still cut film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures)
Judul yang sangat mirip dan jadwal rilis yang juga gak terpisah jauh, membuat munculnya spekulasi kalau dua karya ini punya kaitan satu sama lain. Dalam celetukan yang viral bahkan anime-nya dituduh sebagai penjiplak karena rilisnya belakangan. Namun, kalau dilihat dari fakta-fakta dari poin di atas, anggapan itu gak benar ya, guys.
Baik anime Ghost in the Shell dan film Ghost in the Cell-nya Joko Anwar itu gak ada kaitannya sama sekali. Filmnya Joko Anwar juga bukan mengadaptasi ataupun me-remake dari versi anime, karena Joko Anwar pernah cerita sendiri kalau salah satu inspirasi filmnya itu datang dari lapas Sukamiskin di Bandung, yang dulu punya label penjara koruptor tapi fasilitasnya kayak hotel. Bikin narapidana pada betah.
Kalau dicermatin lagi, kedua karya ini juga punya konsep penceritaan yang berbeda jauh. Anime Ghost in the Shell dengan mengusung cerita cyberpunk, berandai-andai bagaimana jika tubuh manusia diambil alih oleh AI, mengungkap pertanyaan apakah AI punya kesadaran dan sejenisnya. Sementara Ghost in the Cell lebih ke drama satir sosial Indonesia, mengenai kritik sistem penjara dan juga kekuasaan.
Jadi, meski judul keduanya mirip tapi Ghost in the Shell dan Ghost in the Cell tidak berkaitan sama sekali, ya.