Cerita Amanda Rawles dan Wafda Saifan Main Film Pendek: Menantang

Jakarta, IDN Times - Amanda Rawles dan Wafda Saifan lebih sering menghias layar lewat film panjang maupun serial. Namun, kali ini keduanya mencoba pengalaman berbeda dengan membintangi film pendek berjudul Cerita Seperjalanan (2026) arahan sutradara Bernardus Raka.
Film yang juga menjadi karya terbaru Bernardus setelah Nobody Loves Kay (2026) ini mengangkat kisah sepasang kekasih yang menghadapi keraguan menjelang pernikahan setelah 5 tahun bersama. Lantas, apa yang membuat Amanda dan Wafda tertarik mengambil proyek film pendek ini?
1. Wafda ungkap alasan bergabung dengan proyek ini

Wafda Saifan dan Amanda Rawles saat sesi doorstop di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Bagi Wafda Saifan, kesederhanaan menjadi alasan utama dirinya tertarik terlibat dalam Cerita Seperjalanan. Menurutnya, film ini mengingatkan penonton bahwa kebahagiaan sering kali justru berada di sekitar kita.
"Kalau aku, seperti yang tadi udah aku bilang di dalam (setelah pemutaran), karena kesederhanaan ini perlu untuk disampaikan, diingatkan kembali," ujar Wafda saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai manusia terkadang terlalu sibuk memikirkan banyak hal hingga lupa menikmati hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Kadang kita lupa sama hal-hal yang sederhana kan sebenarnya. Kalau kita terlalu njelimet gitu, terlalu penuh, terlalu crowded sehingga kita lupa banyak sebenarnya kebahagiaan itu di sekitar kita, sangat dekat, tapi kitanya yang kemana-mana gitu," lanjutnya.
Pemikiran tersebut kemudian membuat Wafda merasa pesan yang dibawa Cerita Seperjalanan perlu disampaikan kepada penonton.
"Nah, itu yang aku rasa kayak, 'Ini perlu disampaikan,' dan oke aku mau terlibat di project ini," tuturnya.
2. Amanda jelaskan tantangan bermain dalam film pendek

Wafda Saifan dan Amanda Rawles saat sesi doorstop di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Sementara itu, Amanda Rawles punya alasan yang sedikit berbeda. Selain merasa cerita Cerita Seperjalanan dekat dengan kehidupan, Amanda melihat proyek ini sebagai tantangan baru karena format film pendek belum sering ia jalani.
"Kalau aku apa ya, mungkin karena ngerasa ceritanya tuh sangat dekat juga ya. Terus juga menurut aku cukup challenging karena biasanya kan selalu ngambil film-film panjang gitu ya, atau enggak series. Dan ini mungkin pertama kali deh aku ngambil short film gitu," ungkap Amanda.
Menurutnya, bermain dalam film pendek membutuhkan pendekatan yang berbeda. Durasi yang lebih singkat membuat cerita harus disampaikan secara efektif tanpa kehilangan emosi maupun pesan utama.
"Jadi cukup menantang secara format, secara durasi, dan yeah I think it's a good challenge, dan pesannya juga sih tadi. Pesannya sangat-sangatlah sederhana tapi penting untuk diceritakan dan sangat relevan di situasi kita saat ini sih," jelasnya.
3. Wafda dan Amanda akui cukup relate dengan pertanyaan serius dalam hubungan

Wafda Saifan dan Amanda Rawles saat sesi doorstop di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Selain format film pendek, kisah hubungan dalam Cerita Seperjalanan ternyata juga terasa dekat dengan pengalaman keduanya. Salah satunya adalah tekanan yang muncul ketika hubungan mulai memasuki tahap yang lebih serius. Bagi Wafda, pertanyaan sederhana seperti "Jadi kapan?" justru bisa terasa cukup menakutkan ketika datang pada momen tertentu.
"Pertanyaan 'Jadi kapan?' itu tuh horor, pada saat itu, ya. 'Jadi, kapan?' itu membuat aku sangat, sangat (merasa mendapat) teror. Pada saat itu, menurutku itu sangat relate, sih," jelas Wafda.
Amanda pun mengaku relate dengan cerita ketika sebuah hubungan yang sudah berjalan lama mulai diarahkan menuju pernikahan. Ia pernah merasakan adanya tantangan ketika hubungan memasuki tahap yang lebih serius.
"Kalau aku, justru juga sangat-sangat relate bagian di saat plan. Ceritanya menuju ke arah yang lebih serius, gitu kan. Udah pacaran lima tahun, terus memasuki jenjang pernikahan gitu, dan ternyata ada halangan. Itu pernah aku rasain, jadi rasanya related banget sih," aku Amanda.
Menurut Amanda, memasuki tahap baru dalam hubungan juga berarti setiap pasangan harus siap menghadapi perubahan dan beradaptasi satu sama lain.
"Ada challenge baru, dan aku sebagai pasangan tuh harus membuka diri dan juga belajar untuk beradaptasi," tegasnya.
















![[QUIZ] Bisnis Mail di Upin & Ipin Apa yang Cocok Kamu Kerjain di Rumah?](https://image.idntimes.com/post/20260924/cuplikan-layar-2026-09-24-214738_24fe03f6-e741-44d4-bab3-d772d508ea85.png)
![[QUIZ] Kalau Praktikum Fisika, Siapa Member Tim Dream JKT48 yang Sekelompok Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20261022/foto-cover_b5491699-825e-472e-8cb4-b950fe30cbfd.jpg)






