Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Produser Siapkan Sekuel dan Spin-off untuk Semesta Pelangi di Mars

Produser Siapkan Sekuel dan Spin-off untuk Semesta Pelangi di Mars.jpg
Tim produksi "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta, IDN Times - Tak berhenti sebagai satu film saja, tim produksi Pelangi di Mars (2026) rupanya sudah menyiapkan rencana besar untuk memperluas dunia ceritanya. Blueprint semesta Pelangi di Mars disebut telah dirancang sejak awal, membuka peluang hadirnya sekuel hingga spin-off di masa depan.

Film fiksi ilmiah keluarga garapan Upie Guava ini diproyeksikan menjadi awal dari sebuah IP (intellectual property) lokal berskala besar, bukan sekadar tontonan musiman di kala libur Lebaran.

1. Dendi Reynando ingin Pelangi di Mars bisa bersaing dengan Marvel atau DC

Rencana sekuel dan spin-off Pelangi di Mars di masa depan.jpg
Dendi Reynando setelah perilisan trailer "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Produser Dendi Reynando terang-terangan menyebut ambisinya agar Pelangi di Mars kelak mampu bersaing dengan semesta sinematik raksasa seperti Marvel Studios dan DC Studios.

"Kita pengen film ini jadi salah satu alternatif bahwa Indonesia juga bisa punya IP yang bisa compete. Sama mungkin Jepang, sama mungkin Marvel, DC atau yang lain," ungkap Dendi Reynando saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Keinginan itu lahir dari kegelisahan melihat dominasi IP luar negeri di ruang konsumsi anak-anak Indonesia, termasuk di toko mainan.

"Kalau kita ke toy store gitu, nggak ada IP Indonesia. Di toko mainan anak-anak itu kan nggak ada IP Indonesia. Nah di waktu yang sama sebetulnya kita sudah dalam tanda kutip itu sudah terjajah sama IP asing," lanjutnya.

2. Rencana sekuel dan spin-off Pelangi di Mars di masa depan

Dendi Reynando ingin Pelangi di Mars bisa bersaing dengan Marvel atau DC.jpg
Dendi Reynando setelah perilisan trailer "Pelangi di Mars" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Dendi bersama tim sudah menyiapkan peta jalan jangka panjang. Namun, mereka tetap memilih bersikap realistis dengan menunggu respons penonton terlebih dahulu.

"Kita juga udah siapin sekuel, prekuel, spin-off ke depan. Tapi kita mau tunggu dulu feedback dari pasar, dari penonton apa yang mereka sukai. Mungkin itu akan jadi trigger kita menentukan next-nya itu kita akan menceritakan apa," jelasnya.

Lebih jauh, Dendi berharap setiap karakter di Pelangi di Mars bisa berkembang menjadi produk nyata, mulai dari merchandise hingga lini gaya hidup.

"Baik itu baju, ataupun tas, ataupun apa pun itu. Seperti bagaimana IP-IP yang kita kenal tumbuh, begitu ya," ujarnya.

3. Pelangi di Mars mengisahkan tentang apa, sih?

Dibintangi Lutesha-Rio Dewanto, Pelangi di Mars Dapat Dukungan PFN.jpg
Pelangi di Mars (dok. Mahakarya Pictures/Pelangi di Mars)

Sebagai informasi, Pelangi di Mars merupakan film fiksi ilmiah keluarga keluarga produksi Mahakarya Pictures. Berlatar tahun 2090, film ini mengisahkan Pelangi, anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.

Bersama teman-teman robotnya, Pelangi melanjutkan misi sang ibu, Pratiwi, untuk menemukan mineral bernama Zeolith Omega, yang diyakini bisa menjadi solusi krisis air bersih di Bumi, sekaligus menjadi jalan bagi Pelangi untuk bertemu kembali dengan ayahnya.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More

Mahalini Nangis Beri Penghormatan untuk Mendiang Ibunya di Konser KOMA

15 Feb 2026, 01:07 WIBHype