5 Anime Shounen Modern yang Terinspirasi dari Big Three Shounen

- Big Three Shounen masih menjadi kiblat utama bagi banyak anime shounen modern.
- Seri seperti Black Clover, Jujutsu Kaisen, hingga My Hero Academia mewarisi pola cerita, karakter, dan sistem kekuatan khas Big Three.
- Pengaruh Naruto, One Piece, dan Bleach tetap hidup dalam shounen masa kini.
Pada era 2000-an, industri anime shounen dikuasai oleh tiga anime besar, yaitu Naruto, One Piece, dan Bleach. Mereka bahkan disebut sebagai Big Three Shounen karena memang sangat populer pada masa itu. Meski era kejayaan Big Three Shounen sudah berakhir, itu tidak berlaku dengan pengaruh mereka.
Buktinya, ketiga anime tersebut masih memberikan pengaruh yang besar dalam industri anime shounen dan kerap menjadi kiblat bagi seri shounen modern. Pada kesempatan kali ini, penulis sudah merangkum lima anime shounen yang terinspirasi dari Big Three Shounen. Apa saja? Yuk, simak ulasan berikut!
1. Black Clover

Merupakan seri karya Yuki Tabata, Black Clover secara terang-terangan berkiblat pada Naruto. Terlebih, anime ini juga digarap oleh Pierrot, studio yang sama dengan Naruto. Meski tidak bercerita tentang ninja, Black Clover sangat mirip dengan Naruto dari plot, perkembangan karakter, hingga sistem kekuatan.
Black Clover menceritakan tentang Asta yang ingin menjadi Kaisar Sihir, sama seperti Naruto yang ingin menjadi Hokage. Asta memiliki iblis dalam tubuhnya, sama seperti Naruto yang memiliki Kurama. Tak hanya itu, rivalitas Asta dengan Yuno juga memiliki konsep yang sama dengan rivalitas antara Naruto dengan Sasuke, si pekerja keras vs. si genius.
2. Jujutsu Kaisen

Bagi penggemar anime klasik, kamu bakal akan langsung teringat pada Bleach ketika pertama kali menonton Jujutsu Kaisen. Dari plot, pembangunan dunia, hingga sistem kekuatan, Jujutsu Kaisen benar-benar mirip dengan Bleach. Bukan sekadar asumsi, Gege Akutami sendiri memang pernah mengakui bahwa karya Tite Kubo tersebut menjadi inspirasi terbesarnya dalam memulai Jujutsu Kaisen.
Dalam Bleach, Ichigo Kurosaki tidak sengaja terseret ke dunia Shinigami setelah terlibat dalam pertarungan dengan Hollow. Begitu juga dalam Jujutsu Kaisen, Yuji Itadori tidak sengaja terseret ke dunia Jujutsu setelah terlibat dalam pertarungan dengan Roh Terkutuk. Bleach dan Jujutsu Kaisen sama-sama menceritakan tentang protagonis yang hidup dalam dua dunia, antara dunia modern serta dunia supranatural.
Tak hanya itu, sistem kekuatan kedua seri ini juga tidak jauh berbeda. Energi Kutukan bisa dibilang sebagai Reiryoku versi Jujutsu Kaisen. Bahkan, sistem Domain Expansion dalam Jujutsu Kaisen juga sangat mirip dengan Bankai dalam Bleach.
3. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Sama seperti Jujutsu Kaisen, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba juga merupakan seri yang sangat mirip dengan Bleach. Iblis bisa dibilang sebagai Hollow versi Demon Slayer. Baik iblis maupun Hollow, keduanya merupakan makhluk supranatural yang suka membunuh manusia.
Jika Bleach memiliki Shinigami, Demon Slayer memiliki Pemburu Iblis. Keduanya sama-sama bertugas membasmi monster yang mengganggu ketenteraman umat manusia. Baik Pemburu Iblis maupun Shinigami, mereka juga menggunakan senjata yang sama: pedang.
Shinigami menggunakan Zanpakuto, sementara Pemburu Iblis menggunakan pedang Nichirin. Zanpakuto dan Nichirin memang memiliki cara kerja yang berbeda. Namun, kedua pedang ini sama-sama merupakan senjata khusus yang digunakan untuk membasmi makhluk supranatural yang jahat.
4. My Hero Academia

Merupakan seri karya Kohei Horikoshi, My Hero Academia sering disebut sebagai anime yang kurang shounen. Pasalnya, sang protagonis, Izuku Midoriya alias Deku, tidak memiliki masalah keluarga seperti kebanyakan protagonis shounen. Namun, dari plot dan pengembangan karakter, My Hero Academia justru merupakan anime yang paling mewarisi DNA Big Three Shounen.
Sejak perilisan Attack on Titan, seri shounen bertema gelap menjadi lebih populer di kalangan penggemar anime. Namun, My Hero Academia tetap berdiri pada format standar shounen tanpa membuat ceritanya membosankan. Dari plot dan pengembangan karakter, My Hero Academia justru menjadi seri paling shounen dari semua seri shounen modern.
My Hero Academia mengambil konsep from zero to hero dari Naruto dan One Piece. Protagonis tanpa bakat dengan mimpi besar ini mirip dengan Naruto yang ingin menjadi Hokage. Kekuatan One For All yang diwariskan dari generasi ke generasi juga mirip dengan Luffy yang mewarisi kekuatan Joy Boy melalui Hito Hito no Mi, Model: Nika.
5. Frieren: Beyond Journey's End

Frieren: Beyond Journey's End mungkin jarang disebut sebagai penerus Big Three Shounen. Meski begitu, seri ini diam-diam mewarisi jiwa One Piece. Dari pembangunan dunia dan sejarah, Frieren cukup mirip dengan One Piece.
Frieren dan One Piece sangat disukai oleh penggemar karena satu alasan yang sama: pembangunan dunia yang indah serta luas. Seri berfokus pada petualangan di dunia yang sangat berbeda dengan dunia nyata. Meski Frieren memiliki elemen fantasi yang lebih kuat, petualangan dan perjalanan waktu dalam Frieren sangat dekat dengan One Piece.
Era kejayaan Big Three Shounen memang sudah berakhir. Seri shounen sudah jauh lebih berkembang, baik dari plot, pengembangan karakter, hingga sistem kekuatan yang jauh lebih rumit. Meski begitu, pengaruh Big Three Shounen masih tetap hidup dalam seri shounen modern. Jadi, bagaimana menurutmu?



















