Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Messi Syuting Pakai XR-Motion Capture di Pelangi di Mars.jpg
Messi Gusti setelah perilisan trailer "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta, IDN Times - Aktris remaja sekaligus model asal Indonesia, Keinaya Messi Gusti atau yang akrab disapa Messi Gusti, kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars (2026). Di proyek ini, Messi dipercaya memerankan karakter utama bernama Pelangi.

Keterlibatannya tentu jadi pengalaman baru yang cukup menantang. Pasalnya, film tersebut digarap dengan teknologi XR (extended reality), membuat sebagian besar adegan dilakukan tanpa properti fisik sungguhan di lokasi syuting.

1. Messi cerita pengalaman syuting menggunakan teknologi XR

Messi Gusti setelah perilisan trailer "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Messi membagikan pengalamannya saat menghadiri perilisan trailer Pelangi di Mars di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia mengaku proses syuting kali ini terasa sangat berbeda dibanding proyek-proyek sebelumnya.

"Pengalamannya sangat seru dan ini juga hal baru untuk aku, pertama kali syuting film dengan teknologi XR ya. Tentunya jadi pengalaman baru yang sangat menyenangkan untuk aku," tuturnya.

Menurut Messi, kemampuan berimajinasi menjadi kunci utama selama berada di lokasi syuting. Banyak adegan yang mengharuskannya bereaksi terhadap objek atau lingkungan yang sebenarnya belum ada secara nyata.

"Tentu aja kita memainkan daya khayal yang tinggi, bukan daya khayal sih lebih ke imajinasi yang tinggi untuk kayak membayangkan sesuatu," lanjutnya.

2. Akui banyak membayangkan properti yang tak ada di lokasi syuting

Penggunaan teknologi XR membuat Messi harus beradaptasi dengan metode akting yang benar-benar baru baginya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar properti hanya hadir dalam bentuk visual digital, sehingga aktor dituntut membangun emosi dan reaksi dari imajinasi semata.

"Karena kalau untuk aku, untuk XR itu aku harus membayangkan beberapa properti yang misalnya tidak diadakan di dalam set. Aku harus membayangkan ada properti itu dan adegan-adegannya juga," lanjutnya.

Meski terdengar rumit, Messi mengaku proses tersebut jadi lebih mudah berkat dukungan tim produksi, termasuk arahan dari sang sutradara, Upie Guava.

"Karena aku banyak dibantu juga sama Om Upi dan yang lainnya, jadi enggak sulit sih. Awal-awal mungkin sulit, cuma karena udah terbiasa jadi lebih mudah," katanya sumringah.

3. Ungkap tantangan akting menggunakan teknologi XR

Messi Gusti setelah perilisan trailer "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (14/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Messi juga mengungkap bahwa proses motion capture sebelum syuting XR sangat membantunya memahami blocking dan posisi karakter lain di dalam adegan. Dengan begitu, ia punya gambaran jelas meski lawan main atau elemen visual belum benar-benar hadir di set.

"Pada saat syuting XR sulit, tapi karena sebelum syuting XR itu ada motion capture dulu, jadi aku udah menghafalkan dulu kayak di mana lawan mainnya, dan kayak robotnya ada di mana saat aku berdialog. Karena di motion capture juga udah diambil duluan jadi udah kebayang gitu sih," jelasnya.

Pengalaman membintangi Pelangi di Mars pun meninggalkan kesan mendalam bagi Messi. Ia berharap film ini bisa diterima dengan baik oleh penonton lintas usia, sekaligus memberi semangat bagi anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi.

"Pokoknya aku berharap banget semoga banyak yang suka dan bisa menerima film ini dengan baik. Dan mungkin satu harapan untuk aku, untuk orang-orang yang habis nonton film ini, supaya berani memulai mimpi-mimpi mereka," pungkasnya.

Editorial Team