Wafda Saifan dan Amanda Rawles saat sesi doorstop di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Selain format film pendek, kisah hubungan dalam Cerita Seperjalanan ternyata juga terasa dekat dengan pengalaman keduanya. Salah satunya adalah tekanan yang muncul ketika hubungan mulai memasuki tahap yang lebih serius. Bagi Wafda, pertanyaan sederhana seperti "Jadi kapan?" justru bisa terasa cukup menakutkan ketika datang pada momen tertentu.
"Pertanyaan 'Jadi kapan?' itu tuh horor, pada saat itu, ya. 'Jadi, kapan?' itu membuat aku sangat, sangat (merasa mendapat) teror. Pada saat itu, menurutku itu sangat relate, sih," jelas Wafda.
Amanda pun mengaku relate dengan cerita ketika sebuah hubungan yang sudah berjalan lama mulai diarahkan menuju pernikahan. Ia pernah merasakan adanya tantangan ketika hubungan memasuki tahap yang lebih serius.
"Kalau aku, justru juga sangat-sangat relate bagian di saat plan. Ceritanya menuju ke arah yang lebih serius, gitu kan. Udah pacaran lima tahun, terus memasuki jenjang pernikahan gitu, dan ternyata ada halangan. Itu pernah aku rasain, jadi rasanya related banget sih," aku Amanda.
Menurut Amanda, memasuki tahap baru dalam hubungan juga berarti setiap pasangan harus siap menghadapi perubahan dan beradaptasi satu sama lain.
"Ada challenge baru, dan aku sebagai pasangan tuh harus membuka diri dan juga belajar untuk beradaptasi," tegasnya.