Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Band yang Makin Sukses setelah Memecat Anggotanya

6 Band yang Makin Sukses setelah Memecat Anggotanya
The Rolling Stones (facebook.com/The Rolling Stones)
Intinya Sih
  • Beberapa band besar seperti Nirvana, Metallica, dan Oasis justru mencapai puncak kesuksesan setelah memecat anggota yang dianggap tidak sejalan dengan visi musik mereka.
  • Pergantian personel membawa energi baru dan perubahan gaya bermusik, seperti Dave Grohl di Nirvana atau Tré Cool di Green Day yang memperkuat karakter band masing-masing.
  • Kisah dari Pink Floyd hingga The Rolling Stones menunjukkan bahwa konflik internal bisa menjadi titik balik penting menuju era kejayaan baru dalam perjalanan karier musik mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam sejarah musik rock, pergantian personel band bukanlah hal yang aneh. Banyak band mengalami konflik internal, perbedaan visi, hingga masalah pribadi yang akhirnya membuat salah satu anggota harus keluar atau bahkan dipecat. Meski terdengar seperti kabar buruk, ternyata beberapa band justru menemukan momentum baru setelah perubahan tersebut, lho.

Menariknya, keputusan yang awalnya terasa kontroversial ini kadang malah menjadi titik balik besar bagi karier mereka. Dengan formasi baru, energi kreatif berubah, dinamika band jadi berbeda, dan hasilnya sering kali membawa kesuksesan yang lebih besar. Berikut beberapa band terkenal yang justru semakin bersinar setelah memecat salah satu anggotanya.

1. Chad Channing – Nirvana

Nirvana
Nirvana (facebook.com/Nirvana)

Di masa awal perjalanan Nirvana, posisi drummer memang sempat menjadi masalah yang belum benar-benar stabil. Salah satu drummer yang pernah mengisi posisi itu adalah Chad Channing. Awalnya ia dianggap cocok dengan gaya musik band yang dipimpin oleh Kurt Cobain, bahkan ikut terlibat dalam beberapa rekaman awal mereka.

Namun, seiring waktu, perbedaan pandangan mulai muncul. Channing sempat ingin terlibat lebih jauh dalam proses penulisan lagu, sesuatu yang ternyata tidak terlalu disukai Cobain. Ditambah lagi, gaya drumnya dianggap belum sepenuhnya sesuai dengan visi musik yang diinginkan oleh band.

Situasi berubah ketika Dave Grohl bergabung sebagai drummer baru. Energi dan kekuatan permainan drumnya memberikan warna yang jauh lebih kuat bagi band tersebut. Ketika mereka merekam album legendaris, Nevermind, kontribusi Grohl terasa sangat besar dalam membentuk suara khas Nirvana.

2. Dave Mustaine – Metallica

Metallica
Metallica (facebook.com/Metallica)

Di awal 1980-an, tidak banyak orang yang menyangka bahwa Metallica akan menjadi salah satu band metal terbesar di dunia. Saat itu mereka hanyalah sekelompok musisi muda yang memainkan musik keras dengan semangat liar. Salah satu gitaris awal mereka adalah Dave Mustaine.

Mustaine sebenarnya dikenal sangat berbakat, tetapi masalah sikap dan kebiasaan buruknya sering menimbulkan konflik di dalam band. Perilakunya yang dianggap terlalu ekstrem akhirnya membuat James Hetfield dan Lars Ulrich memutuskan untuk mengeluarkannya dari band.

Setelah Mustaine keluar, posisi gitar utama diisi oleh Kirk Hammett. Bersama formasi baru ini, Metallica mulai menemukan suara mereka yang lebih solid dan terarah. Menariknya, Mustaine tidak berhenti di situ. Ia kemudian membentuk band baru bernama Megadeth yang juga sukses besar di dunia metal.

3. Tony McCarroll – Oasis

Oasis
Oasis (instagram.com/oasis)

Ketika Oasis mulai merintis karier di awal 1990-an, drummer mereka adalah Tony McCarroll. Ia ikut berperan dalam masa awal band ketika mereka mulai dikenal di Inggris. Namun, hubungan antara McCarroll dan anggota lain, terutama Noel Gallagher, tidak selalu berjalan mulus.

Gallagher dikenal sangat perfeksionis dalam urusan musik. Ia merasa bahwa permainan drum McCarroll kurang stabil untuk mendukung lagu-lagu yang semakin kompleks. Kritik tersebut akhirnya membuat posisi McCarroll di band menjadi tidak aman.

Setelah keluar dari band, Oasis merekrut Alan White sebagai drummer baru. Permainan White yang lebih rapi dan presisi membuat banyak lagu Oasis terdengar lebih kuat. Kontribusinya bisa didengar dalam lagu-lagu besar, seperti “Don’t Look Back in Anger” dan “Champagne Supernova”. Dengan formasi tersebut, Oasis mencapai puncak popularitasnya di pertengahan 1990-an.

4. Al Sobrante – Green Day

Green Day
Green Day (facebook.com/Green Day)

Di masa awal terbentuknya Green Day, drummer mereka adalah John Kiffmeyer yang lebih dikenal dengan nama panggung Al Sobrante. Ia bukan hanya drummer, tetapi juga membantu banyak hal di balik layar, termasuk manajemen dan produksi. Namun, perjalanan kariernya bersama Green Day tidak berlangsung lama.

Ketika Kiffmeyer memutuskan untuk fokus pada pendidikan dan pergi ke perguruan tinggi, Green Day harus mencari drummer baru yang bisa sepenuhnya berkomitmen pada band. Penggantinya adalah Tré Cool, yang saat itu masih sangat muda. Energinya yang liar dan penuh semangat langsung memberikan warna baru bagi band.

Permainan drumnya sangat cocok dengan gaya punk Green Day yang cepat dan eksplosif. Ketika album Dookie dirilis, Green Day langsung meledak di pasar musik dunia. Album tersebut menjadi salah satu album punk rock paling sukses sepanjang masa.

5. Syd Barrett – Pink Floyd

Pink Floyd
Pink Floyd (facebook.com/Pink Floyd)

Tidak bisa dipungkiri bahwa Syd Barrett adalah sosok penting dalam kelahiran Pink Floyd. Ia merupakan pendiri band sekaligus penulis lagu utama di masa awal. Gaya musiknya yang eksperimental membentuk identitas Pink Floyd pada era psychedelic rock.

Sayangnya, kondisi mental Barrett semakin memburuk seiring waktu. Ia sering tampil di panggung tanpa benar-benar bermain gitar atau terlihat kehilangan fokus. Situasi ini membuat band kesulitan untuk melanjutkan aktivitas mereka secara normal. Akhirnya Pink Floyd memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa Barrett.

Mereka kemudian merekrut David Gilmour sebagai gitaris baru. Kehadirannya membawa perubahan besar dalam arah musik band. Bersama Roger Waters, Gilmour membantu menciptakan beberapa album prog rock terbaik sepanjang masa. Salah satu album yang bahkan didedikasikan untuk Barrett adalah Wish You Were Here.

6. Brian Jones – The Rolling Stones

The Rolling Stones
The Rolling Stones (instagram.com/therollingstones)

Di masa awal The Rolling Stones, Brian Jones adalah sosok yang sangat penting. Ia bukan hanya gitaris, tetapi juga musisi multitalenta yang mampu memainkan berbagai instrumen. Banyak orang bahkan menganggapnya sebagai otak kreatif band pada awal karier mereka. Namun, seiring waktu, kepemimpinan band mulai bergeser ke tangan Mick Jagger dan Keith Richards.

Jones juga mulai menghadapi berbagai masalah pribadi yang memengaruhi performanya di dalam band. Akhirnya, Jones dikeluarkan dari band pada akhir 1960-an. Tak lama setelah itu, ia meninggal dunia secara tragis. Kepergiannya menjadi momen emosional bagi seluruh anggota band.

Setelah merekrut Mick Taylor sebagai gitaris baru, The Rolling Stones justru memasuki salah satu periode terbaik dalam karier mereka. Album seperti Sticky Fingers dan Exile on Main St. menjadi bukti bagaimana formasi baru membawa band ini ke level yang lebih tinggi.

Perjalanan sebuah band memang tidak selalu berjalan mulus. Dari Nirvana hingga The Rolling Stones, sejarah musik menunjukkan bahwa dinamika dalam sebuah band bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Menurutmu, band mana yang perubahan anggotanya paling berdampak besar bagi kesuksesan mereka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More