Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cecep Arif Rahman Ungkap Perbedaan Koreografi Qodrat dan Badut Gendong

Cecep Arif Rahman Ungkap Perbedaan Koreografi Qodrat dan Badut Gendong
Poster film Qodrat dan Badut Gendong (dok. Magma Entertainment/Qodrat | dok. Magma Entertainment/Badut Gendong)
Intinya Sih
  • Cecep Arif Rahman menjelaskan bahwa koreografi Qodrat menonjolkan bela diri defensif, mencerminkan karakter santri yang bertarung untuk melindungi, bukan mencelakai lawan.
  • Koreografi Badut Gendong dibuat lebih keras dan mematikan karena karakternya seorang pembunuh, serta disinkronkan dengan unsur tari melalui kolaborasi dengan pelatih tari.
  • Cecep mengonfirmasi dirinya tetap menjadi Martial Arts Choreographer di proyek lanjutan semesta Qodrat, meski belum memastikan keterlibatan sebagai karakter Rochim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sebelum mengakhiri perbincangan saya dengan Cecep Arif Rahman, kami sempat mengulik perbedaan koreografi laga karakter Qodrat dan Badut Gendong. Meski sama-sama mahir bertarung, ternyata kedua karakter tersebut memiliki konsep koreografi yang berbeda, lho.

Di sisi lain, Cecep Arif Rahman juga mengonfirmasi bahwa ia masih akan menjadi Martial Arts Choreographer untuk Qodrat universe ini. Simak wawancara eksklusif IDN Times bersama Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendot (2026) dalam program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Qodrat adalah anak santri, jadi gerakannya cuma untuk bela diri

Qodrat 2 (dok. Rapi Films / Qodrat 2)
Qodrat 2 (dok. Rapi Films / Qodrat 2)

Dari segi karakter, Qodrat (Vino G. Bastian) digambarkan sebagai santri yang memanfaatkan kemampuan bela dirinya untuk menolong orang lain. Meski pola gerakannya hampir mirip dengan Darso (Marthino Lio), tapi eksekusinya berbeda.

"Kita harus menyinkronkan bahwa tokoh Qodrat itu seorang santri, jadi bukan seorang pembunuh. Jadi dalam fighting-nya tidak berniat untuk mencelakai, tapi hanya menjaga diri saja," ungkap Cecep Arif Rahman saat berbincang dengan IDN Times pada Kamis (4/6/2026).

Maka dari itu, meski koreografi Qodrat tampak kuat, gesit, dan juga mampu melumpuhkan lawannya, tapi tidak bertujuan untuk membunuh. Ia menambahkan, "Jadi, punya pakem yang menahan untuk berlaku terlalu keras sama lawannya."

2. Sedangkan Badut Gendong itu gerakannya memang untuk membunuh dan mematikan

Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong
Marthino Lio sebagai Darso di film Badut Gendong (Instagram.com/magmaent)

Setelah mendengar penjelasan Kang Cecep, saya pun menarik kesimpulan tentang perbedaan koreografer laga antara Qodrat dan Darso. Pada dasarnya, Badut Gendong memang digambarkan sebagai pembunuh yang meneror warga desa, maka dari itu gerakan dia lebih on point, keras, dan mematikan.

Kang Cecep pun menganggukkan kepala dan menyetujui kesimpulan yang saya utarakan. Ia menjawab, "Iya, betul seperti itu, teh (teteh, panggilan akrab dalam bahasa Sunda)."

Perbedaan lain yang cukup kentara adalah koreografi laga Badut Gendong harus disinkronkan dengan gerakan tari. Saat menciptakan koreografi laga untuk film Badut Gendong (2026), Kang Cecep bekerja sama dengan pelatih tari, lho.

"Jadi dalam Badut Gendong pun kita mencoba seperti itu, menyesuaikan dengan karakter tokohnya. Tapi karena juga harus disinkronkan dengan tarian, ya kita coba komunikasi dengan pelatih tarinya," sambungnya.


3. Kang Cecep spill kalau di film selanjutnya dia masih akan menjadi Martial Arts Choreographer

Seorang pria mengenakan pakaian hitam dengan motif merah dan ikat kepala tradisional sedang berbicara di depan beberapa orang yang memotretnya dengan ponsel.
Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Selain menjadi Martial Arts Choreographer, Cecep Arif Rahman juga memerankan karakter Rochim di film Qodrat (2022) dan Qodrat 2 (2025). Ketika saya tanya, apakah ia masih akan muncul sebagai Rochim di film selanjutnya, Kang Cecep enggan mengonfirmasi.

"Nah, itu kan keputusannya ada di Pak Charles. Jadi belum bisa saya sampaikan bagaimananya. Tapi untuk fighting-nya tentu kita akan terlibat, karena masih dalam satu tim kita. Bang Jonathan (Ozoh sebagai Stunt Coordinator), Om Charles (Ghozali sebagai Sutradara), dan saya," jelasnya.

Meski polanya mirip, tapi dampak yang didapat lawan-lawan Qodrat dan Darso berbeda. Kalau kamu lebih suka konsep koreografi laga karakter yang mana? Qodrat yang tujuannya melindungi atau Badut Gendong si pembunuh?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More