Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Momen Sabo Hampir Mati dalam One Piece

3 Momen Sabo Hampir Mati dalam One Piece
Sabo (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Sabo pernah hampir mati saat kapalnya ditembak Bangsawan Dunia ketika masih kecil.

  • Ia nyaris terbunuh saat berhadapan dengan Im dan Gorosei di Mary Geoise.

  • Sabo kembali diduga mati ketika Kerajaan Lulusia dihancurkan oleh Mother Flame.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selain Luffy, Sabo merupakan salah satu karakter yang cukup sering menghindari kematian. Sepanjang seri berlangsung, Sabo sempat diduga sudah mati berkali-kali. Namun, Sabo selalu berhasil selamat meski nyawanya sudah berada di ujung tanduk.

Nah, pada kesempatan kali ini, penulis sudah merangkum tiga momen ketika Sabo hampir mati dalam seri One Piece. Momen apa saja? Simak ulasan berikut!

1. Ditembak oleh Saint Jalmack

kapal Sabo dihancurkan Bangsawan Dunia.
kapal Sabo dihancurkan Bangsawan Dunia. (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebagai anak dari Outlook III, Sabo sebenarnya terlahir sebagai seorang bangsawan. Meski begitu, Sabo menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Gray Terminal bersama Portgas D Ace dan Monkey D Luffy. Ketiganya memiliki mimpi yang sama: menjadi bajak laut.

Ketika Bangsawan Dunia hendak mengunjungi Kerajaan Goa, para bangsawan sepakat untuk menghancurkan Gray Terminal. Pada titik ini, Sabo melarikan diri dan memulai perjalanannya sebagai bajak laut dengan mencuri sebuah kapal. Sayangnya, kapal Sabo berlayar tepat di tengah jalur kapal Bangsawan Dunia.

Melihat bendera bajak laut pada kapal Sabo, Saint Jalmack tanpa ragu langsung menembak kapal Sabo. Meski mayat Sabo tidak pernah ditemukan, Ace dan Luffy mengira bahwa Sabo sudah mati. Pasalnya, Sabo menghilang begitu saja seolah ditelan Bumi.

Namun, seri kemudian mengungkapkan bahwa Sabo berhasil diselamatkan oleh ayah Luffy, Monkey D Dragon. Sabo sempat kehilangan ingatannya selama dirinya menjadi bagian Pasukan Revolusioner. Namun, ingatan Sabo segera kembali setelah dirinya mendengar kabar tentang kematian Ace.

2. Hampir dibunuh oleh Im dan Gorosei

Sabo membawa kabur Cobra dari Im dan Gorosei.
Sabo membawa kabur Cobra dari Im dan Gorosei. (dok. Toei Animation/One Piece)

Pada Reverie kemarin, Sabo sempat memimpin Pasukan Revolusioner dalam serangan ke Mary Geoise. Serangan ini ditujukan bukan hanya sebagai deklarasi perang, tetapi juga merupakan misi penyelamatan Bartholomew Kuma. Misi Pasukan Revolusioner bisa dibilang berhasil karena mereka sukses menghancurkan gudang makanan Bangsawan Dunia, membebaskan banyak budak, dan membawa pulang Kuma.

Meski begitu, Sabo sempat hampir menemui ajalnya selama serangan tersebut. Ketika serangan berlangsung, Sabo tidak sengaja menguping percakapan antara Nefertari Cobra dengan Im dan Gorosei. Ketika Im dan Gorosei membunuh Cobra karena mengetahui sesuatu yang tabu, Sabo langsung berusaha menyelamatkan Raja Alabasta tersebut.

Dalam prosesnya, Sabo sempat berhadapan dengan wujud monster Im dan Gorosei. Sayangnya, Sabo gagal menyelamatkan Cobra. Meski begitu, setidaknya Sabo berhasil selamat dari serangan Im dan Gorosei.

Setelah kematian Cobra, Pemerintah Dunia kemudian menyebarkan fitnah dengan mengatakan bahwa Sabo bertanggung jawab atas kematian Cobra. Namun, fitnah tersebut justru malah menguntungkan Pasukan Revolusioner. Karena Alabasta adalah salah satu negara yang beraliansi dengan Pemerintah Dunia, negara lain yang bergabung dengan Pasukan Revolusioner menganggap Sabo sebagai pahlawan.

3. Kembali diduga mati setelah serangan di Lulusia

Im menghancurkan Kerajaan Lulusia dengan Mother Flame.
Im menghancurkan Kerajaan Lulusia dengan Mother Flame. (dok. Toei Animation/One Piece)

Setelah apa yang terjadi di Mary Geoise, Sabo melarikan diri dengan menyelinap di kapal yang kebetulan mengarah ke Kerajaan Lulusia. Seperti yang kita tahu, Pemerintah Dunia tidak akan membiarkan siapa saja yang mengetahui rahasia mereka. Tentunya, Im langsung memburu Sabo setelah dirinya terlibat dalam kejadian di Mary Geoise.

Tak berselang lama setelah Reverie berakhir, Im langsung melakukan uji coba Mother Flame di Lulusia. Tentu saja, bukan tanpa alasan kenapa Im memilih Lulusia. Selain karena Sabo bersembunyi di sana, masyarakat Lulusia juga baru saja melakukan pemberontakan dan bergabung dengan Pasukan Revolusioner.

Ketika Lulusia dihancurkan, Sabo sempat kembali diduga sudah mati. Pasalnya, Mother Flame tidak hanya menghancurkan Lulusia, tetapi juga meninggalkan lubang besar di pulau tersebut. Ditambah, komunikasi antara Sabo dengan Pasukan Revolusioner juga sempat terputus begitu Lulusia dihancurkan.

Namun, seri kemudian mengungkapkan bahwa Sabo berhasil selamat. Saat Lulusia dihancurkan, Sabo baru saja meninggalkan pulau tersebut bersama sebagian masyarakat Lulusia. Sabo kehilangan koneksi dengan Pasukan Revolusioner karena serangan Mother Flame mengganggu sinyal Den Den Mushi.

Tampaknya, Sabo akan memiliki peran yang sangat penting dalam puncak seri One Piece. Terbukti, Oda selalu memastikan keselamatan karakter ini meski Sabo sudah beberapa kali berada sejengkal dengan kematiannya. Jadi, bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More