Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Air Mata Anggun Leleh Bawakan Tanah Airku, Bukti Indonesia Masih di Hati
Anggun tampil di closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 (youtube.com/sctv.suryacitratelevisi)
  • Anggun menangis saat membawakan "Tanah Airku" di GBK setelah Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, disaksikan sekitar 70 ribu penonton yang ikut bernyanyi.

  • Penampilan itu menandai kembalinya Anggun ke GBK, tempat ia pertama kali tampil pada usia 16 tahun, setelah sebelumnya membawakan "Mimpi" dan "Snow on the Sahara".

  • Meski kini berkewarganegaraan Prancis demi kelancaran karier internasional, Anggun tetap mengidentifikasi diri sebagai orang Indonesia dan menyebut Indonesia sebagai negara asalnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada malam itu, Senin, 5 Oktober 2026, Stadion Gelora Bung Karno diselimuti suasana yang begitu emosional. Indonesia akhirnya berhasil meraih juara setelah penantian panjang di FIFA ASEAN Cup 2026. Tak hanya itu, kembalinya Anggun C. Sasmi ke atas panggung Tanah Air juga menambah haru. Kali ini, ia datang bukan hanya untuk menyanyikan lagu-lagu hits miliknya. Di hadapan puluhan ribu suporter timnas, Anggun membawakan "Tanah Airku" ciptaan Ibu Sud. Lagu yang selama ini begitu lekat dengan momen-momen nasionalisme Indonesia.

Awalnya Anggun berkidung seperti biasa, menunjukkan kelasnya sebagai penyanyi yang telah kenyang dengan puluhan tahun pengalaman di level internasional. Namun, saat syair memasuki kisah seseorang yang pergi jauh tetapi tetap merindukan tanah kelahirannya, raut wajah Anggun terlihat berubah. Perlahan air mata mengalir, menuruni pipinya, menambah penjiwaan lagu yang dibawakannya.

Momen tersebut pun ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi ada satu hal yang bikin momen itu terasa begitu personal, di mana fakta bahwa Anggun sudah puluhan tahun tinggal di luar Indonesia dan kini statusnya sudah bukan WNI lagi.

1. GBK jadi saksi perjalanan panjang karier Anggun

Anggun tampil di closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 (youtube.com/sctv.suryacitratelevisi)

Stadion GBK gak cuma sakral buat timnas Indonesia. Stadion itu juga punya banyak makna bagi perjalanan karier Anggun sejak masih sangat muda. Pada unggahan Instagramnya, jelang penampilannya di final FIFA ASEAN Cup 2026, Anggun menceritakan bahwa ia pertama kali tampil di stadion tersebut saat masih 16 tahun. Ketika itu Anggun masih dikenal sebagai penyanyi rock yang sedang mengembangkan kariernya di Indonesia. Ia bahkan menceritakan bagaimana tur musiknya itu selalu membawanya tampil di stadion-stadion berbagai daerah.

Puluhan tahun kemudian, ia kembali berdiri di panggung yang sama. Bedanya, kali ini perempuan berusia 52 tahun tersebut datang sebagai penyanyi Indonesia yang kariernya sudah sukses di level internasional.

"Pertama kali saya tampil di stadion di Jakarta, usia saya sekitar 16 tahun. Saat itu saya adalah penyanyi rock, saya sering melakukan tur dan sebagian besar konser saya digelar di stadion-stadion di berbagai daerah Indonesia," tulis sang penyanyi di Instagram.

Pada penampilannya di closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 itu, Anggun membawakan dua lagu paling dikenal miliknya. "Mimpi" dan "Snow on the Sahara" dikumandangkan sebelum pertandingan. Barulah setelah Indonesia menjadi juara, ia kembali ke panggung untuk menyanyikan "Tanah Airku." Momennya memang terasa sangat magis dan emosional, saat Anggun menyanyikan lagu tersebut ditonton puluhan ribu orang yang ikut menyanyikan bersama. Ditambah para pemain timnas yang menganggap lagu ini adalah sebuah anthem sakral yang selalu mereka lantunkan setelah pertandingan selesai. Di situlah air mata Anggun jatuh.

2. Anggun memang pergi dari Indonesia, tapi tak meninggalkan bangsanya

Anggun C. Sasmi (instagram.com/anggun_cipta)

Kisah perjalanan karier Anggun hingga mencapai panggung internasional memang melalui proses panjang. Pada 1994, Anggun memutuskan pergi ke Eropa untuk mengejar karier musiknya. Ia sempat menetap di London, tetapi perjalanan itu tidak berjalan mudah. Ia kemudian memilih Paris sebagai tempat untuk membangun kembali kariernya.

Pertemuan dengan penyanyi Florent Pagny dan produser Erick Benzi mengubah karier bernyanyi Anggun. Dari pertemuan tersebut, muncullah Snow on the Sahara, album internasional yang membawa Anggun manggung di berbagai negara. Karena karier musiknya di Prancis menunjukkan kesempatan menjanjikan, Anggun memutuskan untuk menetap di sana. Hal ini membawanya pada keputusan terpenting: melepas paspor Indonesia untuk akhirnya beralih memegang paspor Prancis.

Pertanyaan mengenai kewarganegaraan Anggun sebenarnya sudah berkali-kali muncul selama bertahun-tahun. Anggun sendiri sudah berulang kali menjelaskan. Pada 2016, ibu satu anak ini bercerita bahwa memiliki paspor Prancis sangat membantu pekerjaannya karena membuat perjalanan internasional menjadi jauh lebih mudah.

Perempuan kelahiran Jakarta ini pernah mengalami langsung masalah bepergian ke berbagai negara karena memiliki paspor Indonesia. Dalam wawancaranya kepada Femina pada 2016 silam, Anggun bercerita pernah ditolak masuk Portugal karena berpaspor lambang Garuda. Padahal ia baru saja merilis album di sana.

"Punya paspor Prancis itu terus terang memudahkan sekali dalam traveling untuk bekerja. Paspor Indonesia itu susah sekali untuk dapat visa. Saya pernah mengeluarkan album di Portugal, begitu mereka melihat paspor saya warna hijau saya tidak boleh masuk. Itu kan menghambat," kata Anggun yang saat itu menghadiri acara peresmian patung lilinnya di Madame Tussauds Bangkok, Thailand.

Bagi musisi yang rutin menjalani tur ke banyak negara, persoalan tidak bisa masuk ke negara tujuan karena masalah visa dan paspor bukanlah perkara kecil. Oleh karena itu, keputusan Anggun memilih kewarganegaraan Prancis lebih berkaitan dengan kebutuhan karier internasionalnya.

Pada 2019 ketika kembali disinggung lagi soal keputusannya melepas status WNI, Anggun menjelaskan bahwa sebenarnya ia masih berharap Indonesia suatu hari nanti bisa mengizinkan dwi-kewarganegaraan.

3. Indonesia tetap jadi bagian besar identitas Anggun

Anggun C. Sasmi (instagram.com/anggun_cipta)

Meski status paspor menyatakan bahwa Anggun adalah warga negara Prancis, namun ia tampak konsisten mengidentifikasi dirinya sebagai orang Indonesia di berbagai kesempatan. Menurut Anggun, justru orang-orang Prancis lah yang mengenalnya sebagai penyanyi dari Indonesia. Yang ironis, orang Indonesia sendiri yang cenderung sebagai orang Prancis berdasarkan kewarganegaraannya.

Pengakuan dirinya sebagai orang Indonesia belum berubah selama bertahun-tahun. Pada 2025 ketika diundang tampil dalam rangkaian kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, Anggun kembali berbicara mengenai identitasnya. Ia menyebut Indonesia sebagai negara asalnya, sementara Prancis adalah negara adoptifnya. Baginya, kedua identitas tersebut sudah menjadi satu.

Jika Anggun datang ke Indonesia semata-mata untuk tampil bernyanyi hanya karena pekerjaannya, mungkin air mata itu tidak akan jatuh di pipinya saat melantunkan "Tanah Airku" di GBK. Tetapi, hubungan Anggun dengan Indonesia menunjukkan yang lebih dari itu.

Ia masih rutin memperkenalkan dirinya sebagai orang Indonesia di panggung-panggung internasional. Label itu selalu ia bawa dalam pekerjaannya, bahkan dalam proyek akting Hollywood terbaru, Anggun memainkan peran sebagai orang Indonesia di serial Reacher bersama Agnez Mo, punya adegan dialog berbahasa Indonesia, dan menjadi villain dengan senjata ikonik karambit dari Indonesia. Dalam wawancara bersama IDN Times pada Agustus lalu, Anggun menjadi salah satu yang ikut poles naskah dialog Indonesia di serial yang dibintangi Alan Ritchson tersebut.

Di luar panggung hiburan, ia juga pernah menunjukkan kepeduliannya terhadap alam Indonesia dengan menjadi FAO Goodwill Ambassador. Pada proyek yang dijalankan tahun 2011 itu, ia menjalankan misi di Indonesia mengunjungi hutan-hutan dan membahas seputar reforestasi di kawasan pesisir yang terdampak bencana.

Pada akhirnya, banyak faktor yang bisa bikin Anggun menitikkan air mata di panggung final FIFA ASEAN Cup 2026. Kembali ke GBK yang menjadi tempat ia pertama kali manggung ketika masih berusia 16 tahun, timnas yang akhirnya berhasil buka puasa gelar juara setelah penantian 35 tahun, atau juga lirik "Tanah Airku" yang menceritakan tentang seseorang yang pergi jauh tapi tidak pernah benar-benar melupakan tanah kelahirannya.

Kalau menurut pengakuannya yang ia sampaikan melalui unggahan di Instagram seusai penampilannya di GBK, Anggun merasakan getaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya ketika menyanyikan "Tanah Airku" bersama dengan 70 ribu orang yang hadir di stadion tersebut.

"Malam yang tidak akan pernah saya lupakan. Menyanyikan 'Tanah Airku' bersama 70.000 orang tadi malam memberikan satu getaran yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya," tulisnya pada unggahan Instagram, Selasa (6/10/2026).

Bagi Anggun, pergi jauh tidak selalu berarti meninggalkan rumah. Ia sekarang memilih Prancis sebagai rumah yang kini menampungnya demi kelancaran karier. Tapi, Anggun gak pernah benar-benar lupa dengan rumah tempat ia lahir dan membesarkannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article