Crowd Avenged Sevenfold di JIS Gokil: Moshing, Kor Massal, Gender Reveal!

- Avenged Sevenfold membuka konser di JIS sekitar pukul 21.00 WIB dengan “Nightmare”, lalu membawakan sejumlah lagu hit yang memicu nyanyian massal hingga memenuhi stadion.
- Energi penonton terasa dari tribun sampai festival: penggemar bernyanyi, melompat, dan membentuk setidaknya enam kelompok moshing saat “M.I.A.” dimainkan.
- M. Shadows aktif berinteraksi, mendekati penggemar, menerima surat, lalu mengumumkan gender reveal seorang penggemar bahwa calon bayinya perempuan.
Jakarta, IDN Times - Belum sempat intro lagu “Nightmare” selesai, teriakan ribuan penonton sudah lebih dulu menggema di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/10/2026) malam. Dari tribun Category 3 Left, saya menyaksikan bagaimana Avenged Sevenfold (A7X) langsung menyulut euforia sejak lagu pembuka. Lampu flash berpendar dari berbagai sudut stadion, penonton bernyanyi sekuat tenaga, sementara area festival mulai dipenuhi gerakan penonton yang larut dalam hentakan musik. Malam itu, energi A7X terasa sampai ke sudut stadion yang paling jauh dari panggung.
Sejak awal muncul ke atas panggung sekitar pukul 21.00 WIB, A7X seolah tak memberikan penonton kesempatan untuk beristirahat. Menariknya, energi tersebut terjaga hingga akhir pertunjukan. Bahkan, menjadi lebih liar lagi saat penampilan beberapa lagu populer A7X.
Tempat duduk saya memang berada cukup jauh dari panggung. Selain jarak pandang yang terbatas untuk melihat penampilan para personel secara langsung, suara yang terdengar dari posisi ini juga didominasi oleh teriakan dan nyanyian para penonton. Beberapa kali suara M. Shadows saat menyapa penonton pun tenggelam di tengah riuhnya sorakan penggemar yang menggema di stadion.
Di sisi lain, posisi tersebut juga memberikan sudut pandang yang luas untuk melihat keseluruhan suasana konser. Dari sini, terlihat jelas bagaimana ribuan penggemar larut dalam penampilan A7X, mulai dari tribun hingga area festival memperlihatkan energi dan crowd yang bikin merinding.
1. Avenged Sevenfold tampil ekstra, lagu-lagu hit menggema di JIS!

potret konser Avenged Sevenfold di JIS, Sabtu (10/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Sejak membuka penampilan mereka dengan lagu “Nightmare” sekitar pukul 21.00 WIB, A7X langsung tancap gas. Hentakan musik dan aksi panggung yang intens membuat suasana JIS semakin panas. Merespons hal tersebut, penonton pun langsung larut dalam setiap lagu yang dibawakan M. Shadows dan kawan-kawan.
Memasuki “Afterlife” sebagai lagu ketiga, suara penonton semakin kompak menyanyikan setiap liriknya. Saking kencangnya, suara mereka bahkan terdengar lebih dominan dibanding suara dari panggung. Jujur, saya cukup kaget dengan suasana ini. Selama meliput konser, melihat penonton bernyanyi bersama dengan energi yang pol-polan, tentu hal yang biasa. Tapi kali ini, rasanya berbeda. Dari tribun tempat saya duduk, suara nyanyian ribuan penggemar terdengar menggema ke seluruh penjuru stadion. Lagi-lagi patut diakui, penonton Indonesia memang gak pernah gagal kalau urusan sing along. Gokil!
Euforia tersebut terus berlanjut lewat “Shepherd of Fire”, “M.I.A.” hingga “Unholy Confessions”. Bahkan menjadi lebih membara lagi jelang akhir penampilan, ketika A7X membawakan “A Little Piece of Heaven” dan “Dear God”. Dua lagu ini rasanya sudah sangat akrab di telinga pendengar musik Indonesia, bahkan bagi mereka yang bukan penggemar A7X sekalipun.
Sebenarnya, karena jarak panggung yang cukup jauh dari area tribun, penampilan para personel gak bisa terlihat dengan jelas. Ukuran layar LED yang terasa kecil dari posisi tersebut juga membuat penonton di sekitar saya harus sedikit berusaha untuk melihat aksi A7X. Namun, energi ekstra yang disuguhkan M. Shadows dan kawan-kawan tetap terasa lewat dentuman musik yang menggelegar, riuhnya sorakan penonton, serta kembang api yang sesekali ditembakkan dari panggung.
2. Crowd penonton bikin merinding, moshing tersebar di sejumlah sudut area festival

potret konser Avenged Sevenfold di JIS, Sabtu (10/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Bisa dibilang, energi penggemar A7X malam itu gak ada habisnya. Saya bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana di area festival semakin pecah seiring penampilan M. Shadows dan kawan-kawan yang membara. Dari kejauhan, penonton di area tersebut tampak kecil, tapi energi yang mereka lepaskan justru terlihat begitu besar. Mereka melompat mengikuti irama, mengangkat tangan, hingga membentuk kelompok-kelompok kecil untuk melakukan moshing.
Salah satunya ketika A7X membawakan “M.I.A.”. Dari ketinggian tribun, saya melihat moshing berlangsung di berbagai sudut area festival. Setidaknya, ada sekitar enam kelompok yang terbentuk dan bergerak dengan energi masing-masing di tengah kerumunan.
Menariknya, jika di area festival penonton meluapkan energi lewat moshing, suasana di tribun gak kalah meriah. Dari tempat duduk saya, terlihat banyak penonton yang ikut bernyanyi dengan lantang mengikuti lagu-lagu yang dibawakan. Melihat dua suasana itu berlangsung bersamaan, saya pun sempat merinding. Bagi saya, menyaksikan konser dari tribun memberikan sudut pandang tersendiri. Alih-alih hanya berfokus pada aksi para personel di atas panggung, saya bisa melihat bagaimana ribuan penggemar menikmati pertunjukan dengan cara mereka masing-masing.
Pemandangan orang-orang yang melompat, bergerak mengikuti irama, dan bernyanyi bersama itulah yang membuat skala konser A7X di JIS terasa sangat berbeda. Energinya gak cuma datang dari panggung, tapi juga dari penonton yang ikut menghidupkan suasana di stadion.
3. M. Shadows ramah bintang lima, blusukan hingga tiba-tiba gender reveal

potret konser Avenged Sevenfold di JIS, Sabtu (10/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Ini merupakan pengalaman pertama saya menyaksikan langsung penampilan A7X. Salah satu hal yang paling berkesan buat saya malam itu gak cuma aksi panggung mereka yang menghentak, melainkan juga keramahan M. Shadows dalam menyapa penggemar. Sepanjang konser, sang vokalis beberapa kali mengajak penonton mengobrol hingga melontarkan candaan yang sukses mengundang tawa.
Gak cuma berinteraksi dari atas panggung, M. Shadows juga sempat blusukan mendekati penggemar. Tentu saja aksi tersebut langsung membuat suasana semakin heboh, karena penonton mendapat kesempatan untuk melihat sang vokalis dari jarak yang lebih dekat.
Ramah bintang lima, M. Shadows bahkan sempat-sempatnya menerima surat dari salah satu penggemar. Awalnya, saya mengira surat itu berisi pesan untuk A7X. Namun, siapa sangka, ternyata penggemar tersebut ingin meminta bantuan M. Shadows untuk mengungkap jenis kelamin calon buah hatinya alias melakukan gender reveal. M. Shadows pun menyambut permintaan itu dengan santai. Ia membacakan surat tersebut di hadapan sang penggemar dan ribuan penonton yang memadati JIS.
“Kamu ingin aku mengungkap jenis kelamin calon bayimu? Oke, sekali ini saja. Bawa ke sini, bawa ke sini. Baiklah, sudah siap? Bayinya perempuan,” kata M. Shadows dengan santainya.
Momen yang gak terduga ini pun menghadirkan suasana hangat di tengah konser yang dipenuhi musik keras dan sorakan penonton. Bagi saya, pengalaman pertama menyaksikan A7X secara langsung ini terasa lebih dari sekadar menikmati musik mereka di atas panggung, tapi energi penonton yang bikin merinding, kor massal yang menggema di seluruh stadion, hingga interaksi santai M. Shadows dengan penggemar, semuanya punya kesan tersendiri.























