Clayface Dihujat Sebelum Rilis, James Gunn Bandingkan dengan The Matrix

- James Gunn menanggapi kritik terhadap film Clayface dengan menyebut sejumlah film legendaris yang tidak dibuat berdasarkan permintaan publik, serta menolak gagasan bahwa Hollywood hanya mengikuti IP populer.
- Gunn menyatakan Clayface berangkat dari visi kreatif Mike Flanagan, James Watkins, dan Hossein Amini; ia menilai inspirasi pembuat film lebih penting daripada mengejar popularitas karakter.
- Disutradarai James Watkins, Clayface menjadi film solo layar lebar pertama villain Batman ini. Tom Rhys Harries memerankan Matt Hagen, dengan jadwal tayang Indonesia 21 Oktober 2026.
Belum dirilis, film Clayface (2026) sudah mendapat kritik dari beberapa pihak. Proyek terbaru DC Studios ini dipertanyakan oleh salah satu netizen yang merasa tidak pernah meminta film solo tentang villain yang dikenal sebagai musuh Batman tersebut.
Komentar itu rupanya sampai ke telinga James Gunn. Bos DC Studios tersebut pun langsung memberikan respons yang cukup menohok dengan menyebut sejumlah film Hollywood legendaris yang juga tidak dibuat berdasarkan permintaan publik.
1. Dihujat, James Gunn sandingkan Clayface dengan The Matrix-Weapons

James Gunn pasang badan untuk Clayface (dok. threads.com/@jamesgunn) Seorang netizen mempertanyakan alasan Hollywood membuat film Clayface dan siapa sebenarnya yang meminta proyek tersebut dibuat. James Gunn kemudian membalas komentar tersebut dengan deretan film terkenal yang menurutnya juga tidak lahir karena adanya permintaan langsung dari penonton. Komentar asli pengguna Threads tersebut sudah dihapus saat artikel ini dibuat.
"Siapa sih yang minta Back to the Future? Casablanca? There's Something About Mary? Pan's Labyrinth? Fury Road? Weapons? The Matrix?" balas Gunn di platform tersebut.
Gunn menegaskan bahwa industri perfilman Hollywood tidak harus selalu bekerja berdasarkan "suara publik." Menurutnya, kreativitas tidak akan berkembang jika studio hanya membuat film berdasarkan karakter atau waralaba populer yang sudah berulang kali hadir di layar lebar.
"Meskipun mungkin terlihat seperti itu, Hollywood bukanlah tempat di mana satu-satunya cara untuk membuat film adalah dengan publik memilih IP mana yang ingin mereka lihat yang telah mereka lihat berkali-kali sebelumnya," lanjutnya.
2. James Gunn berikan kebebasan artistik untuk film-film DC

Clayface (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface) James Gunn kemudian menjelaskan bahwa Clayface lahir dari gairah dan visi kreatif para pembuat filmnya. Proyek tersebut awalnya digagas oleh Mike Flanagan, sebelum dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara James Watkins bersama penulis naskah Hossein Amini.
"Terkadang seseorang, dalam hal ini awalnya Mike Flanagan dan kemudian James Watkins dan Hossein Amini, terinspirasi oleh karakter fiksi yang relatif kurang dikenal dan menciptakan apa yang saya yakini sebagai cerita yang sangat istimewa di sekitar karakter tersebut," ucap bos DCU tersebut.
Clayface memang tergolong karakter yang lebih niche jika dibandingkan dengan sejumlah nama besar DC seperti Superman atau Supergirl. Namun, pendekatan yang lebih gelap dan brutal dalam trailer perdananya justru membuat film ini menarik perhatian penggemar. Gunn pun menilai bahwa semangat kreatif semacam itu jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar popularitas sebuah karakter.
"Saya akan memilih inspirasi itu seribu kali lipat daripada seorang penulis yang mencoba menghasilkan uang dengan menulis skenario yang lesu tentang karakter yang sangat populer tapi tidak dia sukai atau rasakan," tuturnya.
3. Adaptasi layar lebar pertama Clayface sejak debut di DC Comics

Clayface (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface) Di bawah arahan James Watkins, sutradara Speak No Evil (2024), Clayface menjadi proyek penting bagi karakter tersebut. Film ini menghadirkan adaptasi layar lebar solo pertama untuk villain Batman yang memiliki kemampuan mengubah bentuk tersebut sejak debutnya di DC Comics pada 1940. Aktor Tom Rhys Harries dipercaya memerankan Matt Hagen alias Clayface.
Berdasarkan sinopsis resminya, film ini mengikuti perjalanan tragis Matt Hagen, seorang anak jalanan Gotham yang berhasil mengangkat derajat hidupnya hingga menjadi aktor papan atas Hollywood. Namun, karier cemerlang Matt hancur setelah aksi brutal seorang bos kejahatan lokal membuatnya mengalami cacat parah. Kehilangan karier sekaligus masa depannya, ia kemudian ditinggalkan oleh tim yang selama ini mendukungnya.
Dalam kondisi terdesak, Matt nekat menjalani sebuah pengobatan eksperimental dengan harapan bisa mengembalikan wajah tampannya. Sayangnya, perawatan tersebut justru membawa konsekuensi mengerikan. Alih-alih mendapatkan kembali kehidupannya, Matt perlahan kehilangan kewarasannya dan berubah menjadi sosok yang dipenuhi amarah serta dorongan balas dendam.
Selain Tom Rhys Harries, Clayface turut dibintangi Naomi Ackie, David Dencik, Max Minghella, dan Eddie Marsan. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Oktober 2026.








![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Masha and the Bear](https://image.idntimes.com/post/20260521/masha-172-masha-8_5fbf0864-911b-4ebc-967e-e6b937ac8e53.jpg)















