan kelima anggotanya lulusan sekolah musik BIMM

Fontaines D.C. (instagram.com/brits)

Mereka adalah Grian Chatten, Carlos O’Connell, Conor Curley, Tom Coll, dan Conor Deegan. Kelimanya bertemu saat menempuh pendidikan sarjana di BIMM Dublin, salah satu sekolah musik bergengsi seantero Inggris dan Irlandia. Mereka kemudian membentuk Fontaines D.C. di tahun 2017. 

2. Album debut mereka, Dogrel rilis April 2019 lalu dan berbuah manis 

Fontaines D.C. (diymag.com)

Setelah terbentuk, mereka merilis single debut Too Real di tahun 2018 yang menuai pujian. Musik mereka memang mencolok, mengingatkan pendengar pada masa kejayaan musik punk di tahun 1970an. 

Tak butuh waktu lama, band muda ini dapat kontrak rekaman dan merilis album debut mereka di tahun 2019. Diberi judul Dogrel, album punk tersebut laris manis dan mereka pun langsung banjir tawaran manggung. Dogrel bahkan panen skor tinggi dari berbagai situs. Tak butuh waktu lama, Fontaines D.C. tak hanya menuai popularitas di negara asalnya, tetapi juga Inggris dan Amerika Serikat. 

Baca Juga: 6 Fakta Inhaler, Band Rok Alternatif yang Digawangi Putra Bono U2

3. Setahun kemudian, mereka menelurkan album kedua A Hero's Death 

Fontaines D.C. (diymag.com)

Setelah sukses dengan album debutnya dan sibuk tur keliling dunia, mungkin kebanyakan band akan memberi jeda setahun untuk menggarap materi baru. Namun, Fontaines D.C. langsung merilis album kedua di pertengahan tahun 2020. Dengan judul A Hero's Death, mereka mencoba mengeksplorasi hal-hal baru.

Jika album pertama lebih berenergi dan penuh amarah, album kedua mereka diisi dengan beberapa track yang melankolis. Mereka memasukkan isu-isu seperti insekuritas dan kerapuhan di liriknya. Lewat The Irish Times, mereka mengaku banyak mengambil inspirasi dari lagu-lagu yang lebih lembut dan reflektif, salah satunya band lawas The Beach Boys. 

4. Sabet nominasi Grammy pertama mereka untuk kategori Best Rock Album tahun 2020 lalu 

Fontaines D.C. (instagram.com/fontainesband)

Jika di album pertama, Fontaines D.C. lebih mengkritisi apa yang ada di luar diri mereka , album kedua jauh lebih reflektif dan lingkupnya lebih personal. Daripada mengkritisi pemerintah dan sistem kapitalisme yang menggerogoti Dublin, mereka mencoba mengangkat keresahan-keresahan yang mereka rasakan sendiri sebagai generasi milenial.

Formula ini ternyata tak kalah menarik. A Hero's Death berhasil dapat nominasi Grammy 2020 untuk kategori Best Rock Album, tetapi kalah oleh album The New Abnormal milik The Strokes yang dapat gelar juara. 

5. Tak ragu diberi label political band karena lirik-lirik mereka yang berbau politis

Fontaines D.C. (qobuz.com)

Sejak awal, lagu-lagu Fontaines D.C. jelas berbau politis. Mereka tak ragu menyuarakan beberapa sindiran anti-Brexit, puisi satir tentang kota Dublin, kritik pada kapitalisme dan gentrifikasi, hingga menyinggung kesenjangan antara Irlandia dengan Inggris Raya. Saat dilabeli sebagai political band, mereka pun tidak mengelaknya.

6. Disebut sebagai salah satu guitar band paling prominen saat ini 

Fontaines D.C. (louderthanwar.com)

Di tengah dominasi musik elektronik, menjadi band yang mengandalkan gitar adalah sebuah kelebihan tersendiri utamanya bagi penikmat musik rok dan alternatif. Mendengarkan karya Fontaines D.C. seperti kembali ke masa lalu dengan sound mixing yang terdengar mentah dan organik, tetapi justru menambah kesan auntentik.  

Baca Juga: 5 Drummer Band Punk Terbaik dan Legendaris, Adakah Idolamu di Sini?

Verified Writer

Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya