Comscore Tracker

Ngayogjazz Datang Lagi! Ini 5 Fakta Festival Jazz Gratis di Yogyakarta

Sensasi kehujanan sambil dengerin jazz di tengah desa!

Setiap bulan November, ada satu event yang ditunggu-tunggu oleh penikmat jazz di kota gudeg: Ngayogjazz! Acara ini adalahi festival jazz tahunan terbesar di Yogyakarta, meskipun pada kenyataannya tidak hanya penikmat jazz saja yang ikut meramaikan event tersebut.

Nah, bagi kamu yang ingin berkunjung ke Ngayogjazz 2019 atau sekadar penasaran dengan event tersebut, berikut beberapa fakta yang wajib kamu tahu tentang festival jazz gratis di tengah desa ini!

1. Festival jazz tahunan sejak 2007

Ngayogjazz Datang Lagi! Ini 5 Fakta Festival Jazz Gratis di Yogyakartainstagram.com/crazytravelguy

Ngayogjazz pertama kali diselenggarakan di tahun 2007 di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (PSBK), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersamaan dengan acara hajatan masyarakat setempat.

Acara ini awalnya digagas oleh beberapa seniman dan musisi jazz di Yogyakarta yang berusaha mematahkan anggapan bahwa jazz merupakan musik yang mahal, eksklusif dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Ngayogjazz pertama ini pun dilakukan secara spontan, sederhana dan interaktif, serta cuma-cuma alias gratis.

Tahun ini merupakan kali ke-13 Ngayogjazz diselenggarakan. Meskipun sudah berkembang jauh lebih besar dari Ngayogjazz pertama di tahun 2007, acara ini tetap mengusung nilai sederhana, spontan, interaktif dan gratis!

Tema yang diusung oleh Ngayogjazz 2009 adalah "Satu Nusa Satu Jazz-Nya", sebuah pelesetan dari lagu Satu Nusa Satu Bangsa karya L. Manik yang mengajak kita mengingat kembali makna persatuan.

2. Venue di pedesaan yang asyik abis!

Keunikan dari Ngayogjazz adalah venue acaranya yang anti-mainstream. Acara ini digelar di tengah pemukiman penduduk di kawasan pedesaan Yogyakarta, seperti Kotagede, Pandowoharjo, dan lain-lain. Penyelenggaraan event ini juga melibatkan masyarakat lokal, sehingga penduduk setempat pun juga bisa merasakan keuntungan dari acara ini.

Biasanya, akan ada beberapa panggung yang tersebar di tanah lapang yang tersedia seluruh desa. Mulai dari lapangan voli hingga halaman pekarangan masyarakat setempat! Pedukuhan tempat acara berlangsung juga akan disulap dengan berbagai dekorasi kreatif oleh masyarakat setempat. Ada juga kesenian budaya dan pasar tiban yang dikelola oleh penduduk yang ikut meramaikan acara tersebut.

Nah untuk tahun ini, Ngayogjazz akan diadakan di Padukuhan Kwagon, Desa Sidorejo, Sleman, sebuah kawasan yang terkenal sebagai penghasil genteng di Kecamatan Godean. Padukuhan ini sebelumnya juga pernah menjadi venue Ngayogjazz di tahun 2016.

3. Bertabur bintang jazz lokal hingga internasional

Meskipun gratis, bintang tamu yang diundang ke Ngayogjazz juga tidak main-main, lho! Berbagai musisi jazz lokal, nasional dan bahkan internasional pernah bertandang ke festival tahunan ini. Berbagai nama legendaris pun turut menjadi penampil langganan di Ngayogjazz, seperti Tohpati, Syahrani, Everyday, Tompi, Dewa Budjana, dan lain-lain.

Asyiknya lagi, panggung Ngayogjazz biasanya cukup kecil--mirip seperti panggung dangdutan yang biasa digelar di desa-desa. Hal ini memungkinkan kita berdiri sangat dekat dengan penampil di acara tersebut, seakan tidak ada batas antara penonton dan pemusik di panggung. Ini menjadi salah satu ciri khas Ngayogjazz yang jarang kita temui di acara musik lain.

Untuk, Ngayogjazz akan diramaikan oleh Idang Rasjidi, Dewa Budjana, Mus Mujiono, Arp Frique, dan lain-lain. Ada juga musisi borderline jazz alias tidak terlalu berasosiasi dengan aliran jazz, seperti band rock FSTVLST, pianis indie Frau, hingga The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot!

Untuk nama terakhir, Lord Didi akan berkolaborasi dengan Soimah dan KuaEtnika yang digawangi oleh Djaduk Ferianto, penggagas dari acara Ngayogjazz itu sendiri. 

Baca Juga: Pensi Sekelas Festival Musik Profesional, Sky Avenue 2019 Seru Abis!

4. Siap-siap kehujanan!

Ngayogjazz Datang Lagi! Ini 5 Fakta Festival Jazz Gratis di Yogyakartaid.wikipedia.org

Karena diselenggarakan tiap bulan November yang mana merupakan puncak musim penghujan di Yogyakarta setiap pagalaran Ngayogjazz hampir selalu ditemani oleh hujan. Walhasil, kegiatan nonton jazz sambil hujan-hujanan pun sudah menjadi tradisi yang mengikuti festival ini dari tahun.

Bukannya bikin acara bubar, hujan yang datang justru membuat suasana jadi lebih syahdu dan romantis--apalagi jika kamu nonton berdua dengan pasangan, di bawah satu jas hujan yang dipakai berdua!

Nah, bagi kamu yang ingin berkunjung ke Ngayogjazz di tahun ini, disarankan untuk membawa jas hujan sebelum berangkat. Pihak panitia sendiri tidak menyarankan pengunjung menggunakan payung karena bisa menutupi pandangan dari penonton lain di belakangnya. Jadi, sedia jas hujan sebelum kehujanan.

5. Gratis, tapi...

Seperti yang telah disebutkan di atas, festival jazz ini selalu diselenggarakan dengan cuma-cuma alias gratis! Pengunjung yang ingin merasakan keseruan Ngayogjazz juga tidak perlu memesan tiket atau melakukan registrasi. Cukup datang ke venue dan langsung bebas memilih panggung dan penampil yang ingin ditonton.

Satu-satunya biaya yang perlu kita keluarkan adalah parkir (jika menggunakan kendaraan pribadi), serta dana untuk membeli makanan, minuman, dan suvenir di stand-stand yang disediakan.

Perlu diketahui bahwa di tahun ini, ada sedikit perubahan yang dilakukan oleh penyelenggara Ngayogjazz. Festival ini masih gratis tanpa pungutan, namun pengunjung disarankan membawa buku bacaan, buku tulis, atau buku gambar untuk disumbangkan ke Komunitas Jendela Jogja.

Buku-buku ini nantinya akan disebar ke seluruh pelosok negeri untuk meningkatkan minat baca anak di Indonesia. Jadi, jangan lupa nyumbang ya!

Itu dia 5 fakta tentang Ngayogjazz festival jazz tahunan di Yogyakarta. Gimana, sudah siap untuk nge-jazz di tengah desa?

Baca Juga: 7 Festival Musik di Jawa Timur yang Digelar Tahun 2019, Wajib Catat!

Panji Gusti Akbar Photo Verified Writer Panji Gusti Akbar

Science nerd, crazy birdwatcher and third-wave coffee aficionado

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya