Brian Khrisna saat konferensi pers film "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Sebagai penulis, Brian Khrisna mengaku antusias sekaligus gugup ketika melihat kisah yang selama ini hanya ada dalam bentuk tulisan mulai diwujudkan menjadi film.
"Sebagai orang yang nulis dan mendengarkan Ale-nya sendiri, kita berbincang tentang ini sangat excited sekali. Deg-degan juga ada pasti tentunya. Apalagi ini dialihwahanakan menjadi film, pasti tentunya ada tambahan beberapa adegan yang lebih menarik," ujar Brian dalam konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Brian juga melihat kisah Ale cukup dekat dengan realita banyak orang, khususnya mereka yang tinggal di kota-kota besar. Ada berbagai persoalan dan perasaan yang sering kali hanya dipendam tanpa pernah diceritakan kepada orang lain.
"Apalagi ini menceritakan tentang keadaan yang mungkin didera banyak orang, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta yang selama ini bahkan tidak pernah dibicarakan ke orang lain. Perasaannya selama ini dipendam sendiri, dan ada banyak sekali 'Ale' di luar sana yang masuk ke DM juga," jelasnya.
Ia berharap pembaca novel dapat merasakan pengalaman baru ketika melihat karakter dan cerita yang selama ini mereka bayangkan akhirnya menjadi nyata di layar.
"Jadi semoga di film ini para teman-teman yang sudah membaca bukunya bisa ketika nanti menonton filmnya akan merasa sama exciting-nya seperti saya, karena melihat yang selama ini dibayangkan ternyata menjadi nyata. Dan buat teman-teman yang belum baca bukunya ketika menonton film ini akan merasa sangat tergugah puas, lalu pulangnya bisa membeli buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati," harap Brian.