Aurelie Minta Warganet Gak Bully Karakter-Karakter yang Ada di Bukunya

- Banyak warganet salah tebak mengenai sosok asli karakter di buku Broken Strings. Aurelie mengimbau untuk tidak melakukan bullying kepada karakter-karakter dalam bukunya.
- Tidak memusingkan kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu. Aurelie serahkan urusan dan pendapat publik kembali ke orang tersebut dan juga warganet.
- Ingatkan lagi tujuannya menulis buku Broken Strings. Aurelie menulis buku untuk membuka mata, memberi awareness, dan membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama.
Aurelie Moeremans masih terus memberikan tanggapannya mengenai isu-isu yang beredar setelah buku Broken Strings viral. Dalam buku tersebut, ia menuliskan tokoh-tokoh dari kehidupannya dengan nama samaran. Hal ini membuat banyak warganet yang menerka-nerka siapa identitas sebenarnya, yang Aurelie ceritakan dalam memoarnya tersebut.
Akibat banyak warganet yang menebak dan tidak tepat sasaran, Aurelie akhirnya mengungkapkan keresahannya. Lewat akun Threads miliknya, sang aktris meminta warganet untuk tidak lagi melakukan perundungan kepada karakter-karakter yang ada di bukunya.
1. Banyak warganet salah tebak mengenai sosok asli karakter di buku Broken Strings

Lewat unggahan Threads pada Jumat (16/1/2026), Aurelie mengimbau kepada warganet dan pembaca Broken Strings untuk tidak melakukan bullying kepada karakter-karakter yang ada di bukunya.
Aurelie mengaku resah karena banyak warganet yang menebak-nebak sosok asli karakternya, sementara tebakan mereka gak selalu tepat. Hasilnya ketika mereka salah tebak dan sudah terlanjut melakukan perundungan, Aurelie merasa tidak kepada orang yang dituduh.
"Tolong jangan mem-bully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau masih sebatas tebak-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku gak enak bacanya," tulis Aurelie.
2. Tidak memusingkan kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu

Selain orang yang disebut warganet hasil tebak-tebakan mereka, ada juga sosok yang muncul ke publik dan mengaku sebagai orang asli dari salah satu karakter yang disebut di buku Broken Strings. Mengenai hal itu, Aurelie mengaku tidak terlalu memusingkannya. Urusan dan pendapat publik Aurelie serahkan kembali ke orang tersebut dan juga warganet.
"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," jelas penulis buku Broken Strings ini.
3. Ingatkan lagi tujuannya menulis buku Broken Strings

Menutup curhatannya, aktris yang kini menetap di Amerika Serikat ini kembali memberi tahu tujuan sebenarnya ia menulis memoar tersebut. Menurutnya, buku itu ditulis dan dirilis membuka mata dan kesadaran lewat pengalaman pribadi, bukan untuk menyerang orang tertentu.
"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku nulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama," tutup Aurelie.
Aurelie juga menyebut bahwa bukunya dibuat bukan untuk mencari sebuah karakter di versi dunia nyata, kemudian menghakimi dan mengeroyoknya. Murni pengalaman pribadi yang penuh luka dan proses penyembuhannya.


















