Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cecep Arif Rahman, Sosok di Balik Koreografi Laga di Badut Gendong

Cecep Arif Rahman, Sosok di Balik Koreografi Laga di Badut Gendong
Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer dan Marthino Lio sebagai pemeran Darso di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman | Instagram.com/magmaent)
Intinya Sih
  • Cecep Arif Rahman menjadi koreografer laga film Badut Gendong (2026), bekerja sama dengan sutradara Charles Gozali untuk menyelaraskan adegan aksi dengan alur cerita dan visi film.
  • Koreografi laga memadukan unsur bela diri dan tarian tradisional Badut Gendong, menuntut Marthino Lio mendalami gerakan tari agar setiap adegan terlihat alami dan selaras.
  • Proses pembuatan koreografi berlangsung sekitar satu bulan, melibatkan kolaborasi intens antara Cecep, tim stunt Jonathan Ozon, serta pelatih tari demi hasil aksi yang autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Film Badut Gendong (2026) membawa angin segar bagi dunia perfilman Indonesia. Masuk dalam Qodrat universe, film ini menyajikan berbagai elemen khas Indonesia, mulai dari tarian tradisional, gerakan bela diri, serta desain produksi berupa latar lokasi, bahasa dialog, hingga wardrobe yang ditampilkan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah koreografi laga yang dilakoni Marthino Lio, pemeran Darso di film Badut Gendong (2026). Menurut Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer dari film arahan Charles Gozali itu, konsep koreografi laganya memadukan beladiri dan gerakan tari.

Saat saya berhadapan langsung dengan "Kang Cecep", sapaan akrab bintang John Wick: Chapter 3 - Parabellum (2019) itu, ia memuji kecakapan Marthino Lio dalam melakoni adegan laga. Mari simak perbincangan IDN Times bersama Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer film Badut Gendong (2026) dalam program #COD (Cerita Orang Dalam).

1. Cecep Arif Rahman yang bertanggung jawab membuat koreografi di Badut Gendong, tapi keputusan tetap di tangan Charles Gonzali

Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong
Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Sore itu, pada Rabu (4/6/2026), saya bertanya kepada Cecep Arif Rahman, apakah porsinya di dalam film Badut Gendong hanya sebagai pembuatan koreografi laga saja? Kang Cecep membenarkan hal tersebut dan berkata, Charles Gozali, selaku sutradara dan Action Director yang bertanggung jawab sebagai decision maker.

"Memang seperti itu harusnya, karena kan tentu harus ada yang memimpin dan menentukan. Bahwa Om Charles yang pegang cerita. Jadi yang menentukan cerita nantinya akan sinkron dengan alur cerita tersirat dalam film tersebut adalah beliau," ungkap Cecep Arif Rahman.

Ternyata untuk membuat koreografi laga, tim Martial Arts harus membuat seperti alur cerita agar bisa sinkron. Setelah disetujui oleh Charles Gozali, barulah koreografi laga tersebut diperkenalkan kepada para aktor dan departemen lain.

"Terus kita coba perlihatkan dengan tim yang lain. Kalau sudah sinkron, karena sesuai dengan set-nya dan sesuai dengan cerita yang akan dikembangkan, baru kita tentukan. Jadi bukan hanya satu kali proses. Jadi kita membuat seperti alur cerita saja dulu," sambungnya.

2. Konsep koreografi Badut Gendong harus diselaraskan dengan gerakan tari

Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong
Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Cecep Arif Rahman mengaku, tantangan terbesar dalam pembuatan koreografi laga di film Badut Gendong (2026) adalah mensinkronkan dengan gerakan tari. Maka dari itu, Marthino Lio, sebagai Darso harus mendalami gerakan tari terlebih dahulu dengan departemen yang berbeda.

"Judulnya penari badut gendong kan, pemerannya harus bisa menarikan tarian tersebut dengan bagus. Ya sudah harus kita cari pelatih untuk pemainnya yang bagus juga," cerita pemeran Pandega di film Satria Dewa: Gatotkaca (2022) ini.

Setelah melihat tarian Badut Gendong, baru tim Martial Arts menyinkronkan koreografi laga atau jurus dari perguruan silat Hasundan yang dipimpin Cecep Arif Rahman. Tujuannya, agar koreografi yang ditampilkan Darso terlihat selaras.

"Selain penari dia pun harus bisa memahami apa yang dia buat dalam tarian tersebut. Jadi dalam tarian tersebut, pemerannya harus bisa mengaplikasikannya dalam bela diri juga. Dari bentuk geraknya, cara melangkah, cara bergerak, juga kita sesuaikan dengan prinsip yang ada dalam tarian tersebut," lanjut Cecep.

Selain itu, Cecep juga bertanggung jawab untuk membuat koreografi lawan Darso. Fokus utama saat menciptakan koreografi tersebut adalah memastikan gerakannya sinkron antara setiap karakter.

"Karena kan Darso berkelahi dengan karakter lain, ya kita buat fighting-nya sama. Jadi dengan karakter lain pun kita buat," ucapnya.

3. Butuh satu bulan untuk menciptakan koreografi Badut Gendong

Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong
Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong (Instagram.com/magmaent)

Ternyata tim Martial Arts membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk persiapan hingga menciptakan koreografi laga di film Badut Gendong (2026), lho. Momen ini dimanfaatkan untuk membicarakan konsep hingga melahirkan koreografi yang kita lihat di film.

"Persiapan sebulan. Jadi dalam persiapan itu kita berkomunikasi dengan Pak Charles, juga Om Jonathan, sebagai tim Stunt-nya, dan sama guru penarinya yang membuat tarian Badut Gendong itu. Jadi kita berkomunikasi tentang apa yang harus kita buat dalam fighting-nya, supaya singkron dengan alur cerita dan tarian yang akan dibuat," jelas Cecep yang hari itu tampil dengan jaket berwarna abu-abu tua.

4. Cecep Arif Rahman puji Marthino Lio karena cepat tanggap saat pelajari koreografi laga

Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong
Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong (Instagram.com/magmaent)

Pada kesempatan sore itu, saya juga bertanya bagaimana kerjasama Kang Cecep dan Marhtino Lio saat proses mempelajari koreografi laga. Ternyata Martino Lio dinilai sebagai aktor yang cepat tanggap, lho.

"Kita lihat Marthino Lio lumayan cepat memahami apa yang kita sampaikan. Jadi apa yang kita ajarkan, beliau bisa cepat menangkap dan kita coba singkronkan dengan pemain lain supaya fighting-nya pas. Alhamdulillah juga bisa cepat," tuturnya.

Menurut Cecep Arif Rahman, jika aktor yang mempelajari koreografi laga bisa memahami dengan cepat, maka tim Martial Artis akan merasa senang. Bahkan mereka bisa mendapat inspirasi, agar gerakan laganya terasa lebih cocok dengan sang aktor.

"Memang membuat kita pun senang sebagai pembuatnya. Jadi kadang-kadang inspirasi kita membuat gerakan itu melihat dari bagaimana aktor tersebut bisa melakukan yang kita contohkan. Kalau mereka bisa melakukannya dengan bagus, kita pun terinspirasi untuk membuat yang lebih bagus," tambah Kang Cecep.

5. Departemen stunt yang memberikan keputusan apakah Marthino Lio harus pakai pemeran pengganti

Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong
Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong (Instagram.com/magmaent)

Film Badut Gendong (2026) juga memiliki tim Stunt yang dipimpin oleh Jonathan Ozon. Dia lah yang berhak menentukan, kapan Marthino Lio harus melakoni adegan sendiri atau menggunakan bantuan stunt atau pemeran pengganti.

"Jadi yang menentukan action di luar fighting itu Bang Jonathan. Nah, jadi misalnya seperti adegan yang pakai sling (terbang atau lompat tinggi), itu memang tugasnya Bang Jonathan. Beliau yang buat tapi dengan arahan Pak Charles tentunya," ujar pemeran Rochim di Qodrat (2022) ini.

Nah, biasanya kalau dari Charles Gozali merasa adegan yang dilakoni Marthino Lio sudah cukup memuaskan, mereka tidak memerlukan pemeran pengganti. Namun, jika sebaliknya, maka adegan tersebut harus dilakukan oleh pemeran pengganti.

"Dilihat sama Pak Charles, oh ini sudah cukup, gak usah ada pemeran pengganti. Tapi misal, ini lebih bagus kalau ada yang menggantikan, yang contohnya seperti adegan sambil lompat, terus terbang. Tentu harus ada yang sudah lebih memahami dalam menggunakan alat-alat tersebut," kata Cecep.

Hasil kolaborasi Cecep Arif Rahman, Jonathan Ozon, dan Charles Gozali berhasil melahirkan koreografi laga unik yang dibalut gerakan beladiri, serta tarian Badut Gendong. Apakah kamu sudah menonton aksi Marthino Lio sebagai Darso?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More