Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita di Balik Layar Film Monster, Dibuat Unik dengan Minim Dialog!

Cerita di Balik Layar Film Monster, Dibuat Unik dengan Minim Dialog!
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Jakarta, IDN Times - Rako Prijanto selaku sutradara dan Frederica selaku produser film thriller Indonesia, Monster, menceritakan proses di balik layar pembuatannya. Fakta-fakta ini diungkapkan dalam roundtable interview bersama pada 3 Mei 2024 kemarin.

Mereka membeberkan proses pembuatan film Monster yang tanpa dialog, hingga persiapan grafik emosi untuk kru dan pemain. Berikut cerita selengkapnya.

1. Alasan film Monser dibuat tanpa dialog

Film Monster (dok. Netflix Indonesia)
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Rako melihat film Monster sebagai adaptasi dari The Boy Behind the Door, yang lebih menarik dibuat dengan minim dialog. Hal tersebut menjadi keunikan dan pembeda  film Monster dari The Boy Behind the Door.

"Memang kita merasanya itu lebih menarik dan lebih baik tanpa dialog sih. Untuk cara komunikasi dan tuturnya di film ini dengan film yang komunikasinya non-verbal tuh kayaknya juga jadi suatu hal yang unik menurut saya untuk selling pointnya gitu. Beda dari yang lain gitu," ucapnya.

Selain ingin menjadi pembeda, Rako merasa dialog demi dialog sudah digambarkan dari visual ekspresi para pemain. Sehingga, ia menambahkan audio untuk sound effect saja.

"Dan mungkin juga  karena film itu kan bahasa audio visual gitu, jadi kalau udah secara visualnya gitu saya rasa audio udah gak diperlukan lagi. Audio dibutuhkan hanya untuk atmosfer, sound effect dan lain-lainnya," tambah Rako.

2. ⁠Minim dialog, sutradara buat grafik emosi untuk pemain dan kru

Film Monster (dok. Netflix Indonesia)
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Membuat film dengan minim dialog, Rako sebagai sutradara menggambarkan grafik emosi untuk pemain dan kru. Ia mendesain shot demi shot hingga blocking.

"Saya pribadi membuat kayak grafik emosi gitu, grafik emosi bukan hanya untuk pemain tapi juga panduan saya untuk kemudian camera work gitu kan. Terus type-type shot-nya, tempo passing editing-nya gitu," jelas Rako.

Ia lalu menerangkan bahwa jika kehilangan beberapa detik saja maka penonton akan terganggu dalam menikmati film ini. "Karena kalau kita lose sedikit, ada something yang tidak menarik 5 detik aja itu akan sangat mengganggu penonton sih," lanjutnya.

3. Pelajari blocking hingga berdialog dengan ekspresi

Film Monster (dok. Netflix Indonesia)
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Tak hanya sutradara, para pemain juga mendapat PR dan tantangan baru membintangi film dengan minim dialog ini. Sang sutradara menjelaskan para pemain harus menjaga emosi dengan ekspresi, memerhatikan blocking, hingga menahan diri untuk tidak mengeluarkan percakapan.

"Mereka harus membawakan emosi tapi mereka harus ingat juga di mana ada lighting di mana blocking mereka gak boleh lebih. Mereka gak boleh jalan terlalu jauh, gak boleh mundur terlalu jauh. Jadi dengan segala yang ada di set itu mereka tetap harus menjaga rasa (emosi) itu," ucap Rako.

4. ⁠Makna 'Monster' dalam film Monster

Film Monster (dok. Netflix Indonesia)
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Bukan tanpa alasan, Rako Prijanto dan Frederica memiliki makna hingga alasan memilih judul ''Monster" untuk film terbaru mereka. Bagi Rako, kata "monster" sudah menggambarkan ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak, sesuai dengan tokoh utama di film ini.

"Monster itu pasti berdekatan dengan anak-anak. Iya kan? Anak-anak pasti takut dengan monster Takut ada di bawah tempat tidur atau apa di tempat-tempat gelap gitu. Kayak langsung dipersonifikasikan dengan judulnya gitu, menurut saya sih," ucapnya.

5. Disebut lebih maju dari film aslinya, The Boy Behind the Door

Film Monster (dok. Netflix Indonesia)
Film Monster (dok. Netflix Indonesia)

Rako menilai film Monster harus lebih maju dari The Boys Behind The Doors, karena menyuguhkan dengan minim dialog. Para pemain harus berupaya berdialog dengan memainkan ekspresi mereka.

"Saya rasa kita juga harus lebih maju lah kira-kira dari film aslinya The Boys Behind The Doors. Mereka ada dialog dan segala macemnya gitu, kita mencoba untuk tidak pakai dialog gitu. Nah itu kalau buat saya pribadi dan Mbak Frederica ini tantangan juga. Seru nih mungkin buat kru yang lain, kayak pemain bagaiamana mereka berdialog dengan ekspresi, dengan rasa, dan (menghadapi) batasan-batasannya jangan sampai keluar dialog," tutupnya.

Ternyata film Monster menjadi tantangan terbaru bagi sang sineas dan para pemain. Walau minim dialog, pemain dapat merasakan ketegangan film ini, deh. 

Nantikan penayangan film horor thriller ini di Netflix mulai 16 Mei 2024, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
Erfah Nanda
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Meme Cewek Anime Malu-Malu, Malah Makin Tenar

07 Apr 2026, 21:04 WIBHype
Siapa Alyssa Cordes?

Siapa Alyssa Cordes?

07 Apr 2026, 20:10 WIBHype